Untuk menciptakan generasi yang berprestasi juara baik di bidang sains, olahraga, seni dan keterampilan lainnya, perlu dilaksanakan proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Pembelajaran yang dilaksanakan mengacu pada model pembelajaran abad ke-21 dengan mengedepankan pendekatan teknologi serta proses pembelajaran yang berpusat pada murid.
12
Proses pembelajaran berlangsung secara aktif dengan melibatkan seluruh siswa dan mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi sehingga terjadi proses pembelajaran yang efektif sesuai dengan tujuan pembelajaran pada satuan Pendidikan.
Aktivitas Proses pembelajaran berlangsung secara aktif dengan melibatkan seluruh siswa dan mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi sehingga terjadi proses pembelajaran yang efektif sesuai dengan tujuan pembelajaran pada satuan Pendidikan. Pembelajaran efektif yang di maksud adalah pembelajaran yang berhasil mencapai tujuan (kompetensi) yang telah ditetapkan, baik pada aspek sikap, pengetahuan maupun keterampilan, yang indikator keberhasilannya dapat dilihat dari hasil penilaian. Sedangkan pembelajaran aktif merupakan pembelajaran yang berpusat pada siswa sebagai subjek yang aktif belajar (student center) yang ditandai dengan adanya partisipasi siswa yang aktif dan konstruktif dalam pembelajaran misalnya kegiatan membaca, bertanya, diskusi, praktik, menggunakan dll. Untuk mendukung keberhasilan pembelajaran yang efektif dan aktif tersebut maka perlu dukungan dari kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS), keterampilan menganalisisi, keterampilan menyintesiskan, pengalaman kongkret, serta materi yang bermakna dan berdampak terhadap pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
13
Penilaian proses dan hasil belajar digunakan sebagai dasar untuk perbaikan dan dilaksanakan secara sistemis.
Penilaian pembelajaran adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengetahui tingkat keberhasilan (keefektifan) dari suatu kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan, dengan menggunakan metode dan instrumen yang tepat. Penilaian pembelajaran dapat dilakukan pada dua sisi yaitu penilaian proses dan penilaian hasil. Penilaian proses adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengetahui apakah proses pembelajaran yang telah dilaksanakan berlangsung secara lancar, menyenangkan, efisien, dan bertumpu pada siswa sebagai subjek yang aktif belajar (student active learning). Penilaian proses dilakukan melalui prosedur yang sistematis dengan menggunakan metode dan instrumen yang tepat. Penilaian hasil adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa terhadap kompetensi yang telah ditetapkan, melalui prosedur yang sistematis dengan menggunakan metode dan instrumen yang tepat. Untuk mendukung terlaksananya penilaian pembelajaran, di perlukan beberapa instrumen pendukung yaitu RPP serta kisi-kisi soal dan intrumen penilaian (formatif dan sumatif) serta di buktikan dengan adanya hasil penilaian (formatif dan sumatif).
Evaluasi pembelajaran berbasis online menggunakan aplikasi CBT sebagai bentuk transformasi digitalisasi pendidikan.
14
Program remedial dan/atau pengayaan diberikan kepada siswa yang memerlukan.
Program remedial adalah suatu bentuk pembelajaran tambahan yang bersifat khusus yang bertujuan membantu siswa yang belum tuntas menguasai kompetensi yang ditetapkan dan atau membantu siswa untuk mengatasi kesulitan belajar yang dihadapinya. sedangkan program Pengayaan adalah suatu kegiatan yang diberikan kepada individu siswa yang telah mencapai kompetensi yang ditetapkan agar siswa dapat mengembangkan potensinya secara optimal dengan memanfaatkan sisa waktu yang dimilikinya dalam bentuk kegiatan yang dapat merangsang kreativitas secara mandiri. Program yang Sistematis dan terstruktur dimaksudkan bahwa kegiatan remedial dan atau pengayaan dilakukan dengan terencana, terstruktur dan terpadu antar komponen dalam remedial atau pengayaan. Program yang berkelanjutan dimaksudkan bahwa kegiatan remedial dan atau pengayaan berlangsung terus-menerus; berkesinambungan dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran guru. Menggunakan berbagai strategi dimaksudkan adalah bahwa dalam pelaksanaan remedial dan atau pengayaan guru menggunakan strategi/metode disesuaikan dengan kemampuan/kondisi masing-masing siswa berdasarkan hasil analisis pencapaian kompetensi. Peningkatan hasil kemampuan siswa dimaksudkan adanya peningkatan kompetensi siswa dalam pencapaian standar minimum untuk kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan
15
Siswa berpartisipasi aktif dalam belajar dan suasana pembelajaran di kelas menyenangkan.
Siswa berpartisipasi aktif dalam pembelajaran adalah ketika siswa terlibat secara kognitif, fisik dan emosional dalam proses belajar melalui berpikir, bergerak, dan perasaan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sebagai bentuk partisipasi aktif dari siswa yaitu dengan terjadinya interaksi antar siswa, maupun antara siswa dengan guru. Partisipasi yang terjadi menunjukkan antusias siswa dalam proses pembelajaran. Pada akhirnya terciptalah suasana pembelajaran di kelas yang dinamis yang berdampak pada pencapaian tujuan pembelajaran.
16
Guru melakukan pembiasaan literasi membaca dan menulis.
Literasi baca-tulis adalah pengetahuan baca-tulis, kemampuan memahami baca-tulis dan kemampuan menggunakan bahasa tulis dalam memahami informasi serta kemampuan menggunakan bahasa untuk berkomunikasi di lingkungan sosial yang dilakukan melalui tahap pembiasaan, tahap pengembangan dan tahap pembelajaran membaca dan menulis. Guru melakukan pembiasaan literasi membaca dan menulis di sekolah/madrasah yang berdampak pada (1) terbentuknya budaya membaca dan menulis di luar kelas, (2) menghasilkan karya-karya literasi seperti majalah dinding, cerpen, dan karya tulis lainnya, dan (3) terpublikasinya karya literasi siswa di masyarakat.
17
Guru menciptakan suasana belajar yang memperhatikan keamanan, kenyamanan, kebersihan, dan memudahkan siswa untuk belajar.
Suasana kelas yang aman, nyaman adalah suasana di dalam kelas yang menjadikan siswa bebas dari rasa takut, kondusif untuk belajar serta terjadi hubungan emosional antar siswa, antar siswa dan guru, ada rasa saling mempercayai dan saling menghargai antar siswa serta didukung lingkungan fisik yang bersih untuk mendukung proses pembelajaran. Dalam upaya menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman, sekolah berkolaborasi dengan komite, orang tua, dan siswa dengan melakukan pembenahan di lingkungan kelas dan seluruh sekolah yaitu dalam program pengecatan seluruh bangunan sekolah.
18
Sarana dan prasarana yang tersedia di sekolah/madrasah dimanfaatkan dengan optimal dalam proses pembelajaran
Pemanfaatan Sarana dan prasarana dalam proses pembelajaran adalah upaya pendayagunaan sarana dan prasarana di kelas dan atau disekolah/madrasah sebagai media/sumber belajar secara efektif dan efisien dalam menunjang proses pembelajaran. Sebagai bukti pemanfaatan saran dan prasarana dalam pembelajaran, salah satunya adalah dengan mencantumkannya kedalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran maupun modul ajar serta di dukung dengan daftar inventaris media / sumber belajar.
Penggunaan sarpras sekolah dalam kegiatan pembelajaran.