Mata air ini pertama kali ditemukan sekitar tahun 1916 oleh Belanda.
Pengelolaan pertama sumber mata air ini dilakukan oleh Inlando Water Bedrij pada tahun 1917. Kala itu, air yang melimpah ruah dari sumber ini hanya diperuntukkan bagi orang-orang Belanda yang tinggal di Kota Pasuruan dan Surabaya.
Berdasarkan informasi yang digali dari sejumlah sumber, pada masa pemerintahan belanda, air umbulan digunakan oleh Warga Belanda yang tinggal di Kota Pasuruan dan Kota Surabaya. Masing-masing wilayah tersebut terbagi atas 65 liter/detik untuk Kota Pasuruan dan 110 liter/detik untuk Kota Surabaya.
Sumber : www.wartabromo.com/2014/12/04/menyingkap-sejarah-mata-air-membuka-mata-hati/
PETA SKEMA JARINGAN SUMBER UMBULAN
STRUKTUR ORGANISASI SUMBER MATA AIR UMBULAN UPT PSDA WS WELANG PEKALEN DI PASURUAN