SMP Frater Parepare
Awalnya sekolah ini merupakan milik Yayasa Paulus. Para frater sudah mulai menangani sekolah ini jauh sebelum tahun 1979. Untuk lebih jelasnya kita bisa menyimak kisah berikut: “Perkembangan anggota Kongregasi dari waktu ke waktu mengalami penambahan jumlah yang walaupun belum dikatakan banyak tetapi sudah cukup untuk pelebaran sayap ke tempat yang lain. Tempat yang dicita-citakan itu adalah Kota Parepare. Daerah ini sangat strategis untuk persinggahan jika hendak mengadakan perjalanan ke Toraja atau Palopo. Maka, pada 17 Desember 1973 empat orang frater meninggalkan Kota Makassar menuju Pare-pare daerah misi baru. Burung di udara mempunyai sarang untuk meletakan kepalanya, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakan kepalanya. Sabda Yesus ini mengena kepada keempat ‘musafir’ ini, pasalnya sampai di daerah misi yang baru ini tidak ada rumah untuk ditempati. Tetapi Tuhan tidak membiarkan mereka terkatung-katung tanpa atap menaungi mereka.
Pater Leo Blot menyediakan pastorannya untuk dijadikan komunitas sementara bagi para frater. Dari keempat frater yang diutus ke Parepare ini, di antaranya mengajar di SMP Katolik dan seorang lagi mengajar di SD. Setelah hampir lima bulan menginap di pastoran, para frater mendapat rumah sendiri. Cabang baru ini diberi nama Bakti Nirmala. (Faustyn, 2008., hal 72) Barulah pada 26 Juni 1979 sekolah ini scera resmi diserahkan dari Yayasan Paulus kepada Yayasan Taman Tunas. Dan mulai saat itu sekolah ini berganti nama dari SMP Katolik Parepare menjadi SMP Frater Pare pare. Pada tahun 1984 komunitas Bakti Nirmala ditutup kembali karena alasan tertentu dan tempat itu dijual kepada orang lain. Walaupun tidak ada frater dan komunitas yang berkarya di tempat ini, toh sampai sekarang sekolah ini masih tetap bertahan. Perkembangan ke arah yang postif ditunjukan oleh sekolah ini. Satu-satunya sekolah Katolik di Kotamadya Parepare