Monolit. Babak Baru Dalam Gelanggang Dunia (Monolith. New Chapter in the A World Arena)
Monolit. Babak Baru Dalam Gelanggang Dunia (Monolith. New Chapter in the A World Arena)
Sirin Farid Stevy
Commission Works For Chapter Jogja 2025
Spray paint, Acrylic on Plywood Crate
12x7x3 Meter
2025
-
Pada kejadian sebenarnya, peti kemas-peti kemas ini adalah wadah untuk tidak hanya benda-benda seni tapi juga memuat pertanyaan-pertanyaan, pernyataan-pernyataan, lembar-lembar ilmu pengetahuan, kabar kebudayaaan dan segala macam yang terkelindan padanya.
Ketika peti-peti ini kemudian melintas batas kota dan bangsa, mereka berlaku sebagai sarana kulawangsa manusia untuk menjangkau cita-cita besar dan mendasar, yaitu untuk saling terhubung dan bertukar capaian kebijaksanaan, (tentu saja setangkup dengan kemungkinan-kemungkinan sebaliknya). Peti-peti yang termobilisasi. hal-hal ini terjadi sejak dahulu sampai sekarang. sesekali berisi mesiu dan peluru dalam perang, seringkali berisi hasil bumi dan laut dalam dagang. berkali-kali berisi kitab dan lontar dalam siar. mungkin, mungkin saja, kali ini peti-peti ini berisi semuanya yang tersebutkan sebelumnya.
Peti-peti ini sekarang tersusun di sini, seperti monolit-monolit purba beratapkan langit yang menandai capaian manusia-manusia mula. mungkin, kali ini untuk menandai betapa seni dan ilmu pengetahuan masih tetap hidup, tegak berdiri, saling mengisi dan mewadahi.
In the real world, these containers housed not only art objects but also questions, statements, pieces of knowledge, cultural news, and everything else intertwined with them.
When these containers crossed city and national boundaries, they served as a means for humankind to achieve a greater and more fundamental goal: to connect and exchange wisdom (with the possibility of the opposite, of course). Mobilized containers—this has been the case from ancient times to the present. Sometimes they contained gunpowder and bullets in a war, often agricultural and marine products in a trade/market. And many times they contained books and palm-leaf manuscripts in missionary. Perhaps, this time these containers contained all of the above.
These containers now stand here, like ancient monoliths with a sky-high roof, marking the achievements of early humans. But this time, they’re here to mark how art and science are still alive, standing tall, complementing and accommodating each other.
Team:
Artist : Sirin Farid Stevy
Assistant Designer : GilangRamadan
Assistant Artisan : Flea Aura Ryanasta, Andika Namasta Putra
Logistic : Ahmad Muklis, Maya Larasati
Photography : Moks Timofevic
Crate Production : -
Display Team : -