Ketika nyamuk Aedes aegypti membawa bakteri alami bernama Wolbachia, mereka mengurangi kemampuan nyamuk untuk menularkan virus seperti demam berdarah, Zika, chikungunya, dan demam kuning.
Bagaimana Nyamuk Menyebarkan Penyakit
Nyamuk secara alamiah tidak membawa virus – ia mendapatkan virus dari orang sakit yang digigit nyamuk tersebut dan juga Nyamuk dapat membawa 4 sekaligus virus .
Hanya nyamuk betina yang menggigit manusia, sehingga hanya nyamuk betina yang bisa menyebarkan virus.
Jumlah Masyarakat Terdampak Penyakit yang Ditularkan Nyamuk Terus Meningkat
Peningkatan populasi dan mobilisasi/perpindahan penduduk, serta perubahan cuaca dalam beberapa tahun terakhir ini menyebabkan peningkatan jumlah nyamuk Aedes aegypty.
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) saat ini ditengarai sebagai penyakit akibat gigitan nyamuk yang paling serius di dunia, menurut WHO. Penyakit ini meningkat secara cepat hingga 30 kali lipat selama 50 tahun terakhir.
Nyamuk Aedes aegytpy adalah penyebar utama dari virus Dengue, Zika, Demam Kuning & Chikungunya
Peningkatan populasi dan mobilisasi/perpindahan penduduk, serta perubahan cuaca dalam beberapa tahun terakhir ini menyebabkan peningkatan jumlah nyamuk Aedes aegypti.
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) saat ini ditengarai sebagai penyakit akibat gigitan nyamuk yang paling serius di dunia, menurut WHO. Penyakit ini meningkat secara cepat hingga 30 kali lipat selama 50 tahun terakhir.
.
Apa Itu Wolbachia
Wolbachia adalah bakteri alamiah yang terdapat pada serangga yang hidup di sekitar, biasanya bakteri wolbachia ditemukan pada 50 persen spesies serangga, termasuk beberapa nyamuk, lalat buah, ngengat, capung dan kupu-Kupu.
Wolbachia hidup di dalam sel serangga dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui telur serangga. Nyamuk Aedes aegypti biasanya tidak membawa Wolbachia, namun banyak nyamuk lain yang membawa Wolbachia.
Bagaimana Metode Wolbachia Bekerja
Metode Wolbachia kami sederhana.
Oleh peneliti, ditemukan bahwa Wolbachia dapat menghambat pertumbuhan virus seperti Dengue, Chikungunya dan Zika dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti.
Ini berarti bahwa, nyamuk Aedes yang dalam tubuhnya ada Wolbachia memiliki kemampuan yang lebih rendah untuk menularkan virus kepada manusia.
Ketika populasi nyamuk Aedes ber-Wolbachia terbentuk dalam populasi nyamuk, hal ini mengakibatkan penurunan insiden penyakit akibat virus Dengue, Zika dan Chikungunya.
Jadi, kami mengembangkan nyamuk Aedes ber-Wolbachia, kemudian bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk dititipkan ember berisi telur-telur nyamuk Aedes ber-Wolbachia, yang akan menetas dan menyebar dalam populasi nyamuk setempat.
Metode Wolbachia ini dapat melindungi masyarakat dari penyakit yang ditularkan nyamuk, tanpa menimbulkan risiko bagi ekosistem alami. Metode ini bersifat berkelanjutan secara alami.
Apakah Aman
Wolbachia adalah salah satu jenis bakteri paling umum di dunia, terdapat pada 50% spesies serangga, termasuk lebah, kupu-kupu, ngengat dan lalat buah.
Manusia dapat terpapar Wolbachia tanpa mereka sadari (secara alami) melalui makanan yang mereka konsumsi dan serangga yang menggigit mereka tanpa menimbulkan risiko kesehatan. Wolbachia juga tidak mempengaruhi populasi nyamuk dan mengubah ekosistem alamiah nyamuk.
Di Indonesia, para ahli telah melakukan analisis risiko dimana risiko pemanfaatan metode ini untuk ekosistem hasilnya neglible (sangat minimal dan dapat diabaikan)
Bagaimana kami Melepas Nyamuk Aedes aegypty Ber-Wolbachia
Kami bekerja sama dengan masyarakat dan pemerintah setempat untuk membantu kami menyebarkan nyamuk ber-Wolbachia pada masyarakat menggunakan ember yang kami sebarkan sesuai dengan jarak tertentu
Bukan hanya pada masyarakat kami pun menyebarkan ember-ember tersebut di tempat-tempat sosial dan umun yang tersebar di masyarakat terutama pada kantor-kantor pemerintahan, sekolah, ruang publik terpadu ramah anak, pusat perbelanjaan, apartemen hingga perkantoran
"Program ini melibatkan banyak orang di setiap lapisan masyarakat, namun dengan kerjasama dan komitmen selama prosesnya, maka dapat dipastikan manfaat dari program ini akan terasa, program ini hanya sekali dengan proses pelepasan selama 8 bulan"
Bagaimana kita tahu itu Berhasil
Setelah penyebaran ember-ember kami lakukan, serta dilakukan penggantian air dan telur nyamuk setiap 2 minggu sekali, setelah itu kami lakukan penangkapan nyamuk untuk melihat populasi penyebaran
Hasil penangkapan tersebut akan kami kirimkan ke laboratorium untuk di PCR
Penarikan ember-ember dari lingkungan akan dilakukan apabila hasil populasi nyamuk sudah mencapai minimal atau lebih besar dari 60% di suatu wilayah.
Penurunan kasus penyakit DBD baru akan terlihat hasilnya di 1-2 tahun setelah penarikan ember.