Sekolah Antikorupsi Online (SAKO) adalah project perdana Tapele. SAKO diadakan sebagai bagian dari pendidikan publik guna meningkatkan kesadaran terhadap persoalan korupsi yang kian “membudaya” di masyarakat. Korupsi itu merugikan keuangan dan perekonomian juga merusak tatanan nilai-nilai luhur di masyarakat. Strategi pemberantasan korupsi selain menerapkan strategi represif, yaitu penegakan hukum untuk menjerakan pelaku, strategi lain yang tak kalah penting ialah pendidikan publik. Masyarakat yang anti-korupsi dipercaya dapat mencegah perilaku koruptif dan berani mengambil inisiatif perubahan aas perbuatan korupsi.
SAKO Batch I diselenggarakan pada 19 – 21 November 2021 yang dikhususkan anak-anak muda asli Papua. Sebanyak 14 orang lolos seleksi sebagai peserta SAKO 2020 terdiri dari 4 putri dan 10 putra, usia 16-25 tahun. Kami merasa penting untuk membumikan isu ini di kalangan anak-anak muda Papua karena kami percaya masa depan ada di tangan mereka. Dan, bahwa mereka mempunyai kekuatan untuk melakukan perubahan sosial.
Materi-materi yang disampaikan oleh narasumber yang beragam dan kredil cukup komprehensif. Mulai dari Pengantar Korupsi (Korneles Materay, Peneliti Bung Hatta Anti Corruption Award), HAM dan Korupsi (Norce Herlin Mak Momao, S.H., M.H, Asisten Pengabdi Bantuan Hukum Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta), Korupsi di Sektor Pendidikan (Siti Juliantari (Koordinator Divisi Pengelolaan Pengetahuan Indonesia Corruption Watch), Korupsi di Sektor Kesehatan (Irma Hidayana, Ph.D), Korupsi dan Pelayan Publik (Sabarudin Hulu, Kepala Keasistenan Pemeriksaan Ombudsman Republik Indonesia), Penegakan Hukum dan Korupsi (Aulia Postiera, Penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi), Kampanye dan Advokasi Korupsi (Agus Sarwono, Peneliti Transparency International Indonesia), dan Menulis Anti-korupsi (Fiqih Prawira, eks Jurnalis Jakarta Post, Alumnus AJLK 2020).
Ada pula sesi sharing “Cerita Aktivis Anti-korupsi” (Kurnia Ramadhana, Peneliti ICW & John Mandikbo, Anggota DPRD Biak), dan Ngobrol bareng Saya Perempuan Anti Korupsi (Mbak Yeye, Mbak Judhi, Mbak Maria, Mbak Rita, dan Mbak Dini). Penutupan SAKO dirayakan dengan pembawaan puisi dari peserta dan bernyanyi bersama.
Laporan SAKO Batch 1