Islam merupakan agama yang ajarannya diturunkan Allah SWT kepada manusia melalui seorang Rasul yaitu Nabi Muhammad SAW. Sumber ajarannya mencakup berbagai aspek kehidupan manusia tercantum dalam Al-Quran dan Hadits yang merupakan pedoman hidup. Al-Qur'an merupakan pedoman hidup terpenting bagi pemeluk agama Islam, salah satu kandungannya adalah landasan/dasar ilmu pengetahuan (sains).
Sains merupakan upaya manusia untuk memahami fenomena alam melalui observasi, eksperimen, dan analisis. Sains bertujuan untuk memahami, memprediksi, dan mengatur aspek peristiwa di dunia. Selain itu ilmu juga digunakan untuk menemukan dan merumuskan teori, dan teori sendiri merupakan penjelasan terhadap sesuatu sehingga diperoleh pemahaman.
Perkembangan sains pada masa kejayaan peradaban Islam berlangsung pada abad ke-8 hingga 12 M, tepatnya pada masa kejayaan peradaban Dinasti Abbasiyah. Pada masa ini, sains dan agama berjalan berdampingan, saling melengkapi, dan tidak dipandang sebagai dua entitas yang terpisah. Bahkan banyak ilmuwan muslim yang lahir dan membuat penemuan-penemuan penting.
Islam memandang sains dengan positif dan mewajibkan pemeluknya untuk selalu mengembangkan ilmu pengetahuan. Dalam pandangan Islam, ilmu pengetahuan bertujuan untuk dapat mengamati, meneliti dan mempelajari tanda-tanda kebesaran Allah SWT, yang pada akhirnya akan mengantarkan pada mengenal Allah SWT.
Al-Jahiz
Beberapa tokoh ilmuwan muslim pada bidang biologi antara lain :
Al-Jahiz (Bapak biologi muslim)
Ibnu Sina (Bapak kedokteran; anatomi)
Ibnu Miskawaih (Evolusi)
Al Mashudi (Zoologi, evolusi)
Al Damiri (Zoologi; peneliti hewan termasyhur)
Al Baytar (Ahli botani dan pakar obat-obatan)
Al Nabati (Ahli botani)
Ibnu Sina
Integrasi Islam dan sains adalah upaya untuk memadukan ilmu Islam dan sains dalam pembelajaran. Pendidikan menjadi sarana terwujudnya integrasi Islam dan Sains. Integrasi Islam dan Sains dapat diwujudkan melalui pembelajaran Biologi.
Media pembelajaran ini dikembangkan dengan mengintegrasikan muatan keislaman pada materi biologi sistem araf. Media pembelajaran ini dikembangan dengan tujuan meningkatkan literasi sains dan karakter religius siswa.
Di abad ke-21, Islam dan sains tidak bertentangan, melainkan saling melengkapi dalam banyak hal, seperti integrasi sains dan teknologi dalam pendidikan Islam, pengembangan sains modern di negara-negara Muslim, serta aplikasi praktis dalam kehidupan sehari-hari seperti keuangan syariah digital, medis, dan teknologi ibadah