A. IDENTITAS MODUL
Nama Penyusun : Dwi Kristiani, S. Sn
Satuan Pendidikan : SMP N 3 Nglipar
Kelas / Fase : VII (Tujuh) - D
Mata Pelajaran : Seni Tari
Prediksi Alokasi Waktu : 16 Pertemuan/32x 45 menit
Tahun Penyusunan : 2022
B. KOMPETENSI AWAL
Pada unit 3, peserta didik akan menciptakan tari kreasi yang di dalam kegiatan pembelajarannya diawali dengan pemahaman tentang komposisi tari kelompok. Adapun indikator yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran pada Unit 3 ini, yaitu:
· Peserta didik mengidentifikasi elemen komposisi tari kelompok melalui pertunjukan tari yang disaksikan secara langsung atau melalui tayangan audiovisual
· Peserta didik mengeksplorasi elemen komposisi tari kelompok.
· Peserta didik merancang konsep karya tari kreasi berdasarkan elemen komposisi tari.
· Peserta didik menciptakan gerak tari yang bersumber dari gerak tari tradisional daerah setempat melalui berbagai rangsangan.
· Peserta didik menciptakan berbagai unsur pendukung dalam karya tari kreasi kelompok.
· Peserta didik menyusun gerak tari menggunakan pengolahan desain komposisi tari kelompok.
· Peserta didik menampilkan produk karya tari kreasi kelompok.
Komposisi merupakan suatu ilmu yang sangat dibutuhkan dalam mencipta atau menata tari. Sehingga sebelum peserta didik melakukan aktivitas mencipta karya tari, sebaiknya peserta didik dibimbing untuk memahami tentang komposisi tari kelompok terlebih dahulu. Komposisi tari merupakan kegiatan menggabungkan, menyusun dan mengombinasikan berbagai unsur tari seperti gerak, desain gerak, musik, kostum, properti, tata rias dan busana, tata panggung serta tata lampu (lighting) sehingga menjadi sebuah pertunjukan yang utuh. Pembelajaran komposisi tari ini diharapkan akan memberi pengaruh kepada kreativitas berpikir peserta didik terutama dalam mengeksplorasi, mengekspresikan ide gagasan serta menemukan berbagai inovasi yang dapat diaplikasikan pada saat proses penciptaan karya tari kelompoknya.
Untuk menciptakan sebuah karya tari, pertama-tama peserta didik perlu dibimbing untuk pencarian ide dan gagasan, dilanjutkan ke tahap eksplorasi gerak tari, improvisasi, evaluasi dan pembentukan (forming). Dalam kegiatan eksplorasi dan improvisasi, guru dapat menggunakan berbagai rangsang, mulai dari rangsang dengar, visual, kinestetik, peraba, hingga rangsang gagasan untuk mendorong peserta didik menciptakan gerak-gerak tarinya. Adapun alur kegiatan yang dapat dilakukan guru untuk mencapai tujuan pembelajaran pada Unit 3 ini dapat dilihat pada tabel 1 pendahuluan. Untuk mengukur tingkat penguasaan peserta didik terhadap materi di Unit 3 ini, guru dapat melakukan penilaian praktek, proyek dan produk dengan menggunakan rubrik penilaian.
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
Beriman, bertakwa kepada Tuhan yag maha Esa, bergotong royong, bernalar kritis, kreatif, inovatif, mandiri, berkebhinekaan global
D. SARANA DAN PRASARANA
1. Buku Teks
E. TARGET PESERTA DIDIK
Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.
F. MODEL PEMBELAJARAN
Blended learning melalui model pembelajaran dengan menggunakan Project Based Learning (PBL) terintegrasi pembelajaran berdiferensiasi berbasis Social Emotional Learning (SEL).
KOMPONEN INTI
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
· Peserta didik mampu menciptakan tari kreasi berdasarkan ragam gerak tari tradisional Indonesia.
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
· Elemen komposisi tari kelompok melalui pertunjukan tari yang disaksikan secara langsung atau melalui tayangan audiovisual
· Konsep karya tari kreasi berdasarkan elemen komposisi tari.
· Menciptakan gerak tari yang bersumber dari gerak tari tradisional daerah setempat melalui berbagai rangsangan.
· Menciptakan berbagai unsur pendukung dalam karya tari kreasi kelompok.
· Menyusun gerak tari menggunakan pengolahan desain komposisi tari kelompok.
· Menampilkan produk karya tari kreasi kelompok.
C. PERTANYAAN PEMANTIK
· Bertanya tentang elemen komposisi tari kelompok melalui pertunjukan tari yang disaksikan secara langsung atau melalui tayangan audiovisual
· Bertanya tentang elemen komposisi tari kelompok.
· Bertanya tentang konsep karya tari kreasi berdasarkan elemen komposisi tari.
· Bertanya tentang gerak tari yang bersumber dari gerak tari tradisional daerah setempat melalui berbagai rangsangan.
· Bertanya tentang berbagai unsur pendukung dalam karya tari kreasi kelompok.
· Bertanya tentang gerak tari menggunakan pengolahan desain komposisi tari kelompok.
· Bertanya tentang produk karya tari kreasi kelompok.
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
PERTEMUAN KE-1
Elemen Komposisi Tari kelompok (2 x 45 Menit)
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
· Guru mengawali pembelajaran dengan salam dan doa, dilanjutkan dengan mengecek kehadiran peserta didik.
· Guru memberikan ice breaking untuk membangkitkan semangat peserta didik.
· Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai peserta didik setelah mempelajari unit 3.
· Guru menjelaskan garis besar cakupan materi tentang komposisi tari yang akan dipelajari, lalu menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan di pertemuan pertama.
Kegiatan Inti (90 Menit)
· Guru menjelaskan langkah-langkah kegiatan pembelajaran pada peserta didik, sebagai berikut :
- Peserta didik diminta untuk mengamati video tari kreasi tradisional yang disajikan guru.
- Guru akan memberikan tongkat pada salah satu peserta didik. Peserta didik yang mendapatkan tongkat harus menjawab pertanyaan yang diberikan guru. Setelah menjawab pertanyaan, peserta didik tersebut harus memberikan tongkat pada peserta didik yang ingin menjawab pertanyaan kedua, begitu seterusnya. Jika tidak ada peserta didik yang mau menjawab, maka peserta didik memberikan tongkat kepada guru dan guru akan memberikan tongkat secara acak, sehingga peserta didik yang mendapatkan tongkat wajib menjawab pertanyaan yang diberikan guru. Kegiatan talking stick berakhir ketika semua pertanyaan sudah terjawab. Guru dapat memberikan pertanyaan untuk mengetahui hasil identifikasi peserta didik terhadap elemen komposisi tari pada video yang diamati melalui pertanyaan-pertanyaan seperti di bawah ini.
1) Apa tema dan judul dari tari yang telah disaksikan?
2) Apa makna cerita dari tari yang disaksikan?
3) Hal apa yang menarik perhatianmu dari karya tari tersebut?
4) Jelaskan tentang pakaian yang digunakan penari?
5) Alat musik apa yang digunakan, dan pertanyaan lainnya.
· Setelah menyampaikan langkah-langkah dalam kegiatan talking stick, guru memulai kegiatan dengan memperlihatkan video tari kelompok.
· Guru memulai kegiatan tanya jawab melalui metode talking stick.
· Guru memulai kegiatan tanya jawab melalui model talking stick.
· Setelah semua pertanyaan terjawab, guru memberikan kesempatan peserta didik untuk bertanya.
· Guru memberikan pendalaman materi tentang elemen-elemen dalam komposisi tari kelompok, dan memperlihatkan foto-foto karya tari sebagai bahan apresiasi peserta didik terkait elemen dalam komposisi tari.
Kegiatan Penutup (10 Menit)
· Guru bersama-sama peserta didik menyimpulkan pembelajaran
· Guru meminta peserta didik menyampaikan kesan terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
· Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.
· Guru menutup pembelajaran dengan salam dan doa.
PERTEMUAN KE-2
Desain gerak dalam Komposisi Tari Kelompok (2 x 45 Menit)
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
· Guru mengawali pembelajaran dengan salam dan doa, dilanjutkan dengan mengecek kehadiran peserta didik.
· Guru memberikan ice breaking untuk mempersiapkan tubuh peserta didik dalam melakukan aktivitas tari.
· Guru meminta peserta didik untuk menyebutkan kembali elemen-elemen dalam tari kelompok. Lalu menyampaikan materi yang akan dipelajari
Kegiatan Inti (90 Menit)
· Guru memanggil peserta didik secara acak untuk maju ke depan.
· Peserta didik yang maju ke depan, diminta untuk mempraktekan pose gerak dan pola lantai tari kelompok yang diperintahkan guru.
· Guru mengatur pose gerak dan pola lantai peserta didik.
· Guru membuat pose gerak dan pola lantai sederhana yang menciptakan kesan tertentu. Sebagai contoh, guru dapat membuat pose dan pola lantai seperti ini:
Gambar 3.7 Contoh pose dan pola lantai yang dapat dipraktekan di kelas
Ilustrator : Alima Hayatun Nufus
Pose pertama, guru menugaskan peserta didik yang berada di tengah lingkaran untuk melakukan gerak berdiri dengan mengangkat tangan ke atas, dan membuka kaki dengan lebar. Sedangkan peserta didik yang mengelilinginya ditugaskan untuk melakukan gerak duduk dengan tangan sembah.
Pose pertama, akan membentuk kesan penari yang berada di tengah sebagai seorang “penguasa”.
Gambar 3.8 Contoh pose dan pola lantai yang memberikan kesan perbedaan karakter.
Ilustrator : Alima Hayatun Nufus
Pose kedua, guru menugaskan peserta didik yang berada di tengah lingkaran untuk melakukan gerak duduk dengan tangan sembah, dan menugaskan peserta didik yang mengelilinginya untuk mengangkat tangan ke atas, dan membuka kaki dengan lebar.
Pose kedua, akan membentuk kesan penari yang berada di tengah sebagai orang yang teraniaya
Gambar 3.9 Pose gerak berdiri
Ilustrator : Alima Hayatun Nufus
Gambar 3.10 Pose gerak duduk
Ilustrator : Alima Hayatun Nufus
Guru dapat membuat beberapa pose dengan pola lantai yang berbeda, lalu menugaskan peserta didik untuk menginterpretasi pose pertama, pose kedua, pose ketiga dan seterusnya, dan meminta peserta didik untuk menyampaikan hasil interpretasinya secara lisan. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta didik akan dapat mengonstruksi pemahaman tentang elemen komposisi tari kelompok yang terkait makna jumlah penari dalam sebuah tari, makna desain ruang (pola lantai) serta makna pengolahan ruang gerak dalam tari. Guru dapat mencoba berbagai formasi lain, agar peserta didik lebih memahami tentang elemen komposisi tari kelompok.
· Guru memberikan pendalaman materi tentang variasi jumlah penari, desain lantai, dan desain gerak dalam tari kelompok melalui media pembelajaran yang disertai foto-foto pertunjukan tari kelompok.
Kegiatan Penutup (10 Menit)
· Guru menunjuk peserta didik secara acak untuk menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
· Guru meminta peserta didik menyampaikan kesan terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
· Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.
· Guru menutup pembelajaran dengan salam dan doa.
PERTEMUAN KE-3
Pola lantai dalam Komposisi Tari Kelompok (2 x 45 Menit)
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
· Guru mengawali pembelajaran dengan salam dan doa, dilanjutkan dengan mengecek kehadiran peserta didik.
· Guru memberikan ice breaking dalam bentuk permainan gerak sederhana untuk mempersiapkan tubuh peserta didik dalam melakukan aktivitas tari
· Guru bertanya apa yang diingat peserta didik tentang pola lantai dalam komposisi tari kelompok
· Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari dan menghubungkannya dengan materi di pertemuan sebelumnya.
· Guru kembali memberikan ice breaking untuk meningkatkan konsentrasi peserta didik.
Kegiatan Inti (90 Menit)
· Guru membagikan gulungan kertas kecil pada seluruh peserta didik. Peserta didik yang mendapatkan gulungan kertas yang berisikan nomor 1, harus bergabung dengan teman yang juga mendapatkan kertas nomor 1. Begitupun dengan peserta didik yang mendapatkan kertas nomor 2 dan seterusnya.
· Guru membuat berbagai variasi jumlah anggota kelompok, contohnya kelompok 1 beranggotakan empat orang, kelompok 2 terdiri dari tiga orang, kelompok 3 memiliki 5 orang dan seterusnya.
· Guru membuat gambar pola lantai (posisi penari) kelompok 1 di papan tulis.
· Guru menugaskan kelompok 1 untuk maju ke depan, dan mensimulasikan pola lantai yang telah dibuat guru. Sebagai contoh guru dapat membuat pola lantai seperti berikut.
Gambar 3.11 Contoh pola lantai yang dapat dibuat oleh guru
Ilustrator : Alima Hayatun Nufus
Selanjutya, guru menugaskan kelompok 1, untuk berpindah tempat pada posisi yang telah digambar guru di papan tulis, dengan pola perpindahan membuat lingkaran. Guru dapat memberikan beberapa ketentuan dalam melakukan gerak berpindah tempat, seperti,
- Peserta didik harus merentangkan tangan ketika berpindah tempat, serta tidak boleh menekukkan tangan ketika berpapasan dengan temannya, dan
- Gerak berpindah tempat dilakukan dengan gerak berlari-lari kecil dalam delapan hitungan. Guru dapat meminta peserta didik untuk berpindah tempat menuju posisi seperti berikut ini :
Gambar 3.12 Contoh pola lantai lingkaran
Ilustrator : Alima Hayatun Nufus
Gambar 3.13 Contoh pola lantai zigzag
Ilustrator : Alima Hayatun Nufus
Kegiatan ini diharapkan akan memberikan pemahaman pada peserta didik, bahwa di dalam melakukan gerak berpindah tempat, pola perpindahan tidak boleh merusak gerak, dan tetap terlihat rapi oleh penonton. Setelah peserta didik berhasil melakukan gerak berpindah tempat sesuai dengan aturan yang sudah ditentukan, guru menugaskan setiap kelompok untuk membuat beberapa pola lantai dan membuat pola perpindahan, yang akan digunakan untuk melakukan pergantian pola lantainya.
· Guru memberi batasan waktu bagi peserta didik untuk bereksplorasi, mencari berbagai pola lantai dan pola perpindahan, dengan menggunakan gerak dasar tari yang dipelajari di Unit 2.
· Guru meminta setiap kelompok untuk memperagakan pola lantai yang telah dibuat. Di setiap penampilan kelompok, guru disarankan untuk memberikan pujian, sebagai bentuk apresiasi pada peserta didik.
Kegiatan Penutup (10 Menit)
· Guru menanyakan kesulitan apa yang dihadapi peserta didik dalam proses membuat pola ruang
· Guru menunjuk peserta didik secara acak untuk menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
· Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.
· Guru menutup pembelajaran dengan salam dan doa.
PERTEMUAN KE-4
Variasi Gerak dalam Komposisi Tari Kelompok (2 x 45 Menit)
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
· Guru mengawali pembelajaran dengan salam dan doa, dilanjutkan dengan mengecek kehadiran peserta didik.
· Guru memberikan ice breaking dalam bentuk permainan gerak sederhana untuk mempersiapkan tubuh peserta didik dalam melakukan aktivitas tari.
· Guru menghubungkan materi yang telah dipelajari dengan materi yang akan dipelajari
Kegiatan Inti (90 Menit)
· Guru menampilkan video tari kelompok yang memiliki variasi gerak serempak, selang-seling, dan sebagainya. Setelah peserta didik mengamati video tersebut, guru melakukan tanya jawab, seperti dengan mengajukan pertanyaan:
“Apakah setiap gerakan, dilakukan serempak?”
“Adakah gerak yang dilakukan secara bergantian?”
“Adakah gerak yang dilakukan secara berurutan?” dan pertanyaan alainnya.
· Guru menyebutkan macam-macam variasi gerak yang sesuai dengan hasil pengamatan peserta didik, dan menuliskannya di papan tulis.
· Guru menugaskan peserta didik untuk membentuk kelompok, yang terdiri dari 4 sampai 7 orang. Lalu menugaskan setiap kelompok untuk memperagakan satu ragam gerak dasar tari tradisional daerah setempat yang pernah dipelajari di Unit 2 dengan berbagai variasi gerak yang ada di papan tulis. Di dalam kegiatan ini guru memberikan setiap kelompok waktu untuk melakukan eksplorasi.
· Guru memanggil setiap kelompok secara bergiliran, untuk memperagakan variasi gerak yang telah ditemukan. Guru perlu memberikan pujian terhadap setiap penampilan kelompok, lalu dilanjutkan dengan memberikan pendalaman materi terkait variasi gerak yang dapat digunakan dalam komposisi tari kelompok.
· Guru meminta salah satu kelompok untuk maju ke depan dan mendemonstrasikan variasi gerak serempak, berimbang, berurutan, selang seling, dan terpecah dalam pola lantai zigzag ataupun pola lantai lainnya, dengan gerak yang telah guru tentukan
Kegiatan Penutup (10 Menit)
· Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
· Guru meminta peserta didik menyampaikan kesan terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
· Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.
· Guru menutup pembelajaran dengan salam dan doa.
PERTEMUAN KE-5
Unsur Pendukung Tari kelompok (2 x 45 Menit)
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
· Guru mengawali pembelajaran dengan salam dan doa, dilanjutkan dengan mengecek kehadiran peserta didik.
· Guru memberikan ice breaking dalam bentuk permainan sederhana untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik
· Guru bertanya tentang unsur pokok dalam gerak tari dan menghubungkannya dengan unsur pendukung tari.
Kegiatan Inti (90 Menit)
· Guru menjelaskan langkah yang akan dilakukan dalam mempelajari materi tentang unsur pendukung tari. Adapun langkah tersebut adalah
- Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok kecil.
- Guru memberikan mahkota yang berisi nomor kepada setiap kelompok.
- Guru menugaskan setiap kelompok untuk mengamati video tari yang ditayangkan, lalu mengidentifikasi unsur/elemen yang terdapat dalam sebuah pertunjukan tari serta peranannya dalam sebuah karya tari.
- Guru menugaskan setiap kelompok untuk mengisi lembar kerja peserta didik dan memberikan waktu untuk berdiskusi.
- Setelah setiap kelompok selesai mengerjakan semua soal, guru memanggil salah satu nomor dalam kelompok tertentu, dan peserta didik yang memakai mahkota dengan nomor tersebut harus mempresentasikan jawabannya di depan kelas.
- Kelompok lain dapat menanggapi, menyanggah, atau menambahkan informasi terhadap jawaban yang telah disampaikan temannya.
- Kegiatan akan berakhir saat semua pertanyaan sudah terjawab.
· Guru memulai kegiatan pembelajaran sesuai dengan langkah 1–7 sesuai dengan yang dipaparkan di atas.
· Guru memberikan penguatan terhadap jawaban peserta didik tentang unsur pendukung tari, disertai dengan memberikan contoh melalui media audio visual.
Kegiatan Penutup (10 Menit)
· Guru meminta beberapa peserta didik secara acak untuk menyebutkan tentang unsur pendukung tari beserta fungsinya.
· Guru meminta peserta didik untuk menyampaikan kesan setelah mempelajari unsur pendukung tari.
· Guru menyampaikan kegiatan yang akan dilakukan pada pertemuan selanjutnya.
· Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.
PERTEMUAN KE-6
Membuat ide gagasan (2 x 45 Menit)
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
· Guru mengawali pembelajaran dengan salam dan doa, dilanjutkan dengan mengecek kehadiran peserta didik.
· Guru memberikan ice breaking untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
· Guru menghubungkan unsur/elemen komposisi tari dengan materi tentang merancang karya tari.
Kegiatan Inti (90 Menit)
· Guru meminta peserta didik untuk berdiri, lalu meminta peserta didik secara paralel mengekspresikan apa yang sedang dirasakan melalui sebuah gerak sederhana, seperti menggeliatkan tubuh jika peserta didik merasa mengantuk, melompat jika peserta didik merasa senang, dan lain sebagainya.
· Guru menghubungkan kegiatan tersebut dengan ide gagasan dalam menciptakan sebuah karya tari, dengan memberikan penjelasan secara singkat, bahwa gerak dan ide gagasan dalam sebuah karya tari dapat bersumber dari apa yang dirasakan/dipikirkan.
· Guru menugaskan peserta didik untuk mengidentifikasi sumber ide gagasan dalam sebuah karya tari yang akan ditayangkan. Dalam kegiatan ini guru perlu menayangkan beberapa video/tari tradisi yang memiliki ide gagasan yang berbeda-beda.
· Guru dapat memperlihatkan tari yang ide gagasannya bersumber dari legenda daerah/ciri khas daerah/mata pencaharian masyarakat di suatu daerah/tokoh dalam sebuah cerita rakyat atau pahlawan, dan lain sebagainya.
· Guru mempersilahkan peserta didik untuk mendeskripsikan gagasan/tema apa saja yang mendasari karya tari yang telah disaksikan secara lisan.
· Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk bertanya.
· Guru memberikan pendalaman materi tentang sumber ide dalam penciptaan karya tari.
· Guru membagi peserta didik dalam beberapa kelompok kecil secara heterogen. Pembagian kelompok harus mempertimbangkan kompetensi peserta didik dalam menari, jumlah peserta didik perempuan dan laki-laki, tingkat motivasi belajar peserta didik dan sebagainya.
· Guru menjelaskan aturan dan langkah-langkah kegiatan yang harus dilakukan oleh setiap kelompok. Adapun aturan dan langkah-langkahnya yaitu
- Setiap kelompok memiliki waktu diskusi selama 30 menit.
- Masing-masing anggota kelompok wajib mengutarakan gagasan yang akan digunakan untuk membuat karya tari kelompoknya secara bergantian sesuai arah jarum jam. Setiap anggota kelompok hanya dapat memberikan satu ide untuk satu pertanyaan. Adapun pertanyaan yang harus dijawab meliputi ide tema tari, sumber gagasan, perasaan ingin disampaikan. Sebagai contoh, peserta didik dapat mengusulkan tema persabahatan, dengan sumber ide tentang pertemanan di kelas dan perasaan yang ingin disampaikan. Dalam proses ini, setiap anggota kelompok tidak diperkenankan mengkritik gagasan yang diutarakan teman. Setiap ide yang disampaikan harus ditulis dalam lembar kerja peserta didik.
· Setelah semua ide terkumpul, peserta didik mengevaluasi ide-ide yang telah ditemukan. Ide yang sama dapat disatukan, sedangkan ide yang belum jelas maksudnya dapat ditanyakan pada peserta didik yang bersangkutan.
· Peserta didik secara berkelompok menentukan ide yang akan dipilih berdasarkan kesepakatan. Dalam kegiatan ini, peserta didik dalam kelompok dapat mengambil suara terbanyak untuk menentukan gagasan yang akan dipilih.
· Secara berkelompok, peserta didik melakukan penyempurnaan terhadap gagasan terpilih, lalu membuat deskripsi singkat tentang rancangan karya tari yang akan diciptakan dan menuliskannya pada lembar kerja.
· Guru mempersilahkan peserta didik untuk mulai berdiskusi, dan mendampingi jalannya diskusi.
· Guru meminta perwakilan setiap kelompok untuk menyampaikan ide gagasan tari yang telah di sepakati kelompoknya di depan kelas.
Kegiatan Penutup (10 Menit)
· Guru bertanya kesulitan yang dihadapi peserta didik dalam merumuskan gagasan, lalu memberikan timbal balik atas jawaban peserta didik.
· Guru bersama-sama peserta didik menyimpulkan materi yang telah dipelajari, melalui kegiatan tanya jawab.
· Guru menyampaikan kegiatan yang akan dilakukan pada pertemuan selanjutnya.
· Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.
PERTEMUAN KE-7
Eksplorasi, Improvisasi dan Evaluasi Gerak Tari (6 x 45 Menit)
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
· Guru mengawali pembelajaran dengan salam dan doa, dilanjutkan dengan mengecek kehadiran peserta didik.
· Guru bersama peserta didik melakukan pemanasan, dimulai dari gerak kepala hingga gerak kaki.
· Guru menghubungkan kegiatan yang telah dilakukan di pertemuan sebelumnya dengan kegiatan yang akan dilakukan.
· Guru meminta peserta didik untuk membuat lingkaran.
Kegiatan Inti (90 Menit)
· Guru menjelaskan tentang tahapan dalam membuat karya tari.
· Guru mengajak peserta didik untuk melakukan kegiatan eksplorasi gerak, dengan cara :
- Memberikan rangsang visual, dengan memperlihatkan gambar tumbuhan, misalnya pohon beringin sebagai ide penciptaan gerak.
- Melakukan analogi langsung, dengan menganalogikan/mengibaratkan pohon beringin ke dalam bentuk benda, warna, ukuran, makhluk hidup lain, dan lain sebagainya. Sebagai contoh, guru dapat mengarahkan peserta didik untuk menganalogikan gajah seperti pahlawan super, melalui pertanyaan “Jika disamakan dengan super hero, kira-kira gajah seperti Ironman, Captain America atau Hulk?” Analogi ini digunakan untuk mengarahkan imajinasi peserta didik pada karakter gerak yang harus diwujudkan.
· Melakukan analogi personal, dengan meminta peserta didik untuk untuk mengibaratkan diri (mengekspresikan) sebagai analog yang telah disepakati dan minta mereka mengekspresikan hasil analoginya dalam bentuk gerak. Sebagai contoh, guru dapat menggunakan rangsang audio, dengan memutar instrumen musik lalu meminta peserta didik untuk memejamkan mata dan menganalogikan diri sebagai seorang pahlawan super, lalu meminta peserta didik untuk menggerakkan anggota tubuhnya sesuai dengan imajinasi yang ada dalam pikirannya. Guru mulai menstimulasi peserta didik untuk bergerak, dengan memerintahkan peserta didik mulai menggerakkan kakinya secara perlahan. Lalu guru dapat memerintahkan peserta didik menggerakkan tangan, menggerakkan kepala, mengombinasikan semua gerak tubuh, melakukan gerak berpindah tempat, hingga gerak yang lebih kompleks.
· Pemadatan konflik: Guru meminta peserta didik mendeskripsikan apa yang dirasakan setelah menjadi analoginya. Sebagai contoh, ketika peserta didik menganalogikan dirinya sebagai pahlawan super, mungkin peserta didik akan mendeskripsikan dirinya sebagai orang yang berani, kuat, suka bertarung, melindungi orang lain, dan sebagainya.
· Melakukan analogi langsung dengan mengajak peserta didik untuk memilih ciri-ciri pahlawan super yang sesuai dengan pohon beringin, misalnya karakter kuat dan melindungi. Selanjutnya peserta didik diminta untuk menganalogikan dirinya sebagai pohon beringin yang kuat dan melindungi ke dalam gerak. Dalam tahap ini, guru dapat memberikan rangsang gagasan, rangsang peraba dan sebagainya. Sebagai contoh, guru dapat memberikan rangsan gagasan, dengan meminta peserta didik untuk mengibaratkan kakinya sebagai akar pohon, tangannya sebagai ranting pohon, lalu pohon beringin tersebut tertiup angin yang semakin lama semakin kencang.
· Guru meminta peserta didik menghubungkan hasil analoginya dengan gerak tari yang menceritakan pohon beringin. Dalam kegiatan ini, guru membimbing peserta didik untuk menstilasi gerak yang telah dihasilkan menjadi gerak tari dengan memperhatikan penggunaan unsur tenaga ruang dan waktu.
· Guru menjelaskan bahwa untuk menciptakan gerak tari, peserta didik dapat menggunakan imajinasinya. Lalu guru menjelaskan tentang berbagai rangsang yang dapat digunakan peserta didik untuk memunculkan imajinasi.
· Guru mengondisikan peserta didik untuk melakukan eksplorasi gerak sesuai dengan tema yang dipilih oleh kelompoknya. Guru dapat mengarahkan peserta didik untuk mengamati dulu gerak dalam karya tari tradisi
· Guru sebagai inspirasi untuk membuat gerak, atau menggunakan instrumen musik tradisi daerah sebagai stimulus penciptaan gerak. Hal ini bertujuan untuk mengarahkan imajinasi peserta didik pada gerak-gerak tari tradisi daerah setempat. Dalam kegiatan eksplorasi ini, sebaiknya guru memberikan kebebasan pada setiap kelompok untuk menentukan tempat eksplorasi. Peserta didik dapat melakukan kegiatan eksplorasi di dalam ataupun di luar kelas.
· Guru membimbing peserta didik untuk membuat improvisasi pada gerak-gerak yang telah ditemukan. Guru dapat mengarahkan peserta didik untuk membuat pengembangkan gerak tari melalui pengolahan unsur tenaga, ruang atau waktu.
· Guru menugaskan setiap kelompok untuk melakukan evaluasi, dengan cara menyeleksi/memilih gerak-gerak yang sesuai dengan konsep karya tarinya dan menggunakan unsur tenaga ruang dan waktu secara tepat.
Kegiatan Penutup (10 Menit)
· Guru menanyakan kesulitan apa yang peserta didik rasakan saat mengikuti pembelajaran, dan memberikan timbal balik berdasarkan jawaban peserta didik.
· Guru meminta peserta didik untuk memberikan kesan setelah melakukan kegiatan eksplorasi, improvisasi dan evaluasi gerak tari.
· Guru memberikan apresiasi pada seluruh peserta didik, dengan memberikan pujian
· Guru menyampaikan kegiatan yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya
· Guru menutup pembelajaran dengan salam
PERTEMUAN KE-8
Membentuk gerak tari (Forming) (6 x 45 Menit)
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
· Guru mengawali pembelajaran dengan salam dan doa, dilanjutkan dengan mengecek kehadiran peserta didik.
· Guru mengajak peserta didik untuk melakukan pemanasan untuk mempersiapkan tubuh dalam melakukan aktivitas gerak tari.
· Guru meminta peserta didik untuk menyebutkan materi apa saja yang masih diingat peserta didik di unit 1 hingga unit 3. Lalu memberi penjelasan singkat tentang hubungan materi-materi yang telah dipelajari, dengan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan.
· Guru mengondisikan peserta didik untuk duduk bersama dengan kelompoknya.
Kegiatan Inti (90 Menit)
· Guru menugaskan peserta didik untuk mengamati video tari kreasi yang ditayangkan oleh guru.
· Guru melakukan tanya jawab, dengan memberikan pertanyaan terkait fungsi musik, level, pola lantai dan variasi gerak yang dilihat dalam video tari, seperti :
“Musik apa yang digunakan dalam video tari tersebut?”
”Apa fungsi musik dalam video tari tersebut?”
“variasi gerak apa saja yang ada dalam tari kelompok tersebut?”
“pola lintasan apa saja yang digunakan penari untuk melakukan gerak berpindah tempat?”
“pola lantai apa saja yang dibentuk penari saat melakukan gerak di tempat?”,
“Level apa saja yang digunakan dalam karya tari tersebut?” dan pertanyaan lainnya.
Kegiatan tanya jawab ini, dilakukan untuk memunculkan kembali ingatan peserta didik tentang fungsi musik, pengolahan desain ruang dan variasi gerak dalam tari kelompok.
· Guru menugaskan setiap kelompok untuk membentuk gerak yang telah dihasilkan di kegiatan sebelumnya. Di dalam kegiatan ini, guru perlu membimbing setiap kelompok untuk menciptakan variasi level, variasi pola lantai, serta variasi desain gerak pada gerak-gerak yang telah dihasilkan.
· Guru menugaskan setiap kelompok untuk menentukan jenis musik yang akan digunakan dalam karya tarinya. Serta mulai menyesuaikan gerak yang telah dihasilkan dengan iringan musiknya. Peserta didik dapat menggunakan musik tradisi yang telah ada, atau membuat musik dari alat musik modern, perkusi, atau membuat musik internal dari nyanyian, tepukan, dan sebagainya.
Kegiatan Penutup (10 Menit)
· Guru menanyakan kesulitan apa yang peserta didik hadapi dalam membentuk gerak tari, lalu memberikan solusi atas permasalahan yang peserta didik hadapi.
· Guru mengapresiasi kegigihan peserta didik dalam menciptakan tari kreasi, dengan memberikan pujian.
· Guru menutup pembelajaran dengan salam.
PERTEMUAN KE-9
Menciptakan tata rias, busana, dan properti (4 x 45 Menit)
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
· Guru mengawali pembelajaran dengan salam dan doa, dilanjutkan dengan mengecek kehadiran peserta didik.
· Guru memberikan ice breaking untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
· Guru melakukan tanya jawab tentang unsur pendukung tari. Kegiatan ini bertujuan untuk menghubungkan pengetahuan yang telah peserta didik dapatkan sebelumnya dengan kegiatan yang akan dilakukan.
Kegiatan Inti (90 Menit)
· Guru mengondisikan peserta didik untuk duduk bersama kelompoknya.
· Guru menjelaskan langkah kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. Adapun langkah yang harus dilakukan oleh setiap kelompok, yaitu
- Mendiskusikan konsep tata rias, busana dan properti yang akan digunakan dalam karya tari kelompok.
- Membagi tugas pada setiap anggota kelompok untuk membuat rancangan tata rias/busana/ properti. Setiap anggota kelompok memilih atau ditugaskan untuk mengerjakan satu jenis rancangan. Hal ini bertujuan agar kegiatan kerja kelompok berjalan efektif dan efisien.
- Mengevaluasi hasil rancangan bersama kelompoknya.
- Mempresentasikan hasil rancangan.
· Guru membagikan lembar kerja sebagai panduan peserta didik untuk mengerjakan tugas.
· Guru memberikan batasan waktu pengerjaan tugas, dan memantau pengerjaan tugas setiap kelompok.
· Guru meminta setiap perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil rancangannya, lalu memberi masukan pada setiap rancangan yang dipresentasikan peserta didik.
· Guru menugaskan peserta didik untuk mengumpulkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat properti tari. Kegiatan membuat properti tari perlu dilakukan di dalam kelas agar peserta didik berusaha sendiri dan tidak mengandalkan orang lain untuk membuatnya.
Kegiatan Penutup (10 Menit)
· Guru menanyakan kesulitan apa yang peserta didik hadapi dalam membuat unsur pendukung tari, lalu memberikan solusi atas permasalahan yang peserta didik hadapi.
· Guru menugaskan peserta didik untuk membuat busana tari yang sesuai rancangan, dengan bimbingan/ bantuan orang tua di rumah
· Guru mengingatkan peserta didik untuk tetap menghafal gerak tari yang telah dibentuk.
· Guru menyampaikan kegiatan yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya.
· Guru menutup pembelajaran dengan salam
PERTEMUAN KE-10
Latihan Pengulangan (2 x 45 Menit)
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
· Guru mengawali pembelajaran dengan salam dan doa, dilanjutkan dengan mengecek kehadiran peserta didik.
· Guru mengajak peserta didik untuk melakukan pemanasan untuk mempersiapkan tubuh melakukan aktivitas gerak tari.
· Guru melakukan tanya jawab untuk melihat kemajuan setiap kelompok, dengan mengajukan pertanyaan. “apakah kamu sudah hafal dengan gerak tari kelompokmu?”,”apakah kelompokmu melakukan latihan di luar jam pelajaran?”dan sebagainya.
Kegiatan Inti (90 Menit)
· Guru meminta setiap kelompok untuk maju kedepan secara bergantian. Guru dapat menentukan nomor urut, melalui aplikasi online spinner atau menunjuk setiap kelompok secara acak. Setiap kelompok diminta untuk menampilkan karya tarinya dari awal hingga akhir, dengan menggunakan iringan musik dan properti yang sesuai. Di setiap penampilan kelompok, guru memberikan masukan/perbaikan, dan mempersilahkan kelompok yang lain untuk memberikan masukan. Hal ini perlu dilakukan agar setiap kelompok dapat memaksimalkan karya tarinya.
· Guru meminta setiap kelompok melakukan latihan untuk menyesuaikan gerak, dengan iringan musik dan properti secara berulang-ulang dalam durasi waktu yang telah ditentukan. Untuk mengatasi kendala ruang, guru dapat membebaskan setiap kelompok untuk melakukan kegiatan latihan di luar kelas. Namun demikian, guru tetap harus membimbing kelompok yang berlatih diluar kelas, dan memastikan peserta didik, tetap fokus berlatih.
· Guru meminta setiap kelompok melakukan latihan untuk menyesuaikan gerak, dengan iringan musik dan properti secara berulang-ulang dalam durasi waktu yang telah ditentukan. Untuk mengatasi kendala ruang, guru dapat membebaskan setiap kelompok untuk melakukan kegiatan latihan di luar kelas. Namun demikian, guru tetap harus membimbing kelompok yang berlatih diluar kelas, dan memastikan peserta didik, tetap fokus berlatih.
Kegiatan Penutup (10 Menit)
· Guru meminta perwakilan setiap kelompok untuk mendeskripsikan persentase ketercapaian kelompok dalam membuat karya tari kreasi daerah setempat.
· Guru menanyakan kesulitan apa yang peserta didik rasakan saat kegiatan latihan, lalu memberikan solusi untuk permasalahan yang ditemui.
· Guru menugaskan setap peserta didik untuk menghafal gerak tari kelompok yang akan ditampilkan di pertemuan berikutnya.
· Guru menutup pembelajaran dengan salam
PERTEMUAN KE-11
Pertunjukan dan Evaluasi Karya Tari (2 x 25 Menit)
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
· Guru mengawali pembelajaran dengan salam dan doa, dilanjutkan dengan mengecek kehadiran peserta didik.
· Guru memberikan apresiasi berupa pujian terhadap seluruh tahap kegiatan penciptaan tari yang dilakukan oleh peserta didik.
Kegiatan Inti (90 Menit)
· Guru meminta setiap kelompok bersiap-siap untuk menampilkan karya tarinya.
· Guru memosisikan peserta didik yang belum mendapat giliran tampil sebagai penonton yang harus menghargai penampilan kelompok lain.
· Guru membuat undian nomor urut penampilan, lalu memanggil penampilan kelompok sesuai urutan.
· Guru melakukan penilaian secara individu dan kelompok.
· Setelah semua kelompok tampil, guru melakukan evaluasi, dengan menanyakan kesulitan apa yang peserta didik rasakan dalam proses penciptaan karya tari, dan bagaimana peserta didik mengatasi kesulitan tersebut.
· Guru meminta setiap kelompok untuk menentukan nilai yang sesuai untuk penampilan kelompoknya, dan menuliskannya di kertas. Lalu guru menanyakan alasan peserta didik memberikan nilai tersebut dan menanggapi setiap nilai yang diberikan.
· Guru meminta peserta didik untuk mengungkapkan kesan setelah melakukan serangkaian kegiatan penciptaan karya tari kreasi daerah.
Kegiatan Penutup (10 Menit)
· Sebagai tindak lanjut, guru menugaskan peserta didik untuk mengunggah hasil karyanya di sosial media dengan menyertakan keterangan atau deskripsi tarinya.
· Guru menutup pembelajaran dengan salam