Tatanén di Balé Atikan terdiri dari kata "Tatanén" yang artinya bertani atau bercocok tanam, lalu "Balé" yang artinya aula atau tempat yang luas, dan "Atikan" yang artinya pendidikan. Lebih jelasnya, Tatanén di Balé Atikan adalah sebuah gerakan pendidikan karakter untuk menumbuhkan kesadaran hidup ekologis dalam merawat bumi dan berguru pada bumi yang terintegrasi dalam kegiatan pertanian berbasis pancaniti dan permakultur sehingga dengan adanya gerakan ini peserta didik tumbuh dan berkembang sesuai dengan kodrat dirinya, alamnya, dan zamannya.
Pancaniti merupakan tahapan filosofi atikan kesundaan yang terdiri dari lima tahapan, yakni niti harti, niti surti, niti bukti, niti bakti, dan niti sajati. Sedangkan permakultur merupakan pertanian dengan tatanan kehidupan yang lestari, terus-menerus, dan permanen. Permakultur sendiri merupakan kata serapan bahasa Inggris, yakni permaculture yang merupakan singkatan dari permanent agriculture. Dengan basis yang luar biasa, semoga kegiatan Tatanén di Balé Atikan ini dapat meningkatkan kesadaran warga sekolah untuk menjaga, memelihara, dan memperbaiki kelestarian lingkungan hidup.
Berikut ini adalah dokumentasi kegiatan Tatanén di Balé Atikan yang dilaksanakan di SMPN Satap Terpadu Cileunca, meliputi persiapan, pemeliharaan, dan pemanenan.