Lagi , 1 Siswa SMP Fratrer Parepare Rebut 1 Medali Tingkat Nasional
Lagi , 1 Siswa SMP Fratrer Parepare Rebut 1 Medali Tingkat Nasional
Generasi pintar dan cerdas tidak lahir begitu saja. Perlu penataan dan rencana yang matang untuk meraihya. Di SMP Frater Parepare para siswa/i memperoleh kesempatan untuk mengikuti kompetisi atau olimpiade, termasuk kesempatan mengembangkan diri di kancah kompetisi tingkat nasional maupun internasional. Setelah berhasil meraih medali perunggu olimpiade matematika tingkat internasional, siswa SMP Frater Parepare kembali mengukir prestasi nasional atas nama Rio Randa Makkalo. Rio merupakan salah satu siswa yang berkesempatan mengikuti Kompetisi Siswa Berprestasi Nasional (KSBN) 2022. Hasil yang diperoleh, satu medali perunggu mata pelajaran matematika. Rio berhak klaim medali dan sertifikat dari penyelenggara lomba 'Lembaga Prestasi Cemerlang Indonesia Gemilang (LEMBAGA PRESTIGE)'.
Fr. Rui Da Costa Camoes, HHK, S.Kom, Kepala SMP Frater Parepare, ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis 28 Juli 2022, memberi apresiasi super untuk Rio selaku peserta olimpiade dari sekolahnya tersebut. Ia berpesan agar Rio terus semangat belajar untuk mengikuti kompetisi atau olimpiade baik di tingkat nasional maupun internasional! Sebagai bentuk dukungan dan apresiasi maka sekolah memberikan beasiswa pengurangan biaya SPP selama sebulan.
Kesimpulan dan penjelasan mengenai pemikiran-pemikiran Ki Hadjar Dewantara
(Fr. Rui Da Costa Camoes)
Konsep pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan. Menurut KHD, mendidik dan mengajar adalah proses memanusiakan manusia, sehingga harus memerdekakan manusia dan segala aspek kehidupan baik secara fisik, mental , jasmani dan rohani. Intisari pemikiran Kihajar Dewantara adalah menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Proses pembelajaran yg mencerminkan pemikiran KHD dimana belajar mengajar adalah bagian dari pendidikan, Ki Hajar menekankan bahwa pembelajaran berpusat pada siswa, dengan memberikan penghormatan sepenuhnya pada siswa, menghamba pada siswa dimana artinya adalah segala bentuk tuntunan ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan siswa. Selaku seorang guru dan bertindak sebagai pemimpin dalam kelas selalu memberikan contoh yang baik bagi siswa saya. Saya mempraktikkan nilai-nilai yang saya ajarkan, seperti disiplin, kerja keras, kejujuran, dan toleransi. Dan saya juga menjadi panutan yang baik bagi siswa-siswa saya.
Apa yang Anda percaya tentang murid dan pembelajaran di kelas sebelum Anda mempelajari modul 1.1?
Sebagai seorang pendidik yang sudah lama di dunia pendikan saya masih harus banyak belajar dari rekan-rekan pendidik. Berdasarkan pengalaman yang selama ini yang saya alami ketika mengajar di kelas yaitu saya hanya menjadikan pembelajaran perpusat pada saya tidak pusat peserta didik dan saya juga tidak melakukan asesmen untuk mengetahui bakat dan meminat peserta didik sehingga pembelajara di kelas terasa membosankan. Dan yang saya percaya pada peserta didik sebelum memperlajari modul 1.1 yaitu peserta didik mampu nemerima dan memahami materi yang saya sampaikan di kelas selama proeses pembelajaran.
Apa yang berubah dari pemikiran atau perilaku Anda setelah mempelajari modul ini?
Buah dari pemikiran atau prilaku saya setelah mempelajari modul 1.1 ini adalah bahwa dalam proses pembelajaran sebagai seorang kita saya harus menempatkan peserti didik sebgai pusat pembelajaran atau menerapan pembalajaran yang berpusat pada pesertadidik dengan terlebih dahulu melakukan asesmen untuk mengetahui bakat dan minat peserta didik sehingga dalam pembelajaran saya dapat menerapkan model pembelajaran disferensiasi di kelas. Buah pemikiran dan perilaku lain yang berusabah setelah mempelajari modul 1.1. ini adalah saya sadar bahwa untuk mencapai tujuan pembelajaran saya harus berkolaborasi dengan peserta didik.
Apa yang dapat segera Anda terapkan lebih baik agar kelas Anda mencerminkan pemikiran KHD?
Hal yang dapat segara saya terapkan lebih baik agar kelas mencerminkan pemikiran Ki Hajar Dewantara yaitu pembelajaran yang berpusat pada siswa dan menerapkan pembelajara budi pekerti yang sesuai dengan budaya lokal yaitu Mappattabe ini adalah bentuk penghormatan kepada orang tua atau yang dituakan. Parepare adalah wilayah yang heterogen, di mana penduduknya sebagian besar adalah migrasi dari Kabupaten Sidrap, Enrekang, Pinrang dan Barru. Karena heterogen sudah pasti terjadi akuturasi budaya. Namun budaya Mappattabe adalah salah satu budaya yang kental dan memliliki kekuatan yang tidak tergerus zaman. Hal ini tentu saja sejalan dengan internalisasi pemikiran Ki Hajar Dewantara yaitu tentang budi pekerti