For Junior
High School
only
For Junior
High School
only
Pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi siswa dalam bahasa internasional tersebut, baik secara lisan maupun tulisan, sesuai dengan konteks kehidupan sehari-hari.
Secara lebih rinci, tujuan pembelajaran ini meliputi:
Kemampuan Berbahasa (Language Skills)
Mengembangkan empat keterampilan utama — listening, speaking, reading, dan writing — agar siswa mampu memahami dan mengekspresikan makna dalam berbagai teks sederhana.
Pemahaman Budaya (Cultural Awareness)
Menumbuhkan kesadaran dan sikap positif terhadap budaya penutur asli Bahasa Inggris serta menghargai keragaman budaya di dunia.
Pembentukan Karakter dan Kemandirian Belajar
Melatih kepercayaan diri, tanggung jawab, dan kemandirian dalam menggunakan Bahasa Inggris sebagai sarana komunikasi dan pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning).
Kesiapan Menghadapi Perkembangan Global
Membekali siswa dengan kemampuan berbahasa yang menjadi dasar untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi dan menghadapi tantangan era globalisasi.
Materi Pembelajaran
Materi Bahasa Inggris di SMP disusun untuk membantu siswa menguasai keterampilan berbahasa secara terpadu, mencakup mendengarkan (listening), berbicara (speaking), membaca (reading), dan menulis (writing).
Secara umum, materi yang diajarkan meliputi:
Ungkapan dan Percakapan Sehari-hari
Seperti perkenalan, memberi dan merespons salam, meminta dan memberi informasi, menyatakan perasaan, serta melakukan percakapan sederhana di berbagai situasi.
Teks dan Jenis-jenisnya
Siswa dikenalkan pada berbagai jenis teks sederhana sesuai tingkatannya, antara lain:
Descriptive text (menggambarkan orang, tempat, atau benda)
Recount text (menceritakan pengalaman masa lalu)
Procedure text (menjelaskan langkah atau cara melakukan sesuatu)
Narrative text (cerita rakyat, fabel, legenda)
Report dan Invitation text (laporan dan undangan sederhana)
Struktur Bahasa (Grammar)
Meliputi penggunaan simple present tense, simple past tense, to be, pronouns, adjectives, dan bentuk kalimat dasar untuk mendukung kemampuan komunikasi.
Kosakata (Vocabulary)
Pengenalan dan penggunaan kosakata tematik seperti tentang keluarga, sekolah, hobi, pekerjaan, waktu, dan lingkungan sekitar.
Nilai dan Konteks Budaya
Materi juga menanamkan nilai-nilai positif seperti kerja sama, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap perbedaan budaya dalam komunikasi.
Assesment
Asesmen Bahasa Inggris di SMP bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa dalam memahami dan menggunakan bahasa secara komunikatif. Penilaian dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
Secara umum, bentuk asesmen meliputi:
Asesmen Pengetahuan (Knowledge Assessment)
Menilai pemahaman siswa terhadap kosakata, tata bahasa (grammar), dan isi teks melalui tes tertulis, kuis, atau tugas membaca dan mendengarkan.
Asesmen Keterampilan (Performance Assessment)
Mengukur kemampuan siswa dalam berbicara dan menulis melalui kegiatan praktik seperti dialog, presentasi, menulis teks, atau proyek berbasis tugas (project-based learning).
Asesmen Sikap (Attitude Assessment)
Mengamati sikap siswa dalam belajar Bahasa Inggris, seperti keaktifan, kepercayaan diri, kerja sama, dan rasa ingin tahu.
Asesmen Formatif dan Sumatif
Formative: dilakukan selama proses belajar untuk memberi umpan balik dan perbaikan.
Summative: dilakukan di akhir periode belajar (misalnya akhir semester) untuk mengetahui tingkat pencapaian kompetensi.
Galeri
Galeri pada website Bahasa Inggris berfungsi sebagai media dokumentasi dan apresiasi kegiatan pembelajaran. Melalui galeri, pengunjung dapat melihat berbagai foto, video, atau karya siswa yang berkaitan dengan kegiatan belajar Bahasa Inggris di sekolah.
Isi galeri biasanya mencakup dokumentasi kegiatan kelas, lomba bahasa Inggris, drama, speech contest, English day, hingga hasil proyek siswa seperti poster, video percakapan, atau presentasi.
Selain menjadi sarana publikasi, galeri juga berperan dalam menumbuhkan motivasi dan kebanggaan siswa, karena karya dan aktivitas mereka ditampilkan secara terbuka. Dengan demikian, galeri mendukung pembelajaran yang kreatif, komunikatif, dan berbasis pengalaman nyata.