Banal Binal (Obsinate Banality)
Banal Binal (Obsinate Banality)
Sirin Farid Stevy
Murals in public spaces - Jogja Biennale XIV Equator
Variable dimensions
2017
-
"Gajah dipelupuk mata tidak tampak, semut di seberang lautan tampak", sebuah pepatah lama yang berarti kesalahan atau keburukan orang lain dibesar-besarkan, sementara kesalahan atau keburukan diri sendiri tidak diakui. Pepatah ini sepertinya sebangun dengan bias persepsi publik pada ruang tempat hidupnya yang saat ini diperebutkan oleh kepentingan-kepentingan komersial sekaligus berhadapan dengan tatanan nilai dan bangunan moral yang selama ini terlanjur mengakar. Saat komersialisasi perlahan menyelinap ke banyak sudut ruang publik, masyarakat gamang dan bingung bersikap. Di sebuah saat tak mampu menolak lalu menormalisasi, di saat yang sama mempertahankan tembok-tembok nilai dengan sikap keras. Disrupsi-disrupsi ini terjadi, dan kegamangan menghantui.
Proyek mural ini hanya memindah kalimat-kalimat iklan obat perangsang dan alat bantu seksual, iklan jasa pengguguran kehamilan, iklan joki skripsi, iklan perjalanan spiritual yang dibalut dengan gula-gula selebritas, dan iklan-iklan yang menawarkan hal-hal imajinatif tentang uang, kekayaan yang bertebaran di sudut kota dengan medium pamflet fotokopian, terpampang berderet di banner atau papan nama kios-kios kecil, dan terpampang meriah di segala penjuru ruang digital. Iklan-iklan ini tak pernah dikritisi sebelumnya, sudah dinormalisasi mungkin, namun ketika dipindahkan dan dibesarkan di ruang publik yang sebenarnya sama; di tembok-tembok kota yogyakarta, publik menjadi terusik, goyah dan marah. Publik sedang berusaha memperjuangkan kedaulatan moral dan tatanan nilai yang selama ini dihidupinya, atau jangan-jangan, publik sebenarnya tidak benar-benar perlu moral dan nilai, mereka, kita hanya perlu nyaman dan status quo karena tidak siap dengan perubahan-perubahan, yang sayangnya niscaya terjadi.
Sebuah proyek mural yang dipresentasikan pada Jogja Biennale XIV Equator, 2017.
Iklan obat kuat, obat pembesar alat kelamin, obat pengguguran kehamilan dan alat bantu sex di ruang publik kota Yogyakarta dan ruang digital. Iklan-iklan dan outlet-outlet dagang baik offline maupun online ini tidak pernah dikritisi oleh warga masyarakat dan sudah dianggap normal.
Mural di Jembatang Kleringan di sekitar area Malioboro (pusat turisme, perniagaan, perkantoran pemerintah dan wilayah cagar budaya Yogyakarta).
Artist : Sirin Farid Stevy
Thinktank : Albert Deby, Adrianus Daday
Assistant Artisan : Wijaseta
Logistic : Anindito Susanto
Photography : Nico Pace
Production : -
Display Team : -