A. pengertian isu lingkungan efek gas rumah kaca
pasal 1 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009, tentang pengelolaan lingkungan menyatakan, ayat (1) Lingkungan adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup. Termasuk manusia dan perilakunya yang memengaruhi alam itu sendiri. Pasal 2 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 mengatur bahwa perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu, upaya ini dilakukan untuk : mencegah kerusakan dan pencemaran lingkungan. Upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan di lakukan melalui : perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pengembangan, pemeliharaan, pengawasan, dan penegakkan hukum.
Adapun yang dimaksud perlindungan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah perbuatan atau hal yang melindungi sedangkan pengelolaan adalah proses atau cara mengelola. Pasar 28H ayat (1) Undang-Undang Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengatur tentang hak mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat. Pasal ini menjadi dasar hukum bagi peraturan presiden (perpres) Nomor 98 Tahun 2021 tentang pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia efek Gas Rumah Kaca adalah pemanasan bumi yang di sebabkan oleh atmosfer. Dampak efek Gas Rumah Kaca yang tidak stabil adalah meningkatkan permukaan air laut, dampak sosial dan politik, penyakit menular, dan gizi buruk.
B. Faktor penyebab terjadinya isu lingkungan (efek gas rumah kaca)
FAKTOR DARI AKTIVITAS MANUSIA
kurang kesadaran masyarakat sehingga beberapa aktivitas mereka adalah hal yang menyebabkan efek gas rumah kaca, yaitu:
•pembakaran bahan bakar fosil
Penggunaan bahan bakat fosil selerti batu bara, minyak bumi, dan gas alam untuk pembangkitan listrik, transportas, dan industri
• penebangan hutan
Penebangan hutan mengurangi jumlah pohon yang menyerap karbom dioksida. Sehingga menintkatkan suhu lingkungan
•pengunaan pupuk non organik
Penggunaan pupuk nitrogen dalam pertanian menghasilkan oksida (N2O)
•limbah peternakan
Kotoran sapi dan limbah peternakan lainnya menghasilkan gas rumah kaca, seperti co2 dan metana (CH4)
•sampah
Sampah plastik dan organik yang menumpuk menghasilkan gas yang mencemari lingkungan, seperti metana dari pembusukan sampah organik
•gaya hidup konsumtif
Perilaku membeli barang dan jasa secara berlebihan kontribusi pada peningkatan emisi gas rumah kaca
•penggunaan CFC
senyawa chlorofluorocarvon (cfc) yang digunakan dalam ac, lemari es, dan semprotan deodorant merusak lapisan ozon.
FAKTOR DARI PROSES ALAM
selain ada beberapa faktor dari aktivitas manusia yang mempengaruhi efek gas rumah kaca, adapun faktor yang disebut proses alam, yaitu:
•pantulan dari sinar matahari dari berbagai benda yang dapat merusak lapisan ozon, yaitu
klorofluorokarbon (CFC), halon, karbon tetraklorida, dan metil kloroform. Selain itu, hidroklorofluorokarbon (HCFC), metil bromida, dan nitrogen oksida (N₂O) juga dapat merusak lapisan ozon.
C. Dampak akibat isu lingkungan (efek gas rumah kaca) di penajam paser utara
dampak yang di timbulkan akibat eksploitasi anak di kabupaten penajam paser utara, antara lain:
•pemanasan global
Meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi akibat menipisnya lapisan atmosfer bumi yang juga bisa berdampak kebocoran. Hal itu mengakibatkan cuaca dibukit semakin panas lantarab sibar matahari tidak lagi dilindungi oleh lapisan atmosfer.
•perubahan iklim
proses alami saat panas matahari terperangkap di atmosfer oleh gas-gas tertentu, seperti karbon dioksida, uap air, dan metana
•Penyakit menular
Peningkatan suhu dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular yang ditularkan oleh nyamuk, seperti malaria dan demam berdarah.
•Penyakit pernapasan
polusi udara yang di sebabkan oleh GRK dapat meningkatkan risiko penyakit pernapasan, seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
•Alergi
Meningkatkan konsentrasi serbuk sari, sehingga memicu alergi seperti bersin, pilek, dan hidung tersumbat.
Dari beberapa dampak yang ditimbulkan diatas, menambahkan keyakinan kami bahwa isu lingkungan yang memengarui efek gas rumah kaca sangat berpengaruh terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat di Kabupaten Penajam Paser Utara.
D. Contoh kasus kasus isu lingkungan (efek gas rumah kaca)
1. aktivitas kendaraan
Dikutip dari www.neliti.com Meningkatnya jumlah kendaraan berdampak pada peningkatan gas rumah kaca (CO2, CH4 dan N2O). Pencemaran efek gas rumah kaca (GRK) dianalisis untuk mengetahui yang dihasilkan kendaraan dari konsumsi bahan bakar minyak. Hal ini dilakukan di Area Sukun dan Terminal Terboyo dimana pada tempat tersebut padat dengan aktivitas transportasi.
2. deforestasi hutan
Dikutip dari www.sucofindo.co.id
Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), luas deforestasi hutan Indonesia pada tahun 2022-2023 mencapai 121.103,5 hektare (ha). Angka ini naik 16,45% dibandingkan periode 2021-2022 yang sebesar 104.000 ha. Wilayah Kalimantan adalah yang paling banyak mengalami deforestasi pada tahun 2024. Beberapa provinsi di Kalimantan, salah satunya adalah Kalimantan Timur, tercatat sebagai daerah dengan tingkat deforestasi tertinggi.Beberapa faktor saling terkait mendorong Kalimantan menjadi wilayah dengan tingkat deforestasi tertinggi di Indonesia. Ekspansi perkebunan kelapa sawit dan tanaman industri lainnya menjadi pendorong utama (23/01/25)
3. Isu lingkungan (efek gas rumah kaca) yang terjadi di kabupaten penajam paser utara
Di kabupaten penajam paser utara sendiri sebenarnya telah banyak terjadi isu lingkungan yang berdampak pada efek gas rumah kaca, hanya saja hal ini seperti fenomena gunung es (iceberg). Fenomena gunung es menggambarkan tentang situasi yang dimana sebagian besar masalahnya, tidak dilaporkan, atau tersembunyi dari pandangan. Jarangnya terdengar kasus isu lingkungan efek gas rumah kaca di PPU di sebabkan karena memiliki sifat dan sikap tidak berani atau bahkan tidak adanya rasa peduli untuk melaporkan kepada pihak Dinas Lingkungan Hidup. Saat ini masyarakat PPU baik orang tua maupun anak remaja yang tanpa mereka sadari perilaku mereka berdampak pada isu lingkung yang mempengaruhi efek gas rumah kaca yaitu banyak nya pengendara motor yang menyebabkan polusi udara