Setiap tempat memiliki cerita, sejarah, dan nilai yang membuatnya berarti. Dengan mengenal sejarah di balik tempat yang dikunjungi, kita dapat memahami nilai dan cerita yang melekat pada tempat tersebut sehingga terwujudlah hubungan yang lebih bermakna, tumbuhnya rasa menghargai, serta lebih terdorong untuk menjaga dan memperlakukan tempat tersebut dengan baik.
Hamparan air yang menghidupi sawah-sawah di sekitarnya, sekaligus tempat warga melempar pancing dan menunggu senja. Ada lebih banyak yang bisa tumbuh di sini daripada yang terlihat dari tepiannya.
Sebuah cerukan di antara tebing, dengan dua sendang yang konon tak pernah kering meski kemarau panjang. Ada alasan mengapa tempat ini justru paling ramai ketika hari berganti di malam tertentu.
Dikelilingi sungai dan pepohonan tua, tempat ini menyimpan nama yang asal-usulnya masih memiliki lebih dari satu versi. Justru dari ketidakpastian itulah daya tariknya bermula.
Ketika waduk dibangun dan warga berpindah, satu tempat sengaja dibiarkan tetap di posisinya. Kini ia berdiri dikelilingi air—dan tetap didatangi.
Bawalah hand sanitizer
Cuci tangan dengan baik setelah mengunjungi tempat wisata dan sebelum makan
Pakailah Sunscreen
Bawa obat yang diperlukan
Pilihlah makanan yang aman
Kenyamanan berwisata merupakan tanggung jawab bersama. Tidak hanya tentang tempat yang nyaman, tetapi juga tentang cara menjaga lingkungan dan menghargai sesama pengunjung.
Lalu, apa yang bisa kamu lakukan?
Menghormati tempat yang sedang dikunjungi
Menjaga ketenangan
Menghargai ruang personal
Menghormati privasi
Menjaga kebersihan dan fasilitas
Berdasarkan UU No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan:
Setiap wisatawan wajib menjaga & melestarikan daya tarik wisata, menghormati adat dan budaya setempat, serta menjaga ketertiban lingkungan.
Sengaja merusak daya tarik wisata secara fisik diancam pidana penjara hingga 7 tahun dan denda hingga Rp10 miliar.
Wisatawan yang melanggar dapat dikenai teguran lisan; jika diabaikan, dapat diusir dari lokasi.