Lokakarya Penguatan Profil Pelajar Pancasila melaui Pendidikan Etika 10-12 Mei 2023
Lokakarya Penguatan Profil Pelajar Pancasila melaui Pendidikan Etika 10-12 Mei 2023
Lokakarya Penguatan Profil Pelajar Pancasila melaui Pendidikan Etika 10-12 Mei 2023
SMP Darul Falah 2 sebagai Tuan Rumah Lokakarya Penguatan Profil Pelajar Pancasila melalui Pendidikan Etika di Jawa Barat Kerjasama antara Kemendikbudristek dengan Arigatou Internasional di bawah Naungan UNESCO
Oleh : Rahmat Sodik
Indonesia sebagai salah satu negara yang mengikuti Internasional Simposium on Transforming education yang berlangsung pada tanggal 22 - 23 November 2021 di Jenewa Swiss, Melalui Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek sebagai perwakilan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi memaparkan integrasi Pancasila dalam kurikulum pendidikan dan dimensi pelajar Pancasila dan penguatan pendidikan karakter yang dikembangkan oleh kemendikbudristek. Hal ini sejalan dengan tujuan diadakannya simposium dalam upaya mengintegrasikan dan memperkuat pendidikan etika untuk membina antarbudaya dan antaragama pembelajaran ke dalam kurikulum dan program pendidikan.
Melalui surat Nomor: 00271/A1.A6/KS.09.00/2023 Tanggal 27 April 2023 Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi melalui ketua harian Itje Chodijah menyampaikan informasi kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kota untuk melaksanakan program etik education fellowship di tingkat regional. Itje Chodijah mengungkapkan
“Sebagai tindak lanjut pertemuan kemdikbudristek bersama Arigatou internasional kami berharap Saudara dapat mendukung pelaksanaan program tersebut di wilayah saudara, khususnya pada pelaksanaan program etik education fellowship di tingkat regional dalam bentuk lokakarya tentang penguatan profil pelajar Pancasila”. Ethics Education Fellowship Program di tingkat regional berupa kegiatan lokakarya ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan kemendikbudristek bersama Arigatou internasional di Yogyakarta pada 2-9 Oktober 2022 yang dihadiri 6 negara yaitu Indonesia, Bangladesh, Kenya, Mauritius, Seycheles dan Nepal.
Di Jawa Barat Lokakarya Penguatan Profil Pelajar Pancasila Melalui Pendidikan Etika diselenggarakan pada tanggal 10 - 12 Mei 2023 Di SMP Darul Falah 2 Cihampelas yang diikuti oleh 40 peserta dari 5 sekolah penggerak Kabupaten Bandung Barat (4 sekolah penggerak angkatan 1 dan 1 sekolah penggerak angkatan 2) yaitu SMPN 5 Gununghalu, SMPN 4 Cikalongwetan, SMPN 3 Cipatat, SMP Darul Falah 2 dan SMP Muslimin Cililin. Pembukaan lokakarya ini dihadiri oleh DR. Hj. Nita Isaeni, S.Ip., M.Pd. dari Direktorat Guru Dikdas, Edi Syaprudin, S.Pd. dari Disdik KBB, Euis Lasmini Djuanda,S.Pd., M.Ed. Fasilitator Jawa Barat, Nanang Saiful Anwar, S.Pd., M.Si. Pengawas, Dr. H. Agus HD Idris,S.Ag., M.M. Kepala SMP Darul Falah 2, Drs. H. Baihaqi, M.Si. Kepala SMP Darul Falah, dan Ati Rosmiati, S.Pd., M.Pd.Kepala SMPN 3 Cipatat.
Dalam pembukaan lokakarya melalui rekaman video, Maria Lucia Uribe dari Arigatou International mengungkapkan bahwa tujuan dari kegiatan ini untuk melatih para guru tentang pentingnya pendidikan etika dalam menghargai perbedaan dan keragaman. “Saya berharap pelatihan yang bisa melatih peserta pelatihan tentang pendidikan yang sebenarnya, bagaimana para murid berhubungan satu sama lain, bagaimana mereka belajar lebih menghargai untuk memahami keragaman juga lebih bertanggung jawab mengambil dampak dalam pengembangan komunitas mereka”, Ujar Maria dengan antusias.
Dalam kesempatan berbeda Kepala SMP Darul Falah 2 Agus Idris menyambut dengan baik kegiatan lokakarya ini “Sungguh sangat luar biasa suatu kehormatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan lokakarya perdana yang dinisiasi lembaga international, saya berharap kegiatan ini bisa memperkuat para guru dan siswa dalam menerapkan merdeka belajar melalui penguatan profil pelajar Pancasila”.
Euis Lesmini Djuanda pelatih dan fasilitator lokakarya mengungkapkan kebahagiaan dan harapanya para guru mampu berkontribusi besar dalam membuat perubahan besar dalam membangun karakter anak Indonesia sebagai warga global. “Suatu kebahagiaan ketika guru terlibat dan mampu berefleksi, oh ternyata Saya selama ini sudah melakukan pendidikan etika atau Saya pernah melakukan pendidikan etika atau Saya akan melakukan pendidikan etika juga Saya optimis guru-guru yang menjadi peserta lokakarya kali ini begitu terlibat partisipatif dan mampu menjaga spiritnya karena bukan hanya tiga hari ini namun yang menjadi tugas yang sangat sulit adalah ketika bertemu dengan anak-anak nanti dikelas bagaimana pendidikan etika ini bisa berjalan dengan baik.” ungkap Euis dengan optimis.
Menurut Rahmat Sodik salah satu peserta lokakarya perwakilan dari SMP Darul Falah 2 kegiatan inimenambah wawasan dan pengalaman baru juga menguatkan pemahaman integrasi pendidikan etika dengan proyek penguatan profil pelajar pancasila. “Acaranya seru banget, tidak membuat jenuh, banyak wawasan dan pengalaman bagaimana menerapkan pendidikan etika melalui permainan tali perkenalan, pulau yang hilang dan menulis identitas diri yang bisa diterapkan dalam proyek penguatan profil pelajar pancasila” seru Rahmat.
Ditempat yang berbeda Yosep Saepuloh yang juga peserta lokakarya dari SMPN 3 Cipatat mengapresiasi kegiatan lokakarya ini dan sangat bersemangat untuk segera mengaplikasikanya di sekolah, “Kegiatannya tidak monoton hanya duduk berada di dalam ruangan saja namun juga di lapangan dan tidak hanya mendengarkan materi namun kegiatan ini sangat komunikatif dua arah, setelah kegiatan ini saya dan tim akan menerapkan dalam proyek penguatan profil pancasila dengan tema suara demokrasi karakter yang ditonjolkan adalah bagaimana saat kita harus memilih dan dipilih dan bagaimana sikap saat memberikan pendapat atau sanggahan saat proses demokrasi di sekolah” ujar Yosep dengan semangat.
Ditempat lain Euis Lesmini Djuanda berpesan dan memberikan motivasi kepada seluruh guru yang akan menjadi pelaksana pendidikan etika di sekolahnya masing-masing, “Selamat bekerja guru-guru hebat yang akan melanjutkan pesan-pesan dan pengalaman yang didapatkan selama 3 hari lokakarya pendidikan etika di sekolahnya masing-masing, semoga ini adalah awal kebaikan penguatan pendidikan etika anak Indonesia, memang butuh pengorbanan, kedepan semoga kita bisa berkolaborasi saling menguatkan dalam penerapan penguatan profil pelajar pancasila melalui pendidikan etika”.
Sumber berita : Rahmat Sodik - Guru Penggerak dan Praktisi Pendidikan
http://disdikkbb.org/news/pendidikan-etika-di-lokakarya-sekolah-penggerak-kab-bandung-barat/
Video Berita Karya Siswa
Video Berita Karya Siswa
Video Berita Karya Siswa
Matematika oleh sebagian besar murid masih dianggap sebagai pelajaran yang sulit untuk dipahami, para murid belum merasakan secara konkret manfaat dari belajar matematika, mereka baru memahami matematika hanya berupa sekumpulan angka, simbol-simbol atau rumus-rumus yang harus dihapal untuk mengisi soal ulangan atau ujian.
Menurut filosofi Ki Hadjar Dewantara bahwa pembelajaran harus sesuai kodrat alam dan kodrat jaman, murid sekarang berada dalam era teknologi, sehingga sangat cocok pembelajaran menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), penulis mengamati keseharian murid sebagian besar mereka suka membuat konten-konten berupa video di media sosialnya, dengan projek ini diharapkan selain bisa menyalurkan dan mengembangkan bakat murid juga mereka bisa belajar matematika, bahasa indonesia dan bahasa inggris dengan menyenangkan dan bisa merasakan manfaat konkretnya. Selain itu pembelajaran projek ini diharapkan bisa menumbuhkembangkan student agency (Kepemimpinan Murid).
Apa saja yang dilakukan dalam praktik baik ini?
Program ini merupakan bentuk kolaborasi 3 mata pelajaran; Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa inggris, 4 guru ( Rahmat Sodik – Guru Matematika , Dina Maryani dan Tuti Indrayani – Guru Bahasa Indonesia, Evi Kurniatin – Guru Bahasa Inggris). Projek ini membutuhkan waktu selama 3 minggu, dengan 3 tahapan membuat perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan ( mengumpulkan produk). Para murid bekerja dalam kelompok yang terdiri atas 7-8 orang/kelompok, program ini termasuk kegiatan intrakurikuler jadi pengerjaan projeknya didalam jadwal pembelajaran, para murid di berikan keleluasaan untuk memilih tempat pengerjaan projek diluar kelas atau didalam kelas dengan pendampingan oleh guru yang bersangkutan.
Dalam rangka menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman sekaligus menumbuhkembangkan kepemimpinan murid, murid diberikan kesempatan untuk menentukan kelompoknya sendiri, mengatur rencana pengerjaan projek, berdiskusi dengan kelompoknya dengan leluasa dan memilih media, aplikasi editor video di smartphone yang akan digunakan serta memajang hasil pekerjaanya di media sosial sebagai bentuk kepemilikan murid
Para murid ditantang untuk mengaplikasikan teori kesebangunan matematika untuk menghitung tinggi bangunan yang berada di lingkungan sekolah tanpa harus menaiki bangunan tersebut kemudian kegiatan tersebut disampaikan dalam bentuk berita, dan didokumentasikan berupa video berita lalu di unggah di media sosial. Pembelajaran sekolah ini diharapkan bisa membangun karakter profil pelajar pancasila dan kepemimpinan murid ( suara, pilihan dan kepemilikan murid):
§ Mampu bergotong royong. Kepemimpinan murid memungkinkan murid untuk terlibat dan berinteraksi dengan orang lain, bekerjasama dan berkontribusi dalam masyarakat yang lebih luas.
§ Kreatif. Menumbuhkembangkan kepemimpinan murid memungkinkan murid untuk terekspos pada pengalaman belajar otentik yang menuntut mereka untuk mampu melihat permasalahan dan secara kreatif berusaha mencari solusi atas permasalahan tersebut.
§ Mandiri. Menumbuhkembangkan kepemimpinan murid mendorong murid untuk mengambil kontrol dan bertanggung jawab pada proses pembelajarannya sendiri.
§ Dapat berpikir kritis. Menumbuhkembangkan kepemimpinan murid mendorong murid untuk memiliki kemampuan berpikir kritits karena mereka akan belajar untuk membuat pilihan dan membuat keputusan yang bertanggung jawab.
Pada tahap pelaksanaan projek, murid bergotong royong menjawab tantangan yang diberikan guru mapel yang bersangkutan, mereka terjun ke lapangan mengadakan observasi dan pengerjaan projeknya, mereka dituntut untuk bisa membagi pekerjaan dan waktu pengerjaan projek.
Terakhir di tahap pelaporan, murid mengumpulkan produk berupa video berita dengan memanpaatkan smartphone yang mereka miliki, guru memberikan kebebasan kepada para murid untuk menggunakan aplikasi, bentuk penyampaian, kalimat, situasi atau tema dan tambahan-tambahan lainnya sesuai dengan minat dan bakat mereka. Guru melakukan penilaian dan memilih beberapa produk untuk diupload di media sosial dengan terlebih dahulu meminta izin pada murid. Penilaian yang diterapkan berupa penilaian diri/kelompok, penilaian observasi selama pembelajaran dan penilaian produk.
Apa hasil dari praktik baik yang dilakukan ?
Projek kolaborasi berjalan dengan baik, para murid bekerja dalam kelompok dan mampu menyelesaikan tugas projek yang diberikan. Secara keseluruhan para murid bisa menyelesaikan projeknya sesuai waktu yang telah disepakati, produk yang terkumpul sangat beragam dengan versinya masing-masing, walaupun masih ada kelompok yang belum akurat dalam perhitungannya namun tujuan pembelajaran yang diharapkan terpenuhi murid mampu menghitung tinggi bangunan dengan menggunakan konsep kesebangunan matematika ,serta mampu menulis dan menyampaikan berita dan membuat video berita yang informatif dan menarik.
Bagaimana perasaanya setelah menjalankan praktik baik?
Penulis merasa senang pembelajaran kolaborasi pertama bisa terlaksana. Awalnya penulis merasa khawatir apakah program ini bisa berjalan atau tidak, keraguan apakah guru yang akan diajak berkolaborasi bersedia atau tidak, dan terutama murid-murid akan memberikan respon positif atau sebaliknya. Penulis merasa lega semua kehawatiran tidak terjadi justru sebaliknya rekan-rekan bersedia dan para murid bahkan mereka sangat antusias mengerjakan projek ini. Ketika menjalankan program ini sangat bahagia saat melihat murid bisa bekerjasama dalam kelompok, mandiri dalam mengatur dan merencanakan sesuatu, bisa mengekspresikan minat dan bakat mereka dan yang paling penting mereka menikmati proses pembelajarannya. Penulis juga merasa takjub ketika melihat anak mampu menciptakan ide-ide kreatif dan bakatnya juga merasa puas saat murid bisa menyelesaikan projek tepat pada waktunya dan produk yang dihasilkan sesuai kriteria dan menarik.
Apa pembelajaran yang didapatkan?
Banyak sekali pembelajaran yang bisa penulis ambil dari pelaksanaan projek. Penulis kaget ada murid yang kalau sedang pembelajaran matematika dikelas secara teori dan menjawab soal secara teks yang berupa angka dan tulisan mereka lancar malah mahir namun pada saat dibawa kedalam dunia nyata dan harus mempraktikannya dia kebingungan, tekniknya bagaimana, apa yang harus dilakukan, butuh adaptasi dan pendampingan sebaliknya ada murid biasa namun saat dibawa ke ranah kontekstual dengan cepat bisa menterjemahkannya. Dengan kegiatan ini melatih para murid menkoneksikan antara materi ajar dengan kontekstual. Melebihi dari ekspektasi penlis sebagai guru ternyata kemampuan mereka menggunakan TIK jauh lebih mahir dari gurunya. Penulis banyak belajar dari murid, belajar mengatur para murid selama pendampingan mengerjakan projeknya, karena tidak mudah bisa melayani mereka yang beragam.
Apa rencana perbaikan ke depan ?
Dalam perencanaan ada 3 mata pelajaran yang berkolaborasi namun untuk mata pelajaran bahasa inggris baru muncul di 3 kelompok hasil produk murid, dengan perencanaan dan persiapan yang lebih matang kedepan diharapkan bisa mengajak lebih banyak guru untuk berkolaborasi pengerjaan projek. Membuat jadwal/agenda pengerjaan projek lebih terinci dan tersusun dengan baik, kemudian memperbaiki instrumen penilaian yang bisa menilai sikap, pengetahuan dan keterampilan dan yang paling penting profil pelajar pancasila yang diharapkan tercapai. Saat perencanaan diawal melibatkan para murid untuk berdiskusi lebih intens agar bisa menggali keinginan dan minat mereka, sehingga mereka bisa lebih banyak kontribusinya. Kedepan saya akan merencanakan lagi program yang bisa menghubungkan antara teori yang diaplikasikan kedalam dunia nyata karena kegiatan ini bisa menumbuhkembangkan kepemimpinan murid.
Penulis : Rahmat Sodik, A.Md., S.Pd.
GMP Matematika - Calon Guru Penggerak Angkatan 4
Salah satu yang menjadi pembeda dalam kurikulum operasional sekolah penggerak dengan kurikulum lainnya adalah dengan diwajibkannya sekolah mengadakan projek, untuk tingkat SMP minimal 3 tema projek setiap tahunnya dari 7 tema projek yang sudah disediakan pemerintah. Tujuh tema tersebut yaitu :
Gaya Hidup Berkelanjutan
Kearifan Lokal
Bhineka Tunggal Ika
Bangunlah Jiwa dan Raganya
Suara Demokrasi
Berekayasa dan Berteknologi Membangun NKRI
Kewirausahaan
Mengapa perlu adanya projek Profil Pelajar Pancasila ? Ki Hadjar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia mengungkapkan “... perlulah anak anak [Taman Siswa] kita dekatkan hidupnya kepada perikehidupan rakyat, agar supaya mereka tidak hanya memiliki ‘pengetahuan’ saja tentang hidup rakyatnya, akan tetapi juga dapat ‘mengalaminya’ sendiri , dan kemudian tidak hidup berpisahan dengan rakyatnya.”. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila merupakan pembelajaran lintas disiplin ilmu untuk mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan yang ada di lingkungan sekitarnya. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis projek (project-based learning), yang berbeda dengan pembelajaran berbasis projek dalam program intrakurikuler di dalam kelas. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dapat memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar dalam situasi tidak formal, struktur belajarnya yang fleksibel, kegiatan belajar lebih interaktif, dan juga terlibat langsung dengan lingkungan sekitar untuk menguatkan
berbagai kompetensi dalam Profil Pelajar Pancasila.
SMP Darul Falah 2 merupakan sekolah penggerak multitalenta yang ada di Kabupaten Bandung Barat dan sudah menerapkan kurikulum operasional sekolah penggerak sejak tahun ajaran 2021/2022. Projek Profil Pelajar Pancasila merupakan hal baru di sekolah, Dr.H. Agus HD Idris, S.Ag.,M.M. selaku kepala sekolah menyadari kebingungan para komite pembelajaran (sebutan untuk guru yang sudah mengikuti pelatihan sekolah penggerak saat awal terpilih) dalam memahami projek ini , namun beliau mengungkapkan jangan bingung jangan hawatir lakukan saja apa yang ada dalam pikiran kita, silahkan berekpresi dan bereksplorasi yang penting murid merasa bahagia dalam proses belajarnya.
Penulis diberikan kepercayaan menjadi ketua tim projek profil pelajar pancasila, dalam projek ke-3 ini mengambil tema kewirausahaan, Penulis mendesain pelaksanaan projek selama seminggu, siswa kelas 7 yang merupakan imbas kurikulum operasional sekolah penggerak selama seminggu mereka akan fokus belajar untuk pengerjaan projek.
Tahap persiapan dan perencanaan, Penulis mengumpulkan seluruh tim projek yang terdiri atas guru mata pelajaran kelas 7, komite pembelajaran dan panitia projek untuk mendengarkan curah pendapat judul projek yang akan dilaksanakan dan disepakati judul projeknya “ Membuat Detergen Cair dari Bahan Tumbuhan”. Untuk kelancaran kegiatan projek Penulis membagi tim menjadi 5 tim projek sesuai banyak rombel kelas 7 ada 5 rombel, kelas VII.1, VII.2, VII.3, VII.4 dan VII.5 , setiap tim mendampingi 1 rombel
Di tahun pertama menjadi sekolah penggerak untuk kegiatan projek masih bersifat intern belum melibatkan pihak luar, untuk nara sumber projek ini juga memberdayakan guru yang ada , Muhammad Iqbal Zakariya guru Ilmu Pengetahuan Sosial menjadi salah satu nara sumber projek membuat detergen cair, beliau memberikan pembekalan dan mendemonstraskan kepada tim projek.
Tahap Pelaksanakan Projek . Projek dimulai tanggal 21 sampai dengan 26 Februari 2022 dengan jadwal sebagai berikut :
SENIN, 21 FEBRUARI 2022
Peserta didik kelas 7 dikumpulkan di teras aula baru untuk menerima pengarahan :
a. Pengenalan dan pemahaman proyek oleh panitia
b. Tim Proyek membagi siswa menjadi 4-5 kelompok per kelas
c. Tim Proyek membimbing siswa untuk mempersiapkan alat dan bahan dan pembagian tugas
SELASA, 22 FEB 22
Tim proyek dan siswa mencari literatur tentang prosedur/langkah-langkah pembuatan detergen cair dari berbagai sumber (buku, internet , perpustakaan, nara sumber dll) kemudian mendiskusikan persiapan proyek prosedur alat dan bahan proyek, dan membuat desain label produk tiap kelas menngunakan aplikasi editor seperti canva, photoshop, correldraw atau lainnya.
RABU 23 FEB 22
Pengerjaan proyek pembuatan detergen cair dari bahan tumbuhan
KAMIS 24 FEB 22
Finishing, packing dan labeling proyek ; Siswa menyelesaikan proyek detergen cair, memasukkan kedalam jerigen 500ml dan memberikan label
JUMAT 25 FEB 22
Siswa dengan didamping tim proyek mendesain stand bazzar yang kreatif dan bagus
SABTU 26 FEB 22
Menggelar Expo Talent -Panen Karya siswa di teras aula madya Darul Falah
Membuat laporan hasil proyek dan evaluasi kegiatan
Expo talent panen karya projek siswa digelar pada akhir kegiatan projek di hari Sabtu, 26 Februari 2022, acara ini dihadiri dan disaksikan oleh Drs. H. Baehaqi, M.Si. Kepala SMP Darul Falah dan pengawas pembina sekolah penggerak H. Suparman, M.Pd. dalam sambutanya beliau memberikan apresiasi atas terlaksananya acara expo talent ini. Acara expo talent ini juga melibatkan orang tua/wali siswa, perwakilan orang tua/wali siswa berkata “ Saya merasa senang dan bangga pada anak kami bisa mengikuti pembelajaran projek serta mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah yang sudah membimbing anak-anak kami”, pungkas Yani Mulyani orang tua dari Jenny Sekar kelas VII.5.
Demi mengapresiasi dan saling memberikan inspirasi, Bapak Kepala SMP Darul Falah 2 mengajak para tamu undangan untuk berkeliling ke setiap stand melakukan gallery walk di ikuti para siswa kelas 7, 8 dan 9 secara bergiliran sesuai sesi yang dijadwalkan agar menghindari kerumunan. Para siswa kelas 7 ditantang juga untuk menjual hasil projek mereka ke guru-guru dan tamu yang sedang berada di lingkungan sekolah, luar biasa mereka berhasil menjualnya sampai-sampai ada stand yang ludes tidak menyisakan produknya.
3. Tahap Refleksi dan Evaluasi. Akhir dari rangkaian projek panitia dan tim projek bersama Kepala Sekolah melakukan refleksi dan evaluasi. Penulis selaku ketua tim projek mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh tim atas kerjasamanya selama ini sehingga kegiatan projek bisa terlaksana, pengalaman baru berkolaborasi yang melibatkan banyak guru menjadi sebuah pembelajaran dan menyadarkan penulis akan pentingnya saling berbagi dan berkolaborasi. Para murid terlihat menikmati proses pembelajaran selama seminggu, banyak hal yang tak terduga, mereka mengeluarkan kemampuan terbaik mereka, cakap dalam berbicara dan mampu beradaptasi dengan teknologi dengan cepat. Tidak lupa kepala sekolah sebagai penanggung jawab mengungkapkan kekagetanya dan keharuanya saat ada siswa yang mendekati beliau dan mengucapkan kalimat “ Bapak terima kasih, saya menjadi tahu dan belajar dengan kegiatan projek ini”.
Salah satu tujuan diadakanya projek penguatan profil pelajar pancasila di sekolah agar anak-anak dapat memecahkan masalah dunia nyata, mempersiapkan mereka dengan pengalaman (pengetahuan) dan kompetensi yang sesuai dengan tuntutan zaman. Dengan dilaksanakanya pembelajaran projek penguatan profil pelajar pancasila di SMP Darul Falah 2 berharap semoga para siswa menjadi siswa yang mencerminkan profil pelajar pancasila yang gotong royong, mandiri dan kreatif serta guru-guru nya menjadi pembelajar sepanjang hayat. Dan kedepanya pelaksanaan projeknya lebih optimal lagi.
Penulis :
Rahmat Sodik - Guru Matematika SMP Darul Falah 2 Kab. Bandung Barat
Calon Guru Penggerak Angkatan 4
“Proyek Profil Pelajar Pancasila” SMP Darul Falah 2 Membuat Detergen Cair Berbahan Tumbuhan
Cihampelas – Bandung Barat. SMP Darul Falah 2 berinovasi dengan membuat detergen cair dari bahan yang ramah lingkungan yaitu tumbuhan. Proyek ini dilakukan guna untuk menguatkan profil pelajar Pancasila yang dimana terdapat di dalam Kurikulum Merdeka yang sekarang ini sedang di gembor-gemborkan. Proyek tersebut dilaksanakan dalam kurung waktu satu bulan dan dengan tiga tahap. Tahap pertama yaitu perencanaan, persiapan, dan terakhir pelaksanaan yang dilakasanakan pada tanggal 7 hingga 26 Februari.
Pada tahap pertama para guru mulai merencanakan proyek yang akan dilaksanakan, seperti menentukan tema yang akan di angkat dan mengerucut pada produk. Alhasil yang di angkat adalah tema kewirausahaan dengan produk detergenn berbahan tumbuhan. Perencanaan dilaksanakan tanggal 7-12 Februari 2022.
Setelah tahap perencanaan selesai dan matang, maka di lanjut untuk lebih mematangkan lagi proyek masuk ke tahap persiapan yang dimana pada tahap ini mulai menyiapkan alat dan bahan yang akan di gunakan. Diantaranya yaitu ember, gelas plastik, gelas ukur, pengaduk, sendok, kemasan, penutup, MES;100gr, garam Nacl 100gr, NP-10; 3ml, Teepol 20 ml, Foam Booster 5ml, citrun 1 sendok makan rata, pafum 5ml, gliserin 10ml, pewarna secukupnya, air panas 1 liter, air dingin 1 liter. Adapun cara membuatnya yang pertama larutkan MES dengan ½ liter air panas aduk hingga benar-benar larut secara beramaan. Lalu larutkan pula garam Nacl dengan sisa air panas dan sisihkan. Lanjut masukan gliserin pada larutan mes selagi panas aduk hingga tercampur. Setelah itu campur dan aduk NP-10. Selanjutnya masukan foam booster aduk hingga larut. Lalu masukan Teepol aduk sampai tercampur. Masukan 1 sendok makan rata citrun jangan terlalu banyak dan aduk hingga larut. Kemudian tambahkan larutan tadi dengan 1 liter air dingin/suhu ruang dan aduk hingga merata. Tambahkan juga pewarna secukupnya jangan terlalu pekat dan jangan terlalu pucat, aduk sampai pewarna tercampur dengan pas. Masukan larutan garam Nacl yang tadi telah disiapkan, aduk hinnga larutan dingin dan mengental, jika terlalu kental tambahkan air sedikit demi sedikit sampai kekentalannya pas. Jika larutan telah dingin dan kekentalannya pas, Maka masukan bibit parfum aduk hingga wanginya tercium. Jika kurang wangi bibit parfum dapat ditambah jika stoknya masih ada. Apabila telah selesai, diamkan larutan 2-5 jam agar tercampur menjadi homogen dan agak bening. Jika sudah dapat dichek dan dikemas. Begitulah susunan bahan dan langkah-langkah dalam membuat detergen cair yang telah disiapkan untuk dilaksanakan pada tahap akhir. Tahap persiapan dilaksanakan pada tanggal 14 hingga 19 Februari.
Terakhir adalah tahap pelaksanaan. Tahap inti dari proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Para murid dibimbing oleh setiap guru yang telah dipilih dan dibentuk kelompok belajar membuat produk dari mulai menyiapkan bahan, mecampurkan bahan, dan menjadi produk detergen cair dengan pelaksanaan mulai tanggal 21 hingga 26 Februari. Produk tersebut lalu di kemas semenarik mungkin dan di pasangkan label lalu di jual pada warga luar sekolah yang hadir ke sekolah atau warga sekolah.
Deterjen ini sudah di uji coba sebelumnya sehingga layak untuk di gunakan dan di jual. Adapun kelebihan dan manfaat dari detergen cair berbahan tumbuhan ini ialah dapat membersihkan kotoran dan noda pada pakaian, ramah lingkungan dengan busa yang sedikit dapat membantu untuk mengurangi limbah busa yang mengalir dari rumah ke sungai hingga ke laut. tidak panas dan iritasi di tangan, tidak merusak lingkungan, tidak merusak serat pakaian, proses pembuatan tidak terlalu rumit dan bahaya, dan bahan-bahannya mudah dicari.
"Sekolah penggerak multitalenta dengan Murid para Penghapal Alquran dan Kitab Kuning"
SMP Darul Falah 2 yang berlokasi di Jl. Raya Cihampelas No.99 Kec. Cihampelas Kab. Bandung Barat merupakan sekolah terintegrasi pesantren, muridnya terdiri atas murid yang mondok dan non mondok. Sejak terpilih menjadi sekolah penggerak yang berada di wilayah Kabupaten Bandung Barat setahun yang lalu, SMP Darul Falah 2 semakin fokus untuk mengembangkan kompetensi siswa (talenta), menguatkan profil pelajar pancasila dalam setiap program sekolah.
Jumat 4/3/2022 SMP Darul Falah 2 selain mengadakan kegiatan memperingati Isra Miraj 1443H, momen ini dijadikan media untuk memberikan piagam penghargaan kepada para murid yang bertalenta sebagai penghapal Alquran atau kitab kuning.
Kepala sekolah SMP Darul Falah 2 H.Agus HD. Idris mengapresiasi sekecil apapun talenta anak bukan hanya bidang akademik atau prestasi lomba-lomba namun mengapresiasi juga potensi yang timbul dari keinginan sendiri.
"Sementara pola pikir kita siswa yang berprestasi adalah yang berbentuk akademik atau lomba-lomba, sementara yang tidak berbentuk lomba ,hasil inisiasi mereka sendiri belum mendapatkan apresiasi" Kata Agus.
Hasil pendataan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan Oni Saroni, didapatkan sebanyak 52 siswa yang bertalenta terdiri 16 siswa kelas 9, 33 siswa kelas 8, dan 3 siswa kelas 7, sebagai penghapal alquran atau kitab kuning. Berdasarkan jenis hapalannya terdiri dari : 16 murid penghapal Juzamma, 20 siswa penghapal Kitab Jurumiyah, 10 siswa penghapal kitab yaqulu dan 6 siswa penghapal kitab imrity.
Salah satu murid yang berhasil menghapalkan kitab kuning bernama Alfetra Darma kelas IX.3 mengungkapkan Para murid harus bisa memanaje waktu antara belajar materi pelajaran sekolah dan menghapal hapalannya, memiliki niat dan tekad yang kuat karena tidak mudah untuk menghapal quran/kitab. " Menghapal siang malam dengan sungguh-sungguh, membaca alquran dahulu sebelum menghapal, dan tawasul kepada pengarang kitab kemudian baru menghapalnya" tips Alfetra.
Semoga dengan memberikan apresiasi kepada para murid penghapal alquran dan kitab kuning bisa menguatkan dimensi profil pelajar pancasila , beriman bertaqwa pada Tuhan YME dan berakhlak mulia serta memiliki kemandirian.
Penulis
Rahmat Sodik - Guru Matematika
SMP Darul Falah 2
Calon Guru Penggerak Angkatan 4, Penulis buku Antologi Artikel Best Practise " Hikmah PJJ" Guru SMP Kab.Bandung Barat, Penulis buku antologi puisi guru dan siswa SMP Darul Falah 2 "Sintesan Pena", Guru Inspiratif SMP Darul Falah, SMP Darul Falah 2 dan SMA Darul Falah.
Maret - April 2021, Kepala Sekolah SMP Darul Falah 2 H. Agus Hidayat D. Idris, S.Ag., M.M. mengikuti seleksi kepala sekolah penggerak di SIMPKB.
Tahapan seleksi terdiri dari 2 Tahap.
Tahap 1 meliputi, seleksi administrasi, essai dan tes bakat skolastik
Tahap 2 meliputi seleksi simulasi mengajar dan wawancara
30 April / 2 Mei 2021, dinyatakan lulus menjadi kepala sekolah penggerak sekaligus SMP Darul Falah2 menjadi Sekolah Penggerak Tahun 2021, SMP Darul Falah 2 menjadi satu-satunya sekolah swasta dari 4 sekolah di Kabupaten Bandung Barat yang terpilih yaitu SMP Darul Falah 2, SMPN 3 Cipatat, SMPN 4 Cikalong Wetan dan SMPN 5 Gunung Halu, dari 574 SMP se-Indonesia
Penulis : Rahmat Sodik, WKS Bidang Kurikulum
Cihampelas, 4 Mei 2021
Dalam rangka mensosialisasikan bahwa SMP Darul Falah 2 terpilih menjadi Sekolah Penggerak sekaligus bentuk syukur, pimpinan sekolah H. Agus Hidayat D. Idris menceritakan awal perjalanan mengikuti seleksi kepala sekolah penggerak sampai terpilih menjadi kepala sekolah penggerak. Motivasi, inspirasi dan tauladan adalah hikmah yang bisa diambil dari cerita tersebut.
Pimpinan sekolah mengajak seluruh dewan guru untuk selalu bergerak, siap berubah menuju merdeka belajar , dengan terpilihnya menjadi sekolah penggerak guru-guru untuk siap-siap akan mendapatkan ilmu dan pengalaman yang baru
Setelah SMP Darul Falah 2 terpilih menjadi sekolah penggerak , berikutnya sekolah membentuk komite pembelajaran yang beranggotakan 13 orang terdiri dari 1 orang kepala sekolah, 1 orang pengawas, 1 orang Guru BK, dan 10 orang Guru Mapel.
Penulis : Rahmat Sodik, WKS Bidang Kurikulum
Tim BK SMP Darul Falah 2 membuat video terkait kecerdasan emosi dan pengendalian diri diharapkan agar para siswa mampu memiliki kecerdasan emosi dan mengendalikan dirinya.
Cihampelas, 17 Desember 2021
SMP Darul Falah 2 , Sekolah Penggerak Multitalenta, Jumat 24 Desember 2021
Kami memberikan penghargaan kepada siswa yang bertalenta baik di bidang akademik maupun akademik.
Berikut Siswa Multitalenta 10 Terbaik
BILQIS NURFAZRIA Kelas VIII.1
LITA ANGGRAENI Kelas VII.5
KHOIRO SALSABILA Kelas VII.5
M. MIFTAH FAUZY R. Kelas VIII.5
YUL FITRI Kelas VIII.1
ADHIYA UL HAQ Kelas VIII.5
AZZAHRA PUTRI RAMADHANI Kelas IX.2
MECCA FUTRI BANYUSEWU Kelas VII.5
NINA NURDIANTI Kelas IX.2
MUHAMAD HAIDAR ALI Kelas VII.1