Penerimaan SANTRI BARU tahun 2021 silahkan sebelum kehabisan kuota
YAYASAN PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN NURUL HUDA
A. PENDAHULUAN
a. Letak Geografis
Pondok Pesantren Nurul Huda terletak di Jalan Raya Hujungtiwu No. 130 Rt. 06/ Rw 02 Kelurahan Hujungtiwu II, desa Hujungtiwu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis. Kawasan ini terletak ± 5 Km dari pusat kecamatan Panjalu. Tepatnya sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Sukamantri, sebelah timur berbatasan dengan Desa Bahara, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Simpar, sedang sebelah barat batasan Dusun Sindangkerta Panjalu. Dengan jumlah penduduk desa yang begitu padat, kawasan pesantren dihuni oleh berbagai profesi mulai dari petani yang merupakan mayoritas mata pencaharian penduduk, pedagang, dan pegawai negeri. Kebanyakan penduduk di daerah sekitar pesantren berwirausaha di kota-kota besar seperti Bandung, Jakarta, dan Bekasi.
b. Latar Belakang Berdirinya Pondok Pesantren Nurul Huda
Pesantren Nurul Huda berdiri pada tanggal 22 Juli 1986 di Desa Hujungtiwu Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis. Proses berdirinya pesantren dilatarbelakangi oleh keputusan dari pimpinan umum Pondok Pesantren Miftahul Huda I Manonjaya Tasikmalaya dan Miftahul Huda II Bayasari yang memutuskan untuk memukimkan (mendirikan Pesantren) kepada KH. Subki Hasanuddin di daerah tersebut. Istilah pemukiman adalah istilah khusus yang sudah menjadi tradisi dari Pesantren Miftahul Huda Manonjaya sebagai bagian dari penyebaran ajaran islam.
Pemukiman adalah menempatkan santri yang telah dianggap mampu untuk mengelola pesantren di daerah yang telah ditentukan oleh guru santri tersebut. Setelah ada keputusan dari KH. Khoer Affandy sebagai pimpinan
pesantren Miftahul Huda Manonjaya dan keputusan dari KH. Umar Nawawie sebagai pimpinan umum Pondok Pesantren Miftahul Huda II Bayasari, maka pada tanggal 22 Juli 1986 berdirilah Pesantren Nurul Huda Panjalu yang di pimpin oleh KH. Subki Hasanuddin.
Adapun pemakaian “Nurul Huda” yang mempunyai arti “Cahaya Petunjuk” dengan harapan setelah berdirinya pondok pesantren ini dapat menjadi penuntun arah serta manfaat sekaligus kontribusi positif baik bagi warga sektar juga ummat islam umumnya.
KH. Subki Hasanuddin adalah santri yang menuntut ilmu di pesantren Miftahul Huda II Bayasari dan Miftahul Huda Manonjaya yang kemudian menikah dengan Hj. Aam Siti Maryam dan mendirikan pesantren Nurul Huda Panjalu. Kegiatan belajar mengajar sangat kental dengan nuansa salafi atau tradisional yang mengajarkan kitab-kitab kuning atau kitab klasik. Sejalan dengan laju perkembangan zaman, di bawah kepemimpinan KH. Subki Hasanuddin, Pesantren Nurul Huda mampu berkembang menjadi pusat pengajaran agama islam dan turut serta membangun dan mencerdaskan bangsa.
Pada tahap perkembangan selanjutnya, dewasa ini pesantren Nurul Huda telah melakukan beberapa perubagan signifikan dalam melaksanakan tugasnya sebagai pusat pendidikan di kecamatan Panjalu. Beberapa perubahan tersebut diantaranya pada tanggal 30 April 2010, Pesantren Nurul Huda mendirikan Yayasan Nurul Huda. Tujuan didirikannya yayasan ini adalah untuk menampung seluruh aspirasi masyarakat dan bergerak dalam bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan. Dengan berdirinya yayasan Nurul Huda, masyarakat semakin terpenuhi baik secara sosial maupun spiritual.
YayasanPondokPesantrenNurul Huda berlokasi di JlSukamantri.YayasanPondokPesantrenNurul Huda didirikanpadatahun 1986 dantelahdisahkandihadapannotarispadatanggal 30 April 2010 denganaktanotaris nomor 241.YayasanPondokPesantrenNurul Huda, sebagaimana tercantum dalamanggarandasar, bergerakdalambidangpendidikandan social kemasyarakatan. WujuddarianggarandasartersebutYayasanPondokPesantrenNurul Huda berupayaturutberpartisipasidalampembentukanpribadimanusia Indonesia yang memilikikeunggulan.Keunggulandalamakidah yang lurus, akhlak yang mulia, ibadah yang tekundanistiqamah, sertakompetensipribadidalammembangunbangsa.
Denganperubahan-perubahanini, pesantrenNurul Huda semakinmenunjukaneksistensinyadalamduniapendidikiandansemakinsiapdalammenghadapituntutanperubahanzaman.Polapendidikan yang dilaksanakanakansemakinmemperluaspolapikirsantridansiswadalamperkembanganakhlakdanmoralnya. Hal inisejalandengantujuanpendidikanuntukmenciptakanmanusia yang berpengetahuanluas, memilikiakhlak yang muliadanbermoralIslamisesuai Al-Quran dan As-Sunnah.