Syekh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati Al Makasari Memiliki pemikiran tentang tasawuf dan syariat. Dalam pandanganrıya tentang syariat, Syekh Yusuf menyebutkan bahwa salah satu syarat sah yang harus ditempuh oleh manusia untuk berkomunikasi dengan Tuhannya ialah berdzikir.
Tasawuf didasarkan pada keyakinan bukan pada pendapat. Tasawuf tidak dapat diganggu gugat karena mistisisme sering disebut sebagai gudang kebenaran dalam pengertian yang sesungguhnya, terutama yang menyangkut Yang Maha mutlak, Yang Maha Agung dan Abadi
Bagi Syaikh Yusuf, manusia yang sempurna (al-insan al-kamil) merupakan manusia yang sampai ke paham ma'rifat. Bukan hanya manusia biasa yang berislam secara dangkal. Syaikh Yusuf memberi penekanan tentang hakikat ma'rifat dalam kekhususan tingkatan manusia sebagai al-insan al-kamil. Manusia sempurna akan ingat Allah dalam segala urusan, kapanpun dan di manapun berada.
Namun di antara manusia sempurna itu ada yang lebih menonjol dalam kedigdayaannya ada pula karena perbuatannya yaitu manusia terkasih dan wakil Tuhan para nabi dan wali-wali Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam adalah hakikat insan Kamil.