PPDB
PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU
PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU
Berikut kami sampaikan update terbaru jumlah peserta didik yang telah mendaftar ke SMP Negeri 1 Raas baik secara online maupun secara offline.
Jumlah sementara keseluruhan yang telah mendaftar adalah 28 siswa dengan rincian sebagai berikut :
Siswa Laki-laki sebanyak 15 orang
Siswa Perempuan sebanyak 13 orang
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru SMPN 1 Raas akan dilaksanakan pada tanggal 12-14 Juli 2021.
Raas, SPENRAS.com - Memasuki Tahun Pelajaran Baru, SMP Negeri 1 Raas menerima pendaftaran peserta didik baru Tahun Pelajaran 2021-2022 baik secara online maupun secara langsung atau offline.
Pendaftaran secara online dilaksanakan untuk mengurangi adanya kerumunan karena kondisi pada saat sekarang ini masih dalam keadaan pandemi covid-19 yang masih belum mereda, pendaftaran secara online di SMP Negeri 1 Raas akan dilaksanakan mulai hari ini sampai dengan bulan Juni 2021. Bagaimana caranya ? kalian calon siswa-siswi SMP Negeri 1 Raas tinggal klik link berikut bit.ly/PPDBonlineSPENRAS
Kalian tinggal ikuti dan mengisi sesuai dengan petunjuk yang diminta.
Selain pendaftaran secara online SMP Negeri 1 Raas juga membuka pendaftaran peserta didik secara langsung ke sekolah atau offline ini akan memfasilitasi peserta didik baru yang tidak bisa mendaftar secara online karena sesutau hal. Bagaimana caranya ? kalian calon siswa-siswi SMP Negeri 1 Raas tinggal mendatangi posko PPDB di SMP Negeri 1 Raas dengan membawa persyaratan yang sudah di tentukan oleh panitia yaitu
Mengisi formulir secara manual
Foto Copy Ijazah/Surat Keterangan Lulus SD
Kartu Keluarga (KK)
Akte Kelahiran
Foto 3x4 sebanyak 3 lembar (berwarna latar merah)
Kalian calon siswa-siswi SMP Negeri 1 Raas akan mendapatkan banyak fasilitas secara gratis
#Ayo segera gabung dengan kami SMP Negeri 1 Raas
#Ukirlah prestasimu di SMP Negeri 1 Raas
Raas, SPENRAS.com - Cak Nun pernah berkata "apabila dalam hidup kamu tidak pernah menemukan masalah maka masuklah kamu dalam dunia pendidikan" hal tersebut merupakan salah satu dasar kita dalam menarik kesimpulan bahwa betapa ruwetnya dunia pendidikan yang sedang kita geluti saat ini.
Dalam perkembangannya lembaga pendidikan terutama swasta tumbuh dengan subur seperti jamur dimusim penghujan, tak dapat dipungkiri di kecamatan Raas juga begitu banyak kita temukan lembaga pendidikan swasta yang berdiri baik tingkat Dasar maupun menengah. Dalam perjalanannya ada dampak negatif (masalah) yang timbul ketika sudah memasuki masa PPDB pada saat sekarang ini.
Saling "sikut dan menghalalkan segala cara" dilakukan oleh setiap lembaga untuk menarik hati/simpati dari setiap orang tua agar menyekolahkan anaknya di lembaga tersebut sehingga komersialisasi anak didik tidak bisa dihindarkan, memberikan iming-iming uang merupakan salah satu cara jitu untuk mengikat dan mencari siswa baru hal itu dilakukan untuk menghindarkan lembaganya gulung tikar.
Hal ini menjadi sangat lumrah padahal banyak dampak negatif yang akan timbul dari praktek komersialisasi ini misalnya :
Banyak lembaga yang akan tutup (terutama lembaga negeri) karena tidak mempunyai dana besar untuk melakukan praktek tersebut (tidak mempunyai sumber dana selain dana BOS);
Menanamkan hal yang buruk pada mental anak-anak kita nantinya bahwa mereka akan berpikir bahwa berbuat tidak baik adalah boleh, ingat apa yang kita tanam hari ini akan kita petik setelah mereka dewasa.
Tentunya ini menjadi sebuah pekerjaan rumah bagi kita untuk memperbaiki proses PPDB yang merupakan proyek rutinan setiap tahun, seharusnya ada sebuah kerjasama antara lembaga negeri dengan lembaga swasta terutama lembaga yang dibawah naungan KEMENAG.
Kita bisa menjual kualitas bukan membeli anak didik kita dengan cara mengiming-imingi mereka uang, bersaing dengan sehat akan menghasilkan produk yang sangat luar biasa bagi masa depan mereka.