Program mutu lulusan sekolah melalui dokumen-dokumen pendukung / tolok ukur yang jelas
1
Siswa menunjukkan prilaku disiplin dalam berbagai situasi.
Penegakkan tata tertib di lingkungan sekolah baik mencakup hak mau pun kewajiban siswa dapat dituangkan dalam beberapa dokumen pendukung. Dokumen tersebut dapat berupa Panduan Tata tertib siswa (antara lain sistem poin), Buku Piket, Catatan guru / wali kelas, serta Jurnal kelas.
Tidakan pembinaan yang dilakukan oleh wali kelas kepada siswa yang melakukan pelanggaran.
Kerjasama pihak sekolah dengan orang tua dalam pembinaan siswa yang melakukan pelanggaran.
2
Siswa menunjukkan perilaku religius dengan pengamalannya dalam aktivitas di sekolah/madrasah.
Dalam rangka pembiasaan prilaku religius siswa, sekolah membuat beberapa agenda keagamaan dalam rangka meningkatkan iman dan takwa seluruh warga sekolah serta untuk meningkatkan kerukunan antar pemeluk agama.
Kegiatan pesatren kilat dan buka puasa bersama.
Kegiatan paskan bersama.
Agenda makan malam bersama dirangkai dalam agenda pesantren kilat dan paskah sebagai bentuk kerukunan antar pemeluk agama,
Kegiatan ibadah awal tahun ajaran
3
Siswa menunjukkan perilaku kerja keras, tangguh, dan bertanggung jawab dalam aktivitas di sekolah/madrasah.
Berprilaku kerja keras, berjiwa yang tangguh serta memiliki sikap bertanggung jawab merupakah ciri dari pelajar yang akan di bentuk di sebuah sekolah. Di SMP Negeri 3 Sanggau Ledo sikap tersebut di tunjukkan dengan berbagai instrumen sebagai contoh adalah portofolio tugas siswa. Dalam kegiatan non akademik, sikap tersebut juga di tunjukkan dalam partisipasi siswa dalam kegiatan ektrakurikuler.
Kegiatan ujian kenaikan sabuk ekstrakurikuler karate, sebagai upaya peningkatan kompetensi di bidang olah raga karate.
4
Siswa terbebas dari perundungan (bully) di sekolah/madrasah.
Perundungan (bully) adalah tindakan menyakiti atau membuat orang lain tidak nyaman, baik dalam bentuk kekerasan verbal, sosial, fisik, seksual, atau daring (cyber bullying); seperti mengolok-olok, mengucilkan, menyebarkan gosip, mengancam, mendorong, memukul, menendang, menjambak, mencuri atau merusak barang milik korban, postingan pesan menghina, membagikan foto/video memalukan, pelecehan seksual. Tindakan perundungan dapat dilakukan oleh sekelompok orang atau perorangan yang merasa lebih kuat secara fisik dan mental daripada korban.
Kegiatan sosialisasi tata tertib siswa dalam salah satu agenda MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah).
Media afirmasi anti perundungan ditempel disetiap ruang belajar sebagai salah satu tindakan pencegahan terjadinya tindak perundungan.
Untuk mencegah terjadinya perundungan (bully) sekolah melakukan beberapa tindakan seperti membuat media afirmasi dalam bentuk poster / banner / spanduk /leaflet. Selain dalam bentuk media afirmasi, pihak sekolah juga melakukan kegiatan pencegahan berupa agenda kegiatan, dan di atur dalam panduan tata tertib siswa. Selain agenda yang terjadwal, tidakan keseharian siswa terkait masalah perundungan juga tercatat dalam buku catatan wali kelas.
5
Siswa menunjukkan keterampilan berkomunikasi sesuai karakteristik keterampilan abad ke-21.
Berkomunikasi efektif adalah kemampuan seseorang dalam menyampaikan dan menerima ide, pikiran, pengetahuan, dan/atau informasi baik secara lisan, tulisan, maupun isyarat sehingga tujuan komunikasi tercapai. Sedangkan berkomunikasi yang beretika adalah komunikasi lisan dan tulis sesuai tatakrama dan kesantunan dalam berbahasa. Dalam implementasinya terhadap keterampilan abad ke-21 hasil karya siswa ditunjukkan dalam bentuk portofolio/tugas siswa melalui media daring, media luring serta dalam bentuk laporan hasil karya siswa terkait keterampilan berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan. Pada butir ini Siswa telah menunjukkan budaya berkomunikasi yang efektif dan beretika secara lisan dan tulisan melalui berbagai media yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di dalam dan di luar sekolah/madrasah.
Karya siswa dalam mengikuti lomba festival film pelajar katulistiwa
6
Siswa menunjukkan keterampilan berkolaborasi sesuai karakteristik keterampilan abad ke-21.
Kolaborasi adalah kemampuan siswa dalam bekerja sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan dan disepakati. Keterampilan siswa dalam kolaborasi dinilai dari kualitas dan keterlibatan siswa dalam kegiatan-kegiatan yang membutuhkan kerja sama dengan guru, tenaga kependidikan, atau antar siswa, di dalam dan di luar sekolah/madrasah. Untuk menunjukkan sikap kolaborasi yang membudaya di lingkungan sekolah, dapat di buktikan dengan catatan penilaian sikap kolaborasi / kerjasama, laporan partisipasi siswa dalam kegiatan ektrakulikuler, osis, serta kegiatan bersama diluar sekolah.
Kegiatan latihan rutin ektrakurikuler karate, berkolaborasi dengan siswa-siswi dari jenjang SD, SMP dan SMA.
Kegiatan Ektrakurikuler pramuka dengan keterlibatan pelatih senior dari tingkat SMA.
Proses pembuatan film "Bumi Terindah" dalam ajang FFPK. Kegiatan kolaborasi dilakukan antara siswa, guru pedamping dan pengelola objek wisata Riam Jugan RIver Tubing. Tujuan dari keikutsertaan dalam lomba FFPK ini adalah untuk menyalurkan bakat siswa di bidang konten creator (khusus videography). Selain itu, dengan mengusung judul film bumi terindah memilki tujuan untuk mengangkat objek wisata lokal agar dapat lebih dikenal banyak orang melalui film yang dibuat oleh siswa.
Selain berkolaborasi dalam bidang pengembangan minat dan bakat, budaya kolaborasi juga ditunjukkan dari sikap keseharian dalam bermasyarakat. Salah satu kegiatan kolaborasi yang di laksanakan oleh siswa, sekolah, komite, dan seluruh orang tua siswa di tunjukkan kegiatan gotong royong dalam menjalankan program komite sekolah. Program ini merupakan bentuk dukungan orang tua dalam mensukseskan implementasi visi dan misi sekolah.
7
Siswa menunjukkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah sesuai karakteristik abad ke-21.
Berpikir kritis dan pemecahan masalah adalah kemampuan menggunakan pengetahuan untuk mengidentifikasi masalah, mengumpulkan informasi yang relevan, memikirkan alternatif solusi, dan membuat kesimpulan. Salah satu budaya berfikir kritis dari proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh sekolah adalah dengen pembiasaan berbagai model pembelajaran yang mengarahkan siswa untuk menghasilkan sebuah karya.
Salah satu bukti karya siswa dalam kegiatan HUT Hari pahlawan 2022 dengan membuat busana dari barang bekas (karung bekas)
Busa dari bahan daur ulang seperti kardus, plastik, karung dan lain-lain di jadikan bahan dasar untuk membuat busana.
8
Siswa menunjukkan keterampilan kreativitas dan inovasi sesuai karakteristik keterampilan abad ke-21.
Kreatif dan inovatif merupakan salah satu karakterisitk keterampilan abad ke-21. Kreatif adalah keterampilan untuk menemukan gagasan atau konsep baru atau hubungan baru antara gagasan dan konsep yang sudah ada. Inovatif adalah keterampilan untuk mewujudkan suatu kreativitas dalam bentuk produk baru. Sebagai bukti kegiatan kreatif dan inovatif yang di laksanakan oleh siswa adalah berupa portofolio tugas pembelajaran siswa, laporan prestasi siswa dan bukti keikutsertaan dalam lomba yang terkait dengan minat dan bakat siswa.
Salah satu bukti keikutsertaan siswa dalam lomba minat dan bakat yaitu dalam lomba FFPK tahun 2021.
9
Siswa menunjukkan kemampuan mengekspresikan diri dan berkreasi dalam kegiatan pengembangan minat dan bakat.
Kegiatan pengembangan minat dan bakat merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang dikembangkan oleh sekolah/madrasah seperti Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), kerohanian, olahraga, seni dan budaya, Kelompok Ilmiah Remaja (KIR), dan lain sebagainya. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kemampuan ekspresi diri dan berkreasi melalui pengembangan diri sesuai minat dan bakat.
Siswa peraih juara o2sn tingkat kabupaten (juara 1 kategori kata perorangan putri, juara 1 kategori kumite pororangan putri).
Keikutsertaan siswa dalam lomba gerak jalan dan memperoleh juara 3 tahun 2022.
Siswa peraih juara 3 o2sn tingkat prorvinsi tahun 2023.
Lomba FLS2N 2023 Tari Kreasi meraih juara 3 tingkat kecamatan.
Lomba O2SN 2023 kategori atletik putra meraih juara 3 tingkat kecamatan.
Juara 1, 2, 3 Karate tournamen open Bupati Bengkayang Open tahun 2022
10
Siswa menunjukkan peningkatan prestasi belajar.
Bukti yang menunjukkan peningkatan prestasi belajar siswa dapat di lihat dari data hasil ujian sekolah dalam 3 tahun terakhir.
11
Pemangku kepentingan (stakeholders) puas terhadap mutu lulusan sekolah/madrasah.
Kepuasan pemangku kepentingan adalah terpenuhinya atau tidak terpenuhinya kebutuhan, keinginan, dan harapan pemangku kepentingan sekolah/madrasah. Bukti dari kepuasan pemangku kepentigan di dapat dari laporan hasil tracer study.