Desa Ujung Pandaran
Desa Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah. Dibutuhkan waktu kurang lebih dua jam perjalanan darat dari pusat Kota Sampit, yang berjarak sekitar 80 kilometer. Luas desa ini mencapai 28.200 hektare, dan sebagian besar berada di pesisir yang berhadapan dengan Laut Jawa. Lokasi ini membuat Ujung Pandaran menjadi salah satu daerah penting dari segi potensi ekonomi dan daya tarik pariwisata.
Desa ini memiliki sejarah yang cukup lama. Sejak pemerintahan Swapradja Kotawaringin pada 1 Mei 1950, Ujung Pandaran telah digunakan sebagai wilayah pesisir strategis dan jalur perlintasan nelayan. Pada tahun 1971, Ujung Pandaran resmi ditetapkan sebagai desa dengan struktur pemerintahan yang terdiri dari 3 RU dan 6 RU. Area Desa Ujung Pandaran memiliki topografi yang beragam. Tidak hanya garis pantai yang panjang dan landai, tetapi juga daratan tandus yang sulit ditanami. Di beberapa tempat, ada rawa. Kombinasi topografi ini menimbulkan tantangan dan peluang pada saat yang sama, terutama dalam hal pengelolaan sumber daya alam. Terlepas dari kenyataan bahwa beberapa wilayah tidak cocok untuk pertanian, potensi hasil laut dan pesisir tetap menjadi pilar utama ekonomi desa.
Di Ujung Pandaran, iklimnya tropis dengan dua musim utama, musim hujan dan musim kemarau. Namun, musim panceklik atau kemarau panjang, yang terjadi hampir setiap tahun, terutama dari bulan Juni hingga Desember, biasanya menyebabkan hasil tangkapan nelayan menurun drastis, yang berdampak pada ekonomi masyarakat. Sebagian besar warga Desa Ujung Pandaran hidup dari perikanan. Sebagian besar orang bekerja sebagai nelayan, sementara lainnya bekerja sebagai buruh nelayan yang membantu dalam melaut dan mengolah hasil tangkapan. Kehidupan masyarakat dekat dengan laut, mulai dari mencari ikan, udang, dan kepiting hingga mengolahnya menjadi berbagai produk olahan seperti ikan asin dan kerupuk ikan. Aktivitas ini membentuk identitas budaya masyarakat pesisir selain menjadi mata pencaharian utama mereka.
Dalam hal budaya dan sosial, hampir 99% orang di Ujung Pandaran beragama Islam. Selain itu, banyak tempat ibadah di desa tersebut berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan dan memperkuat hubungan sosial antarwarga. Ujung Pandaran tidak hanya dikenal sebagai desa nelayan, tetapi juga dikenal sebagai tempat wisata. Destinasi unggulan Pantai Ujung Pandaran memikat pengunjung lokal dan asing. Dengan pemandangan alam yang indah, suasana tenang jauh dari keramaian kota, serta panorama matahari terbenam (sunset) menjadi momen favorit pengunjung. Ujung Pandaran adalah desa penghasil laut dengan banyak potensi wisata karena keindahan pantainya. Desa Ujung Pandaran, dengan segala potensinya, terus berkembang menjadi wilayah pesisir yang penting di Kabupaten Kotawaringin Timur. Desa ini kaya akan sumber daya dan nilai budaya karena hasil laut yang melimpah, tradisi masyarakat pesisir yang kuat, dan keindahan alam.
KANTOR DESA
UJUNG PANDARAN - TELUK SAMPIT - KOTAWARINGIN TIMUR
Alamat : Putra Nelayan RT.004/RW.001 Desa Ujung Pandaran
Kode Pos : 74363
No.Telp : 082253139002
Fax : N/A
Email : desaujungpandaran@kotimkab.go.id
Website : ujungpandaran-kotim.desa.id