Pada suatu sisi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, kita sangat memerlukan daya listrik. Namun pada sisi lain listrik sangat membahayakan keselamatan kita jika tidak di kelola dengan sebaik mungkin. Sebagian besar orang pernah megalami/ merasakan sengatan listrik, dari yang hanya merasakan terkejut sampai dengan yang merasakan sangat menderita bahkan sampai ada yang meninggal dunia akibat sengatan listrik. Oleh karena itu untuk mencegah dari hal-hal yang tidak diinginkan kita perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya listrik dan jalan yang terbaik adalah melalui peningkatan pemahaman terhadap sifat dasar kelistrikan yang digunakan.
Bahaya listrik dibedakan menjadi dua, yaitu bahaya Primer dan bahaya Sekunder. Bahaya Primer adalah bahaya-bahaya yang disebabkan oleh listrik secara langsung, seperti : bahaya sengatan listrik dan bahaya kebakaran atau ledakan. Sedangkan bahaya Sekunder adalah bahaya-bahaya yang diakibatkan listrik secara tidak langsung. Namun bukan berarti bahwa akibat yang ditimbulkannya lebih ringan dari yang primer. Contoh bahaya listrik sekunder antara lain adalah tubuh/ bagian tubuh terbakar baik langsung maupun tidak langsung, jatuh dari suatu ketinggian, dan lain-lain.
Dampak Sengatan Listrik Bagi Manusia
Dampak dari adanya sengatan listrik bagi manusia diantaranya adalah :
Gagal kerja jantung ( Ventricular Fibrillation),yaitu berhentinya denyut jantung atau denyutan yang sangat lemah sehingga tidak mampu mensirkulasikan darah dengan baik. Untuk mengembalikannya perlu bantuan dari luar.
Gangguan pernapasan akibat kontraksi hebat(Suffocation) yang dialami oleh paru-paru.
Kerusakan sel tubuh akibat energi listrik yang mengalir di dalam tubuh.
Terbakar akibat efek panas dari listrik.
Tiga Faktor Penentu Tingkat Bahaya Listrik
Adanya tiga faktor yang menentukan tingkat bahaya listrik bagi manusia, yaitu Tegangan (V), Arus (I), Resistansi (R). Ketiga faktor tersebut saling memengaruhi antara satu dan lainnya yang di tunjukkan dalam hukum Ohm.
Tegangan (V) dalam satuan Volt (V) merupakan tegangan sistem jaringan listrik atau sistem pada peralatan. Arus (I) dalam satuan Ampere (A) atau mili Ampere (mA) adalah arus yang mengalir dalam rangkaian, dan tahanan (R) dalam satuan Ohm, kilo Ohm adalah nilai tahanan atau resistansi total saluran yang terambung pada sumber tegangan listrik. Tingka bahaya listrik bagi manusia, salah satu faktornya ditentukan oleh tinggi rendahnya arus listrik yang mengalir dalam tubuh kita. Sedangkan kuantitas arus akan ditentukan oleh tegangan dan tahanan tubuh manusia serta tahanan lain yang menjadi bagian dari saluran. Berarti peristiwa bahaya litrik berawal dari sistem tegangan yang digunakan untuk mengoprasikan alat. Semakin tinggi sistem tegangan yang digunakan makan semakin tinggi pula tingkat bahayanya. Jaringan listrik tegangan rendah di indonesia mempunyai tegangan pada fase-tunggal 220 V, dan Fase-Tiga 220/380V dengan frekuensi 50Hz. Sistem tegangan ini sungguh sangat berbahaya bagi keselamatan manusia.
Proses Terjadinya Sengatan Listrik
Ada dua cara listrik bisa menyengat tubuh kita yaitu melalui sentuhan langsung dan tidak langsung. Bahaya sentuhan langsung merupakan akibat dari anggota tubuh bersentuhan langsung dengan bagian yang bertegangan sedangkan bahaya sentuhan tidak langsung merupakan akibat dari adanya tegangan liiar yang terhubung ke bodi atau selungkup alat yang terbuat dari logam ( bukan bagian yang bertegangan) sehingga bila tersentuh akan mengakibatkan sengatan listrik.