Tidak diperlukan pengalaman bela diri. Peserta akan mempelajari tentang Rei (tata krama), Kamae (sikap), Ashisabaki (gerakan kaki), Suburi (ayunan), dan Jikeiko (latihan bebas).
Pengalaman Singkat (1 jam) / Pengalaman Mendalam (8 kelas)
Bagian lanjutan ini memiliki prasyarat yang lebih tinggi. Siswa harus menyelesaikan dua tahap pelatihan awal (atau menunjukkan pengalaman sebelumnya yang setara) sebelum melanjutkan ke praktik berbasis darat (tachi-geiko).
Dirancang untuk praktisi yang berkomitmen jangka panjang.
Kendo secara harfiah berarti jalan untuk mengembangkan diri dengan katana (pedang Jepang), yang merupakan seni bela diri Jepang berdasarkan ilmu pedang tradisional. Para praktisi saling berhadapan menggunakan pedang bambu yang lentur sambil mengenakan perlengkapan pelindung dan menyerang titik-titik tertentu pada tubuh lawan. Pedang kayu juga digunakan untuk berlatih kata kendo (pola tetap) dan dasar-dasarnya. Untuk menang dalam pertandingan, persyaratan tertentu harus dipenuhi. Dojo kami berafiliasi dengan Asosiasi Kendo Yogyakarta , anggota Asosiasi Kendo Indonesia .
Bulu , Kec Sukoharjo | Sleman , Yogyakarta
Tenshin Shoden Katori Shinto-ryu adalah salah satu seni bela diri Jepang tertua yang masih ada, dan dihormati sebagai koryu bujutsu, termasuk kenjutsu (pedang), naginatajutsu (tongkat panjang dengan bilah), bo (tongkat), dan yari (tombak). Seni ini telah terus-menerus diturunkan dari guru ke murid sejak didirikan lebih dari 600 tahun yang lalu oleh Iizasa Choisai Ienao. Katori Shinto Ryu adalah aset budaya tak benda Jepang, sebagaimana ditetapkan oleh Komite Pendidikan Prefektur Chiba. Dojo kami mengikuti garis keturunan Sugawara Sensei dan diawasi oleh Adam Wong Sensei (Kyoshi) dari Malaysia.
Machida , Jepang | Johor Bahru , Malaisia