Desa Bukit Bamba merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah. Pada mulanya, masyarakat bermukim di sebuah kawasan yang berada di tepi Sungai Kahayan dengan nama Desa Bamba. Kehidupan masyarakat pada masa itu sangat bergantung pada sungai sebagai jalur transportasi dan sumber mata pencaharian. Namun, karena letaknya berada di dataran yang rendah, desa ini sering mengalami banjir ketika debit air Sungai Kahayan meningkat.
Melihat kondisi tersebut, pada tahun 1950 para tokoh masyarakat bersama warga bermusyawarah untuk memindahkan permukiman ke tempat yang lebih tinggi agar kehidupan masyarakat menjadi lebih aman dan nyaman. Lokasi yang dipilih berada di kawasan perbukitan yang berjarak kurang lebih satu kilometer dari muara Sungai Kahayan, tepatnya di sekitar aliran Sungai Baruh. Sejak perpindahan tersebut, nama desa diubah dari Desa Bamba menjadi Desa Bukit Bamba. Nama tersebut dipilih karena letak permukiman baru berada di daerah yang lebih tinggi atau berbukit.
Sejak dahulu hingga sekarang, masyarakat Desa Bukit Bamba hidup berdampingan dengan alam. Sungai Baruh serta tiga danau yang ada, yaitu Danau Rasau, Danau Bakung, dan Danau Matei, menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Selain dimanfaatkan sebagai jalur transportasi, kawasan tersebut juga menjadi sumber mata pencaharian melalui kegiatan menangkap ikan, berkebun, serta mengelola tanaman karet dan rotan.
Seiring berjalannya waktu, Desa Bukit Bamba terus mengalami perkembangan. Berbagai sarana dan prasarana mulai dibangun untuk menunjang kebutuhan masyarakat, seperti jalan desa, jaringan listrik, fasilitas air bersih, kantor desa, serta sarana pendidikan. Pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Adapun masyarakat yang berdomisili di desa ini adalah mayoritas dari suku Dayak Ngaju hanya sebagian yang bersuku Jawa.
Saat ini, Desa Bukit Bamba terus berupaya mengembangkan potensi yang dimiliki, baik di bidang pertanian, perkebunan, maupun pariwisata desa. Dengan tetap menjaga nilai-nilai gotong royong dan adat istiadat yang telah diwariskan oleh para leluhur, masyarakat bersama pemerintah desa terus membangun Desa Bukit Bamba agar menjadi desa yang maju, mandiri, dan tetap melestarikan kearifan lokal.