OUR HISTORY
OUR HISTORY
Authentic Handwoven Balinese Fabric
Kelompok Tenun Teratai merupakan salah satu kelompok tenun Melayu tertua di Kelurahan Loloan Barat Kecamatan Negara Kabupaten Jembrana, Bali yang masih bertahan untuk menghasilkan produk kain tenun khas Melayu. Dalam sejarahnya, Tenun Teratai berawal dari tahun 1960an yang pada saat itu di Desa Loloan Barat masih sangat banyak masyarakat menjadi pengrajin tenun. Masyarakat Desa Loloan Barat ketika itu memiliki kebiasaan menenun di rumah masing-masing untuk mengisi waktu-waktu luang mereka. Banyak pula ketika itu masyarakat menenun di dalam rumah panggung khas Melayu-Bugis sebagai bentuk hobi. Jadi walaupun memakan waktu yang cukup lama untuk menghasilkan satu lembar kain, masyarakat Loloan Barat ketika itu sangat menikmati aktivitas menenun di waktu senggang mereka.
Produk yang dihasilkan oleh para pengrajin tenun ketika itu berupa sarung dan juga stagen (sabuk untuk ibu melahirkan). Sebagai implikasi dari sejarah masa lalu yang panjang tersebut, akhirnya masyarakat mengenal produk kain tenun ini sebagai “kain tenun khas Loloan”. Akan tetapi, sangat disayangkan seiring dengan berjalannya waktu, satu per satu masyarakat meninggalkan tradisi menenun mereka. Hingga saat ini, para pengrajin tenun yang masih aktif menenun adalah Kelompok Tenun Teratai.
Tenun Teratai Group stands as one of the most enduring Malay weaving collectives in Loloan Barat Village, Negara District, Jembrana Regency, Bali. Their tradition of producing distinctive Malay woven fabrics can be traced back to the 1960s, a period when weaving was an integral part of the daily lives of Loloan Barat residents. The villagers would typically weave in the comfort of their homes, often in traditional Malay-Bugis stilt houses, as a leisurely pursuit. Despite the time-consuming nature of the craft, weaving brought great joy and satisfaction to the community.
The weavers' initial products primarily consisted of sarongs and stagens. Given this long-standing history, the local community recognized these woven fabrics as the hallmark of Loloan. However, as time progressed, the practice of weaving gradually declined. Today, Tenun Teratai Group remains as the sole active weaving collective, carrying on this cherished tradition.
Para pengrajin kelompok tenun teratai sangat antusias hingga memasuki generasi ke dua, Alat tenun yang sebelumnya hanya bisa memproduksi kain dengan lebar 60 cm, kemudian dimodifikasi menjadi alat tenun yang lebih besar. Alat tenun yang biasa disebut dengan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) ini sangat membantu dalam meningkatkan efisiensi produksi karena ukurannya yang besar. Di masa ini kain tenun yang dihasilkan memiliki lebar kain hingga 120 cm. Dengan alat tenun yang sebelumnya, waktu pengerjaan 1 lembar sarung memerlukan waktu hingga 2-3 hari kerja. Dengan alat tenun yang baru ini waktu pengerjaan untuk 1 lembar kain tenun hanya memakan waktu 1 hari kerja.
The artisans of Tenun Teratai group have shown great enthusiasm, carrying on the tradition into the second generation. The looms, which were previously limited to producing fabric with a width of 60 cm, have been modified to accommodate larger sizes. These looms, commonly known as ATBM (non-mechanical looms), have significantly enhanced production efficiency due to their larger dimensions. Currently, the woven fabric produced has a width of up to 120 cm. With the previous looms, it took 2-3 working days to complete one sarong. Using the new looms, the production time for one piece of woven fabric has been reduced to just one working day.
Generasi ke tiga masuk pada tahun 2010. Pada generasi ini lah lahir brand Tenun Teratai sebagai wajah baru Tenun khas Desa Loloan. Pada masa ini kombinasi warna produk dan motif semakin dikembangkan, mengingat kondisi pasar yang semakin antusias dengan produk yang ditawarkan oleh Tenun Teratai. Lahirnya brand Tenun Teratai ini pula menandai dimulainya modernisasi brand ini dalam hal pengelolaan kinerja dan juga pemasaran. Hingga saat ini Tenun Teratai tetap berkomitmen untuk memberikan jaminan mutu untuk setiap produk yang sampai ke tangan pelanggan.
The third generation joined in 2010. It was during this generation that the 'Tenun Teratai' brand was born as the new face of Loloan Village's traditional textiles. In this period, the combination of colors and motifs was further developed, considering the increasing market enthusiasm for Tenun Teratai products. The birth of the 'Tenun Teratai' brand also marked the beginning of the brand's modernization in terms of performance management and marketing. Until now, Tenun Teratai remains committed to providing quality assurance for every product that reaches its customers.