Motif Singa Barong bergambar kereta Singa Barong yang memiliki arti penting dalam sejarah kesultanan Cirebon. Kereta ini dikisahkan asli dibuat oleh seorang putra Cirebon yang bernama Panembahan Losari, di tahun 1549. Kereta yang asli ini masih digunakan tiap tanggal 1 Syawal, tapi nggak boleh diduduki.
Di tahun 1996, dibuat duplikat kereta Singa Barong yang biasa digunakan untuk festival. Kereta aslinya terbuat dari kayu. Di bagian belakang ada bangku dan tandu yang dulunya untuk tempat duduk Sultan Cirebon. Di sisi kanan dan kiri kereta ada sayap dan di bagian depannya ada kepala naga yang lidahnya menjulur.
Di tahun 1500-an, kereta ini dianggap sangat canggih jadi diabadikan menjadi motif batik tulis. Motif ini dulunya hanya digunakan di keraton dan oleh kalangan keraton saja. Seiring perkembangan jaman, motif Singa Barong bisa digunakan orang di luar keraton.