Peralatan dan bahan pengarsipan adalah semua alat yang digunakan untuk membantu proses penyimpanan, penataan, pemeliharaan, serta penemuan kembali arsip. Peralatan ini berfungsi untuk menjaga kerapian dokumen, mempercepat pencarian, dan melindungi arsip dari kerusakan.
Berikut penjelasan lengkap tiap peralatan:
📁 Map adalah wadah berbentuk lipatan kertas tebal atau plastik yang digunakan untuk memisahkan dan mengelompokkan dokumen berdasarkan jenis atau subjek tertentu.
Map membantu agar dokumen tidak tercampur dengan kelompok lain dan lebih mudah dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain.
Map "Keuangan" berisi laporan kas, faktur, dan nota.
Map "Kepegawaian" berisi surat cuti, data absensi, SK pegawai.
📏 Guide adalah lembar keras yang digunakan sebagai pembatas antar kelompok arsip di dalam laci filing cabinet.
Guide biasanya memiliki tab atau indeks yang menunjukkan kategori arsip.
Contoh penggunaan:
Guide “A–C”, “D–F”, “G–I” untuk sistem abjad.
Guide “2023”, “2024”, “2025” untuk sistem kronologis.
🗄 Filing cabinet adalah lemari arsip dengan beberapa laci yang dirancang khusus untuk menyimpan folder dan map secara sistematis.
Peralatan ini sering digunakan di kantor karena mampu menampung banyak arsip dan melindunginya dari debu, cahaya, dan kerusakan.
Laci 1: arsip keuangan
Laci 2: arsip kepegawaian
Laci 3: arsip operasional
🗃 Ordner atau binder adalah klasor yang digunakan untuk menyimpan dokumen yang telah dilubangi menggunakan perforator.
Ordner biasanya berukuran besar, kuat, dan cocok untuk arsip yang sering ditambahkan.
Contoh penggunaan:
Ordner "Laporan Bulanan" untuk mengarsipkan laporan dari Januari–Desember.
Ordner "Pajak" untuk menyimpan berkas SPT, faktur, dan bukti potong.
🔖 Label adalah penanda berupa tulisan atau kode yang ditempel pada map, folder, atau ordner untuk mempermudah identifikasi isi arsip.
Kode arsip membantu sistem penyimpanan, terutama pada sistem nomor, subjek, atau geografis.
Contoh penggunaan:
Folder diberi label “A – Pemasaran”
Ordner diberi kode “FIN-001” untuk laporan keuangan pertama