Medan, 12 Oktober 2025 (Rahma Zahira Panggabean) - Di tengah gempuran tren fashion yang terus berputar cepat, anak-anak muda di Medan menemukan trik cerdas untuk tampil stylish dengan brand ternama tanpa harus menguras dompet. Rahasianya adalah "Monza", sebutan populer masyarakat lokal untuk pakaian bekas impor atau thrifting.
Bagi sebagian besar milenial dan Gen Z, berburu Monza bukan lagi sekadar kegiatan iseng, melainkan telah bertransformasi menjadi gaya hidup yang autentik dan kreatif.
Fenomena ini paling terasa di pusat-pusat perbelanjaan pakaian bekas seperti Pajak Melati (Pamela), yang kerap ramai diserbu pembeli, terutama saat "Pekan" (hari-hari utama pasar beroperasi).
Lebih dari Sekadar Harga Murah
Menurut Wina, seorang mahasiswi yang aktif thrifting di kawasan Medan Johor, daya tarik Monza bukan hanya pada harganya yang jauh lebih terjangkau.
"Pertama, jelas harga. Kita bisa dapat kemeja atau jaket branded dengan harga sepertiga dari aslinya. Tapi yang paling seru itu sensasi berburu harta karunnya," ujar Wina salah satu pembeli.
Ia juga menambahkan, pakaian bekas sering kali memiliki cutting atau bahan yang unik, bahkan lebih kuat dibandingkan produk fast fashion terbaru. "Kadang modelnya vintage dan langka, jadi penampilan kita beda dari yang lain. Mix and match baju Monza itu seni, bikin gaya kita makin cakep!"
Mendukung Gaya Hidup Berkelanjutan
Selain faktor ekonomi dan gaya, thrifting juga sejalan dengan semangat gaya hidup berkelanjutan. Dengan membeli pakaian bekas, konsumen secara tidak langsung mengurangi limbah tekstil dan mendukung siklus mode yang lebih ramah lingkungan.
Joel Sembiring, seorang pedagang di Pajak Melati, mengakui tren ini terus meningkat. "Sekarang anak-anak muda bukan cuma cari baju harian, tapi cari yang ada brand-nya, atau yang modelnya lagi viral di TikTok, kayak celana cargo atau vest 90-an. Mereka pintar-pintar, bisa bikin baju lama jadi kelihatan mewah," jelas Joel.
Dengan semangat kreativitas yang tinggi, anak-anak Medan membuktikan bahwa tampil branded, stylish, dan unik tidak harus mahal. Cukup bermodalkan ketekunan berburu, pakaian "Monza" siap menjadi kunci utama di lemari mereka.
Medan, 19 Oktober 2025 (Tiara Ali Nasution) — Toko Gopek kembali menjadi sorotan para pecinta fashion hemat. Gopek berhasil membuktikan bahwa tampil gaya tidak harus menguras dompet.
Toko Gopek menawarkan berbagai pilihan pakaian berkualitas dengan harga terjangkau, mulai dari kaos kasual, kemeja, hingga busana muslim kekinian. Semua produk dipilih dengan cermat untuk menjaga kualitas bahan dan model tetap mengikuti tren masa kini.
Toko ini berlokasi di Jl. Tuasan No.31, Sidorejo Hilir, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20222 dan juga tersedia secara online melalui media sosial serta marketplace. Dengan konsep fashion dompet hemat, Gopek berhasil menarik perhatian masyarakat luas, membangun kepercayaan konsumen, dan membuktikan bahwa gaya tidak selalu harus mahal.
Medan 12 November 2025 (Siti Syarifah Aini Nst.) - Pesona parfum terbaru dari Scarlet kembali mencuri perhatian. Varian Velvet Rouge dengan botol merah elegan bukan hanya viral di media sosial, tetapi juga disebut-sebut menghadirkan aroma memikat yang mampu meningkatkan rasa percaya diri penggunanya.
Dengan strategi pemasaran digital dan dukungan influencer, Scarlet Velvet Rouge kini menjadi salah satu produk kecantikan yang paling diburu. Kehadirannya menegaskan bahwa inovasi aroma dan kemasan mampu menciptakan tren baru di dunia parfum lokal.
Annisa Rohima (22), seorang mahasiswi, mengaku sengaja datang ke Indomaret untuk membeli parfum Scarlet Velvet Rouge. “Awalnya saya lihat review di TikTok, katanya wanginya elegan dan bikin percaya diri. Ternyata di Indomaret juga tersedia, jadi lebih mudah dibeli. Harganya terjangkau dan langsung bisa dipakai,” ujarnya sambil menunjukkan botol merah yang baru dibelinya.
Dengan distribusi yang semakin meluas, Scarlet Velvet Rouge semakin mengukuhkan posisinya sebagai parfum lokal yang mampu bersaing dan menjadi tren gaya hidup