Sabana Taman Nasional Baluran dengan latar belakang Gunung Baluran.
Taman Nasional Baluran
IUCN Kategori II (Taman Nasional)
Peta memperlihatkan letak Taman Nasional Baluran Peta memperlihatkan letak Taman Nasional BaluranTN Baluran Lokasi di Jawa
Letak Jawa Timur, Indonesia
Kota terdekat Banyuwangi Situbondo
Koordinat 7°50′LU 114°22′BTKoordinat: 7°50′LU 114°22′BT
Luas 250 km²
Didirikan 1980
Pengunjung 10,192 (tahun 2007[1])
Pihak pengelola Departemen Kehutanan
Taman Nasional Baluran adalah salah satu Taman Nasional di Indonesia yang terletak di wilayah Banyuputih, Situbondo dan Wongsorejo, Banyuwangi (sebelah utara), Jawa Timur, Indonesia. Nama dari Taman Nasional ini diambil dari nama gunung yang berada di daerah ini, yaitu Gunung Baluran. Gerbang untuk masuk ke Taman Nasional Baluran berada di 7°55'17.76"S dan 114°23'15.27"E. Taman nasional ini terdiri dari tipe vegetasi sabana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Tipe vegetasi sabana mendominasi kawasan Taman Nasional Baluran yakni sekitar 40 persen dari total luas lahan.
Sebelum tahun 1928 AH. Loedeboer, seorang pemburu kebangsaan Belanda yang memiliki daerah Konsesi perkebunan di Labuhan Merak dan Gunung Mesigit, pernah singgah di Baluran. Dia telah menaruh perhatian dan meyakini bahwa Baluran mempunyai nilai penting untuk perlindungan satwa, khususnya jenis mamalia besar.
Pada tahun 1930 KW. Dammerman yang menjabat sebagai Direktur Kebun Raya Bogor mengusulkan perlunya Baluran ditunjuk sebagai hutan lindung.
Pada tahun 1937 Gubernur Jenderal Hindia Belanda menetapkan Baluran sebagai Suaka Margasatwa dengan ketetapan GB. No. 9 tanggal 25 September 1937 Stbl. 1937 No. 544.
Pada masa pasca kemerdekaan, Baluran ditetapkan kembali sebagai Suaka Margasatwa oleh Menteri Pertanian dan Agraria Republik Indonesia dengan Surat Keputusan Nomor. SK/II/1962 tanggal 11 Mei 1962.
Pada tanggal 6 Maret 1980, bertepatan dengan hari Strategi Pelestarian se-Dunia, Suaka Margasatwa Baluran oleh menteri Pertanian diumumkan sebagai Taman Nasional.[2]
Wilayah Hutan di Taman Nasional Baluran
Berdasarkan SK. Menteri Kehutanan No. 279/Kpts.-VI/1997 tanggal 23 Mei 1997 kawasan TN Baluran ditetapkan memiliki luas sebesar 25.000 Ha.
Sesuai dengan peruntukkannya luas kawasan tersebut dibagi menjadi beberapa zona berdasarkan SK. Dirjen PKA No. 187/Kpts./DJ-V/1999 tanggal 13 Desember 1999 yang terdiri dari:[2]
zona inti seluas 12.000 Ha.
zona rimba seluas 5.537 ha (perairan = 1.063 Ha dan daratan = 4.574 Ha).
zona pemanfaatan intensif dengan luas 800 Ha.
zona pemanfaatan khusus dengan luas 5.780 Ha, dan zona rehabilitasi seluas 783 Ha.
Vegetasi
Pantai Balanan dilihat dari Bukit Balanan, Taman Nasional Baluran
Taman Nasional ini memiliki sekitar 444 jenis tumbuhan dan di antaranya merupakan tumbuhan asli yang khas dan mampu beradaptasi dalam kondisi yang sangat kering. Tumbuhan khas tersebut adalah:
Widoro bukol (Ziziphus rotundifolia)
Mimba (Azadirachta indica)
Pilang (Acacia leucophloea)
Tumbuhan lainnya antara lain:
Asam jawa (Tamarindus indica)
Gadung (Dioscorea hispida)
Kemiri (Aleurites moluccana)
Gebang (Corypha utan)
Api-api (Avicennia sp.)
Kendal (Cordia obliqua)
Salam (Syzygium polyanthum)
Kepuh (Sterculia foetida)
Satwa
Sekelompok rusa di wilayah pos Bama, Baluran
Seekor macan tutul jawa melintas di area evergreen Taman Nasional Baluran
Seekor kerbau liar sedang berendam di kubangan yang berada di Sabana Bekol Taman Nasional Baluran
Di Taman Nasional ini terdapat 26 jenis mamalia, di antaranya adalah:
Banteng (Bos javanicus javanicus)
Kerbau liar (Bubalus bubalis)
Ajag (Cuon alpinus javanicus)
Kijang (Muntiacus muntjak muntjak)
Rusa (Cervus timorensis russa)
Macan tutul (Panthera pardus melas)
Kancil (Tragulus javanicus pelandoc)
Kucing bakau (Prionailurus viverrinus)
Satwa banteng merupakan maskot/ciri khas dari Taman Nasional Baluran.