Mandala Karsa, 26 Desember 2024
SMPN 2 Tegalwaru mengikuti kegiatan Festival TdBa yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan KAbupaten Purwakarta dengan nama kegiatan Festival Gandrung Mulasara 2024 yang bertempat di Gedung SKB dan Mandala Karsa. Rangkaian kegiatan dilaksanakan dari tanggal 24 s.d. 26 Desember 2024, yaitu Pelaksanaan Pelatihan dan workshop dari tanggal 24 dan 25 Desember 2024. Kemudian dilanjutkan dengan acara puncak Festival TdBA yaitu Festival makanan, minuman, dan greencycle yang merupakan produk dari program TdBA di tiapa sekolah. Setiap sekolah mengusungkan produk unggulannya berupa makanan, minuman, dan/atau greencycle dengan mengisi fortofolio terlebih dahulu untuk dikurasi oleh panitia. Kemudian bagi sekolah yang lolos kurasi, maka harus menyajikan produknya sesuai ketentuan porsi yang telah ditentukan panitia.
Mandala Karsa, 24 Desember 2024
Ibu Hetty Kusmiati, merupakan merupakan salah satu peserta perwakilan dari sekolah yang mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta guru SMP dari berbagai sekolah dengan Narasumber dari TIM Ecoprint SMPN 1 Bungursari.
Mandala Karsa, 24 Desember 2024
Ibu Hetty Kusmiati, merupakan merupakan salah satu peserta perwakilan dari sekolah yang mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini diikuti oleh 140 peserta VIP, Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, dan guru SD dan SMP dari berbagai sekolah dengan menghadirkan Narasumber dari WIBI.
SKB, 26 Desember 2024
SMPN 2 Tegalwaru merupakan salah satu sekolah yang lolos kurasi, maka wajib mengikuti kegiatan Festival makanan yang akan disajikan. Adapun makanan yang lolos kurasi yaitu CenBiU (Cendol Ubi Ungu) dengan peserta dari siswa yaitu Zahra Sri Ramadani dan pembimbing Ibu Arlin Nurmaliani, SPd.I.
Kegiatan ini diikuti berbagai sekolah SD dan SMP se-Kabupaten Purwakarta dengan ratusan produk yang disajikan.
SELAI STRAWBERRY
BUBUR SUMSUM BUNGA TELANG DAN KERIPIK BAYAM BRAZIL
TANAMAN STRAWBERRY
TATANEN DI BALE ATIKAN
disdik.purwakartakab.go.id -- Salah satu tujuan tatanen di bale atikan adalah menjadikan kebun sekolah sebagai laboratorium alami. Hal tersebut seiring dengan karakteristik mata pelajaran IPA bahwa alam merupakan salah satu sumber belajar. Penulis mencoba untuk menjadikan kebun sekolah sebagai tempat untuk melaksanakan penelitian bagi siswa. Salah satu contoh penelitian sederhana untuk menjawab pertanyaan bagaimana pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan tinggi tanaman.
Supaya penelitian tersebut dapat terlaksana dengan lancar maka kita dapat melaksanakan perlakuan sebagai berikut, pertama kita menempatkan tanaman A ditempat yang terang terkena sinar matahari sepanjang siang dan tanaman B ditempatkan ditempat yang redup atau tidak terkena sinar matahari sepanjang siang. Dalam penelitian, kedua perlakuan tersebut merupakan variabel bebas.
Dalam penelitian ini, pertumbuhan tinggi tanaman sebagai variabel terikat. Diharapkan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi tumbuhan hanya perlakuan penempatan tanaman di tempat gelap dan terang atau istilah lainnya intensitas cahaya rendah untuk kondisi gelap sedangkan intensitas cahaya tinggi untuk kondisi terang.
Supaya hanya dua keadaan gelap dan terang yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tumbuhan, maka perlu ditentukan perlakuan yang tetap atau disebut variabel kontrol. Variabel kontrol dalam penelitian ini diantaranya jenis tanamannya sama, waktu atau lamanya penelitian sama, frekuensi dan volume penyiraman yang sama perharinya, ukuran awalnya sama, alat ukur panjang yang digunakan sama, jenis tanah atau media tanam sama, pupuk komposnya sama. Jika variabel kontrolnya diperlakukan sama maka hasil penelitiannya akan optimal.
Seorang guru mesti yakin bahwa penelitian sederhana yang dilakukan siswa akan berhasil. Supaya guru yakin maka guru harus menelaah SKL, silabus Kurikulum 2013, Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi dasar (KD) yang terkait dengan Program Tatanen di Bale Atikan (TdBA), membuat Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK). Menentukan Materinya, Membuat perencanaan atau persiapan yang matang dengan membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis penelitian atau inkuiri kemudian menyiapkan Lembar Kerja Siswa, dan format penilaian pengetahuan dan keterampialn beserta Rublik Penilaiannya.
Tujuan yang diharapkan dari pembelajaran berbasis penelitian ini diharapkan siswa memiliki karakter atau sikap ilmiah (jujur, teliti, tanggung jawab, gotong royong, rasa ingin tahunya tinggi, pengetahuannya luas dan keterampilan optimal, merasakan dan mengalami bagaimana seorang ilmuwan atau peneliti menemukan teori, hukum, prinsip, postulat atau penemuannya.
Selain itu dengan pembelajaran berbasis penelitian muncul kemampuan siswa dalam mengidentifikasi masalah, memprediksi ataupun membuat jawaban sementara (Hipotesis), merencanakan penelitian termasuk mempersiapkan variabel, alat dan bahan juga langkah langkah percobaan, melakukan penyelidikan/percobaan/penelitian, selanjutnya siswa dapat menganalisis dan mengolah data dalam bentuk tabel, grafik dan diagram, lalu siswa dapat menyimpulkan, dan pada akhirnya dapat mengkomunikasikan atau mempresentasikan hasil temuannya di depan kelas. dan tentunya yang paling penting penelitiannya dapat bermanfaat baik untuk diri sendiri, sesama, bangsa dan negara, juga alam serta dapat menerapkan dalam kehidupan sehari hari.
Tulisan singkat ini sebagai salah satu contoh program Tatanen di Bale Atikan berbasis penelitian sederhana bagi siswa SD dan SMP khususnya di Kabupaten Purwakarta. Bapak ibu guru bisa mengembangkan dengan variabel bebas yang lainnya, misalnya pengaruh frekuensi penyiraman, pengaruh Media tanam, pengaruh pemberian kompos, pengaruh pemberian Pupuk Organik Cair (POC), pengaruh Ecoenzim dan sebagainya terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, ataupun bisa di materi atau mata pelajaran yang lainnya.
Harapan penulis, dengan tulisan yang sederhana ini sedikitnya dapat mengingatkan, pemicu, ataupun contoh yang bisa dilaksanakan oleh bapak ibu guru supaya program TdBA bisa berjalan dengan sukses sehingga terjadi Harmoni Seisi Bumi.
Penulis adalah Enjang Sarip Hidayat (Pelatih Desain Pembelajaran TdBA dan Tim Pengembang Kurikulum SMP disdik Kab.Purwakarta)