BUGURUINDAH_ Mengutip dari https://pusdiklat.perpusnas.go.id/_E-learning adalah singkatan dari elektronic learning atau pembelajaran elektronik. Bullen & Jeans (2007:176) mendefinisikan e-learning sebagai proses pembelajaran yang menggunakan teknologi internet untuk memfasilitasi, menyampaikan, dan memungkinkan berjalannya proses pembelajaran jarak jauh. Konsep pembelajaran ini sebenarnya bukan hal yang baru. E-learning telah dimulai pada tahun 1970-an (Waller dan Wilson, 2001). Berbagai istilah lain yang digunakan diantaranya adalah: online learning, internet-enabled learning, virtual learning, web based distance education, e-learning, web based teaching and learning.
Aktivitas e-learning dapat diklasifikasikan menurut waktu pelaksanaan pembelajaran (Clark & Mayer dalam Klinger, 2008:179) yaitu:
Synchronous
adalah tipe pembelajaran di mana pengajar dan peserta didik dapat berinteraksi langsung satu sama lain dalam waktu yang
sebenarnya (real-time).
Asynchronous
Adalah tipe pembelajaran di mana pengajar dan peserta didik tidak berinteraksi secara langsung atau tidak simultan. Dalam
asynchronous, pengajar dapat memanfaatkan berbagai media seperti menggunakan video, computer atau cara lain dan peserta
didik merespon di lain waktu. (Sumber : https://pusdiklat.perpusnas.go.id)
Apa pentingnya e-learning?
E-Learning memungkinkan lembaga pendidikan untuk mengurangi biaya tenaga pengajar, peralatan kelas, penyewaan situs pelatihan online, dan percetakan buku. Lembaga pendidikan tidak perlu menghadirkan tenaga pengajar yang berbeda untuk setiap kelas, mencetak ratusan buku, dan merenovasi ruangan kelas.
Apa saja aplikasi e-learning?
Berikut ulasannya:
SEVIMA EdLink. EdLink adalah aplikasi yang membantu mahasiswa dan dosen dalam kegiatan pembelajaran. ...
Moodle. Moodle adalah sebuah aplikasi CMS eLearning berbasis website yang dapat mengubah sebuah media pembelajaran offline ke dalam bentuk online (web based)
3. Google Classroom.
4. Edmodo.
Aih. . . .! Ternyata Google Classroom juga termasuk aplikasi e-learning lho !
Sepertinya sekolah kita belum semaksimal mungkin untuk memanfaatkan layanan ataupun fitur-fitur yang ada pada Google Classroom.
Jadi ingat masa-masa pandemi dulu ketika pembelajaran musti dilaksanakan secara daring, saya coba manfaatkan Google Site dan memantau dari rumah siapa saja yang saat itu sedang online dan mengerjakan tugas yang saya berikan. Ternyata tidak semua ortu bisa menerima inovasi ini dengan baik. Ada yang masih mengeluhkan sedikit ribet ketika mendampingi belajar putra-putrinya. Bagaimanakah sekolah kita ke depan ?