Maantaan Tando / lamaran
Maantaan tando atau batimbang tando adalah prosesi adat yang dilakukan setelah tahap lamaran (maminang) dan sebelum pelaksanaan pernikahan. Prosesi ini merupakan simbol pengikat antara kedua keluarga yang akan bersatu, dan hanya dapat dibatalkan dengan musyawarah adat, bukan secara sepihak.
Makna dan Tujuan
Pengikat Hubungan Adat
Maantaan tando bertujuan untuk mengikat kedua belah pihak secara adat dan menunjukkan keseriusan hubungan antara keluarga calon mempelai. Setelah proses ini, perjanjian dianggap sah secara adat dan tidak boleh dibatalkan secara sepihak.
Simbol Kesepakatan
Prosesi ini menjadi tanda bahwa kedua keluarga telah sepakat untuk melanjutkan ke tahap pernikahan berikutnya, termasuk kesepakatan mengenai uang japuik dan syarat-syarat adat lainnya.
Pelaksanaan Maantaan Tando
Pertemuan Keluarga
Keluarga inti dari kedua belah pihak berkumpul di rumah calon mempelai laki-laki atau perempuan, biasanya diwakili oleh ninik mamak (penghulu adat), kapalo mudo (kepala muda), dan mamak (paman) dari masing-masing pihak[1].
Bertukar Tanda
Kedua belah pihak saling bertukar tanda adat, yang bisa berupa benda pusaka seperti keris, kain adat, cincin, atau benda lain yang bernilai bagi keluarga tergantung kesepakatan ninik mamak. Tanda ini menjadi simbol pengikat perjanjian. Biasanya pertukaran tanda diawali dengan keluarga atau orang terdekat anak daro membawa buah tangan sepeti kue dan singgang ayam ke rumah marapulai. kemudian pada malamnya dilanjutkan dengan pertukaran tando antara ninik mamak.
Musyawarah dan Petatah Petitih
Prosesi ini sering diwarnai dengan musyawarah adat, di mana kedua belah pihak saling beradu argumen dengan menggunakan petatah petitih (pantun adat) untuk mencapai kesepakatan tentang uang japuik, uang hilang, dan tanggal pernikahan.
Maantaan tando tidak hanya mengikat kedua keluarga, tetapi juga menjadi legitimasi hubungan adat antara dua suku atau kampung. Jika terjadi pemutusan tunangan setelah proses ini, kedua belah pihak akan terkena sanksi adat.
Singgang ayam
Kue
Lapek
Makan basamo