Inovasi Fishtech:
Transformasi Ikan Tuna Menjadi Dendeng Sehat, Berprotein Dan Bergizi Tinggi
Transformasi Ikan Tuna Menjadi Dendeng Sehat, Berprotein Dan Bergizi Tinggi
Kelompok kami memilih untuk membuat dendeng ikan dengan judul "Transformasi Ikan Tuna Menjadi Dendeng Sehat dan Bergizi Tinggi" karena ikan tuna merupakan sumber protein yang sangat baik dan banyak tersedia di Indonesia dengan spesies lokalnya. Berdasarkan data Food and Agriculture Organization (FAO), Indonesia merupakan salah satu produsen tuna terbesar di dunia dengan volume tangkapan mencapai 752.118 ton pada tahun 2022, atau sekitar 15 persen dari total produksi global. Ikan tuna dikenal memiliki kandungan protein yang tinggi, berkisar antara 22,6 hingga 26,2 gram per 100 gram daging, serta rendah lemak, sehingga sangat baik untuk kesehatan.
Dari sisi lingkungan sendiri, pengolahan ikan menjadi sebuah produk dendeng dapat membantu mengurangi ikan yang terbuang karena cepat rusak. Penggunaan ikan tuna lokal juga membantu memanfaatkan sumber daya perikanan yang melimpah di daerah. Berdasarkan beberapa studi tentang dendeng ikan di Indonesia, mayoritas penelitian menggunakan spesies lokal seperti tongkol (Euthynnus affinis) yang memiliki kandungan protein sekitar 20,27%, serta tuna sirip kuning (yellowfin tuna) dengan protein 22,6–26,2 gram per 100 gram daging. Studi-studi tersebut menunjukkan kelayakan teknis pengolahan ikan tuna menjadi dendeng serta potensi besar dalam pemanfaatan sumber daya perikanan daerah.
Pemilihan proyek ini juga beranjak dari pengamatan kami terhadap kebiasaan siswa di SMA Negeri 4 Jakarta. Berdasarkan pengamatan awal bahwa, ditemukan sebagian besar siswa jarang mengonsumsi ikan karena terkendala oleh bau amis, duri yang menyulitkan, serta rasa yang kurang menarik akibat penggunaan MSG berlebihan. Padahal, di sisi lain, siswa lebih menyukai makanan ringan yang praktis, gurih, dan pedas. Melalui inovasi dendeng ikan tuna ini, kami berharap dapat menghadirkan olahan ikan yang tidak amis, tanpa duri, praktis, juga bergizi tinggi serta memiliki cita rasa yang sesuai dengan preferensi siswa, sehingga dapat meningkatkan minat konsumsi ikan di kalangan generasi muda, khususnya di lingkungan SMA Negeri 4 Jakarta.
Gilang Satria Pratama
Ketua Kelompok
M Khadafi Abdillah
Bent Jordan
M. Fachry
Ibrahimovic W.P.A
Christian Jovano
LATAR BELAKANG
Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki sumber daya perikanan yang melimpah. Berdasarkan data Food and Agriculture Organization (FAO), pada tahun 2022 volume tangkapan tuna Indonesia mencapai 752.118 ton, menjadikan Indonesia sebagai produsen tuna terbesar di dunia dengan kontribusi sekitar 15 persen dari total produksi global. Ikan tuna juga memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi, dengan protein berkisar antara 22,6 hingga 26,2 gram per 100 gram daging serta rendah lemak. Meskipun potensi perikanan sangat besar, pemanfaatan ikan lokal sebagai bahan pangan masih belum optimal. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan, produksi perikanan tangkap mencapai 3,34 juta ton dan budidaya mencapai 6,37 juta ton pada tahun 2024. Namun, masih terdapat kendala dalam rantai pasok dan industri pengolahan.
Salah satu permasalahan yang masih dijumpai adalah terbatasnya variasi produk olahan ikan yang dapat diterima oleh masyarakat, terutama generasi muda. Ikan umumnya dikonsumsi dalam bentuk sederhana seperti digoreng atau dibakar, sehingga kurang menarik minat konsumen muda. Melalui inovasi dendeng ikan tuna ini, kami berharap dapat menghadirkan olahan ikan yang praktis, lezat, higienis, serta kaya protein dan gizi, sekaligus meningkatkan minat konsumsi ikan di kalangan generasi muda, khususnya di lingkungan SMA Negeri 4 Jakarta.