TAHUN PELAJARAN 2026/2027
Pemerintah Kabupaten Purwakarta berfokus mengembalikan kearifan lokal yang hidup di masyarakatnya, salah satu program yang digalakan yaitu 7 Poé Atikan. Program ini meliputi rangkaian kegiatan pembinaan dan pengasuhan pelajar di dalam maupun di luar sekolah guna meningkatkan iman, taqwa, toleransi, dan cinta lingkungan. Singkatnya, 7 Poé Atikan ini adalah berbagai tema pendidikan karakter yang dikembangkan di Kabupaten Purwakarta berbasis nilai-nilai kesundaan selama sepekan, artinya selama sepekan ada 7 tema yang berbeda. Berikut ini adalah tema yang diusung dalam program 7 Poé Atikan.
Dalam Bahasa Indonesia, "Ajeg" artinya tegak sedangkan "Nusantara" adalah sebutan bagi seluruh wilayah Kepulauan Indonesia. Ketika dua kata tersebut digabungkan, Ajeg Nusantara adalah tegaknya seluruh bumi Nusantara beserta tradisi masing-masing daerahnya. Selain itu, Ajeg Nusantara juga bermakna tegak untuk menumbuhkan rasa nasionalisme. Implementasi Ajeg Nusantara di SMPN Satap Terpadu Cileunca yaitu seluruh peserta didik melaksanakan upacara bendera dengan harapan dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air dalam menjaga kesatuan.
Dalam Bahasa Indonesia, "Mapag" artinya menjemput sedangkan "Buana" artinya dunia. Jadi, Mapag Buana dapat diartikan bahwa seluruh peserta didik siap untuk memperluas wawasan dan kompetensi untuk menghadapi perkembangan zaman. Implementasi Ajeg Nusantara di SMPN Satap Terpadu Cileunca yaitu seluruh peserta didik melaksanakan literasi yang diawali dengan membaca suatu bacaan, lalu menuliskan isi pokok dalam bacaan tersebut, lalu menceritakan kembali bacaan tersebut dengan bahasa sendiri.
Dalam Bahasa Indonesia, "Maneuh" artinya tidak berubah sedangkan "Sunda" adalah suku bangsa yang mendiami daerah Jawa Barat. Jadi, Maneuh di Sunda dapat diartikan bahwa peserta didik yang berada di Kabupaten Purwakarta harus tetap mengenal jati diri dan budaya leluhurnya, yakni budaya Sunda. Hal ini dimaksudkan agar peserta didik bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia, khususnya menjadi masyarakat yang berbudaya Sunda. Implementasi Maneuh di Sunda di SMPN Satap Terpadu Cileunca yaitu seluruh peserta didik melaksanakan kegiatan yang disebut kaulinan barudak, yaitu permainan tradisional yang mengandung nilai kebudayaan Sunda. Selain itu, peserta didik juga dikenalkan dengan pakaian Sunda yang dikenakan pada hari tersebut, yaitu perempuan mengenakan kebaya sedangkan laki-laki mengenakan kampret.
Nyanding Wawangi memiliki arti kebebasan berestetika dalam berpenampilan. Dalam hal ini, peserta didik dituntut untuk lebih kreatif terutama dari sisi kepekaan sosial. Selain itu, peserta didik diajarkan untuk lebih saling menghormati dan menebar kasih sayang antarsesama. Implementasi Nyanding Wawangi di SMPN Satap Terpadu Cileunca yaitu seluruh peserta didik melaksanakan pembelajaran yang bersifat meningkatkan kreativitas, di antaranya kreasi seni (menyanyi, menari, dll) dan senam.
Pada hari Jumat, peserta didik dituntut untuk mengasah kesucian hati, jiwa, dan pikiran agar tetap terjaga serta selalu dekat dengan Tuhan YME yang disebut Nyucikeun Diri. Implementasi Nyucikeun Diri di SMPN Satap Terpadu Cileunca yaitu seluruh peserta didik melaksanakan pembiasaan membaca Yasin dilanjutkan dengan kultum, yakni kuliah tujuh menit.
Pada hari Sabtu dan Minggu, peserta didik tidak dibebani tugas sekolah. Para orangtua diharapkan memiliki waktu luang untuk bercengkerama dengan peserta didik dan membangun kebersamaan dengan berbagai cara, misalnya membantu orangtua, makan bersama, melakukan aktivitas keagamaan bersama, dan liburan bersama.