Goa Mertan berada di Dusun Mertan, tak jauh dari Waduk Mulur, berupa cerukan di antara tebing yang menurut cerita lisan pernah menjadi persembunyian pejuang anak buah Pangeran Diponegoro atau sosok yang kelak dikenal sebagai Eyang Sayyidiman, tokoh yang juga dimakamkan di Waduk Mulur. Di dalamnya terdapat dua sendang, Sendang Lanang (laki-laki) dan Sendang Wedok (perempuan), yang dipisahkan sumur tua dan dipercaya tak pernah kering meski kemarau, sehingga menjadi tempat menyucikan diri dan bertapa. Puncak keramaian terjadi setiap malam 1 Suro, dan desa kini tengah menyiapkan masterplan pengembangan sebagai destinasi wisata religi pendamping Makam Eyang Sayyidiman.
Bawalah hand sanitizer
Cuci tangan dengan baik setelah mengunjungi tempat wisata dan sebelum makan
Pakailah Sunscreen
Bawa obat yang diperlukan
Pilihlah makanan yang aman
Kenyamanan berwisata merupakan tanggung jawab bersama. Tidak hanya tentang tempat yang nyaman, tetapi juga tentang cara menjaga lingkungan dan menghargai sesama pengunjung.
Lalu, apa yang bisa kamu lakukan?
Menghormati tempat yang sedang dikunjungi
Menjaga ketenangan
Menghargai ruang personal
Menghormati privasi
Menjaga kebersihan dan fasilitas
Berdasarkan UU No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan:
Setiap wisatawan wajib menjaga & melestarikan daya tarik wisata, menghormati adat dan budaya setempat, serta menjaga ketertiban lingkungan.
Sengaja merusak daya tarik wisata secara fisik diancam pidana penjara hingga 7 tahun dan denda hingga Rp10 miliar.
Wisatawan yang melanggar dapat dikenai teguran lisan; jika diabaikan, dapat diusir dari lokasi.