Setiap satu pekan sekali, yaitu setiap hari Senin, Agen Perubahan yang terdiri dari siswa/siswi SMP Darul Falah 2 yang diwakili oleh 30 siswa/siswi dari kelas 7 dan kelas 8 yang telah mengikuti Program Roots Anti Perundungan, mengadakan sosialisasi ke setiap kelas diawal jam pelajaran. Adapun tujuan dari sosialisasi ini, harapannya semua siswa dapat menanamkan nilai-nilai kebaikan dan anti-bullying di sekolah. Sosialisasi ini merupakan salah satu program BK bekerjasama dengan Kesiswaan.
Setelah lebih dari satu tahun belajar daring ternyata banyak dampak negatif tidak menguntungkan bagi anak didik. Anak-anak menjadi hilang semangat belajar, kedisiplinan, bahkan tanggung jawab tugas sekolah dikerjakan oleh orangtua, hingga akhirnya kesulitan untuk mengukur hasil pembelajaran. Akhirnya pemerintah memutuskan untuk melakukan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) untuk mengantisipasi learning loss. Namun pada kenyataannya ketika PTMT sudah berjalan masih banyak peserta didik yang tidak memiliki semangat belajar karena sudah merasa nyaman dengan pembelajaran dirumah. Atas dasar itulah kami tim BK SMP Darul FALAH 2 pada tanggal 24 November 2021 menyelenggarakan seminar motivasi dengan tema "BANGKITKAN MOTIVASI BELAJAR DI ERA NEW NORMAL". Adapun seminar tersebut dihadiri oleh seluruh siswa/ siswi kelas 9, dengan mengundang seorang motivator kondang yaitu Aris Setyawan, S.TP.,CHt.(Motivator Character Building Nasional).
Pemerintah Indonesia telah menetapkan “Perlindungan Anak” sebagai salah satu prioritas nasional. Adanya pencegahan kekerasan atau perundungan merupakan salah satu upaya perlindungan anak. Perundungan atau bullying adalah perilaku agresif yang biasa dilakukan seseorang dengan tujuan untuk merendahkan, mengucilkan, dan menyakiti kepada seseorang atau kelompok yang dianggap lebih lemah. Berdasarkan data dari PISA (Program Penilaian Pelajar Internasional) tahun 2018, bahwa 41% pelajar berusia 15 tahun di Indonesia pernah mengalami perundungan setidaknya beberapa kali dalam satu bulan.
SMP Darul Falah 2 menjadi penggerak untuk melaksanakan kegiatan Program Roots Indonesia kepada agen perubahan tahun 2021, di laksanakan 10 kali pertemuan (21,22,28,29 September, 05,12,19,26,29 Oktober, dan 04 November 2021 sebagai acara puncak). Program Roots adalah program pencegahan perundungan yang dikembangkan oleh UNICEF di tahun 2017-2020 bersama Pemerintah Indonesia, Universitas, serta berbagai praktisi. Tujuannya adalah memusatkan peran pelajar di sekolah sebagai “Agen Perubahan” untuk menyebarkan pesan dan perilaku baik di antara teman sebaya.
Sebanyak 30 siswa dipilih untuk menjadi agen perubahan, harapannya siswa terpilih ini dapat menanamkan nilai-nilai kebaikan dan anti-bullying di sekolah. Tidak hanya siswa, ada beberapa guru yang dipilih sebagai fasilitator. Tujuan dari adanya fasilitator adalah untuk mendampingi diskusi yang dilakukan bersama Agen Perubahan dalam pemberian materi Roots dan berperan untuk memfasilitasi siswa yang ingin melaporkan tindakan perundungan atau bullying di sekolah.
Pada tanggal 02 Maret 2022, Seluruh siswa kelas 9 mengikuti psikotes. Psikotes ini merupakan salah satu program BK bekerjasama dengan Aleogama UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Alhamdulillah di tahun ini, merupakan kerjasama tahun ke 6.