Selamat datang di SDN Daraulin 01
Penentuan skala prioritas siswa penerima bantuan PIP oleh pihak sekolah dilakukan melalui beberapa kriteria dan langkah utama:
Prioritas Utama Berdasarkan Desil Kesejahteraan (Desil 1–4)
Siswa yang terdata pada Desil 1 hingga 4 merupakan kelompok prioritas utama untuk diusulkan.
Siswa dengan desil di atas 4 (seperti Desil 5, 6, atau 7) tetap dapat diusulkan apabila kondisi riil siswa sangat membutuhkan dan kuota sekolah masih tersedia.
Pertimbangan Kondisi Khusus Siswa (Kondisi Riil)
Selain nilai desil dari pusat, sekolah mempertimbangkan keadaan nyata siswa di lapangan.
Siswa dengan kondisi khusus seperti yatim/piatu, rentan putus sekolah, atau mengalami kesulitan ekonomi riil diprioritaskan untuk diberi tanda khusus saat pengusulan.
Pemeriksaan Validitas dan Status Siswa di Sistem
Siswa yang masuk daftar prioritas harus dipastikan berstatus valid (berwarna putih di sistem).
Siswa dengan data tidak valid/duplikat (berwarna merah) atau yang sudah menerima penetapan SK PIP di tahun berjalan (berwarna hijau) tidak dapat diusulkan kembali.
Musyawarah Bersama Tim Sekolah
Penentuan siswa calon penerima PIP dilakukan secara transparan dan adil melalui musyawarah bersama antara Kepala Sekolah, Operator Sekolah, dan Komite Sekolah.
Data siswa yang valid diunduh dan diurutkan (misalnya berdasarkan tingkat desil terkecil) untuk diverifikasi bersama sesuai kondisi riil.
Penyesuaian dengan Target Sasaran / Kuota Sekolah
Jumlah siswa terpilih dalam skala prioritas teratas disesuaikan secara langsung dengan target sasaran (kuota) yang diberikan pusat kepada sekolah.
selengkapnya bisa dilihat di youtube
**Margaasih, 3 Oktober 2026** — Kegiatan **Lomba Tingkat II (LT2) Kwarran Margaasih Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Bandung** yang dilaksanakan pada **2–3 Oktober 2026** berlangsung meriah dan penuh semangat kepramukaan. Kegiatan ini menjadi ajang bagi para Pramuka Penggalang untuk menunjukkan keterampilan, kreativitas, kedisiplinan, serta kekompakan regu.
Dalam kegiatan tersebut, **SDN Daraulin 01** berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan **menyabet lima kejuaraan** dari berbagai cabang perlombaan.
Adapun prestasi yang berhasil diraih SDN Daraulin 01 adalah:
1. 🥈 **Juara 2 Puisi**
2. 🥈 **Juara 2 Administrasi**
3. 🥈 **Juara 2 Masak**
4. 🥉 **Juara 3 Kemampuan Indra Manusia**
5. 🥉 **Juara 3 Senam**
Lima prestasi tersebut menjadi bukti semangat, kerja keras, dan kekompakan para peserta didik SDN Daraulin 01 dalam mengikuti kegiatan kepramukaan. Tidak hanya mengandalkan kemampuan individu, setiap perlombaan juga menuntut kerja sama, ketelitian, kreativitas, keberanian, dan kedisiplinan.
Kegiatan LT2 sendiri menjadi pengalaman berharga bagi para peserta. Melalui berbagai perlombaan dan aktivitas kepramukaan, peserta didik mendapatkan kesempatan untuk belajar secara langsung tentang **kemandirian, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama, serta sportivitas**.
Keberhasilan meraih lima kejuaraan tentunya tidak terlepas dari persiapan dan latihan yang dilakukan sebelum pelaksanaan kegiatan. Dukungan dari pihak sekolah, pembina Pramuka, guru, serta orang tua turut memberikan motivasi kepada para peserta untuk tampil maksimal.
Pihak **SDN Daraulin 01** menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas perjuangan para peserta yang telah membawa nama baik sekolah dalam kegiatan LT2 Kwarran Margaasih. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus mengembangkan potensi dan berani berprestasi di berbagai bidang.
**Selamat dan sukses untuk para Pramuka SDN Daraulin 01!** 🎉🏕️
Semoga prestasi yang diraih dalam **LT2 Kwarran Margaasih Kwarcab Kabupaten Bandung Tahun 2026** menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk meraih prestasi-prestasi berikutnya.
**Salam Pramuka! ⚜️**
**SDN Daraulin 01 — Berprestasi, Mandiri, dan Berkarakter.**
Margaasih, 11 September 2026 — Kabar membanggakan datang dari SDN Daraulin 01. Dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kecamatan Margaasih yang dilaksanakan pada Jumat, 11 September 2026, para peserta didik SDN Daraulin 01 berhasil meraih empat juara dari berbagai kategori perlombaan.
Prestasi tersebut menjadi bukti nyata semangat, kreativitas, dan kemampuan peserta didik dalam melestarikan bahasa serta budaya Sunda melalui kegiatan seni dan sastra daerah. Keberhasilan ini juga menjadi kebanggaan bagi sekolah, para guru, orang tua, dan seluruh keluarga besar SDN Daraulin 01.
Dalam ajang FTBI Tingkat Kecamatan Margaasih, SDN Daraulin 01 berhasil meraih prestasi sebagai berikut:
Borangan Putri Juara 1
Ngadongeng Putri Juara 1
Maca Sajak Putri Juara 2
Biantara Putra Juara 3
Perolehan empat juara tersebut menunjukkan bahwa peserta didik SDN Daraulin 01 memiliki potensi yang luar biasa dalam bidang bahasa, sastra, dan seni tradisional Sunda. Setiap kategori yang diikuti menjadi kesempatan bagi para siswa untuk menampilkan kemampuan terbaik sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat.
Festival Tunas Bahasa Ibu merupakan salah satu kegiatan yang memiliki peran penting dalam menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa ibu dan budaya daerah. Melalui perlombaan seperti borangan, ngadongeng, sajak, dan biantara, peserta didik tidak hanya belajar menggunakan bahasa Sunda dengan baik, tetapi juga mengembangkan keberanian, kreativitas, kemampuan berbicara, serta apresiasi terhadap seni dan sastra tradisional.
Keikutsertaan SDN Daraulin 01 dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah untuk terus menanamkan nilai-nilai budaya kepada peserta didik. Bahasa ibu bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga merupakan bagian dari identitas, sejarah, dan jati diri masyarakat yang perlu dijaga serta diwariskan kepada generasi berikutnya.
Keberhasilan meraih empat juara tentu tidak terlepas dari kerja keras para peserta didik, dukungan guru pembimbing, serta dorongan dari orang tua. Persiapan, latihan, dan keberanian tampil menjadi bagian penting dalam proses pencapaian prestasi tersebut.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik SDN Daraulin 01 untuk terus berani mengembangkan bakat dan minatnya, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Selain itu, pencapaian ini juga menjadi penyemangat bagi sekolah untuk terus mendukung kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian bahasa dan budaya daerah.
Empat juara yang diraih pada FTBI Tingkat Kecamatan Margaasih tahun 2026 menjadi catatan prestasi yang membanggakan bagi SDN Daraulin 01. Pencapaian ini membuktikan bahwa dengan latihan yang sungguh-sungguh, pendampingan yang baik, dan dukungan dari berbagai pihak, peserta didik mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Semoga prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus berkarya, berprestasi, dan mencintai budaya daerah. SDN Daraulin 01 berkomitmen untuk terus memberikan ruang bagi peserta didik dalam mengembangkan potensi, melestarikan bahasa ibu, serta menjaga warisan budaya Sunda agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.
Selamat kepada para juara FTBI SDN Daraulin 01! Teruslah berprestasi, berkarya, dan menjadi generasi penerus yang mencintai bahasa serta budaya daerah.
Halo Teman-teman OPS, apa kabar? Sudah mulai begadang atau masih bisa tidur nyenyak? Menjelang tanggal 31 Agustus 2026, suasana di grup-grup operator biasanya mulai "panas dingin". Detak jantung rasanya berpacu lebih kencang seiring mendekatnya jam cut-off.
Tenang, jangan panik dulu! Kita bedah satu per satu masalahnya. Ingat, tanggal 31 Agustus ini adalah momen "hidup-dan-mati" untuk pendanaan sekolah kita tahun depan. Kalau data kita berantakan, nasib dana BOSP dan bantuan PIP siswa taruhannya. Mari kita pastikan semua aman sebelum gerbang server pusat terkunci. Gaskeun!
Langkah paling pertama dan tidak bisa ditawar adalah update aplikasi ke Versi 2027B. Versi ini baru saja rilis "semalam" (per 29 Agustus) untuk memastikan semua perbaikan sistem masuk ke laptop kita.
Jangan menunda update ini, ya! Versi 2027B adalah fondasi utama agar sinkronisasi kalian dianggap sah dan valid oleh sistem pusat. Menggunakan versi lama di detik-detik terakhir itu ibarat mau balapan tapi pakai ban bocor—risikonya terlalu besar.
Bagi Pejuang Data, sinkronisasi adalah jembatan nyawa antara data sekolah dan pusat. Pastikan status "Invalid" sudah nol semua. Jangan cuma sekali, kalau perlu cek berkali-kali. Mengapa? Karena kadang ada jeda waktu antara aplikasi lokal dengan apa yang terbaca di server pusat (Verval PD).
"Pastikan Teman-teman sudah sinkron Dapodik sebelum 31 Agustus. Saya sendiri bahkan sudah melakukan sinkronisasi hingga 8 kali. Kenapa sampai 8 kali? Bukan karena kurang kerjaan, tapi untuk memastikan jumlah 'Siswa Aktif' di pusat benar-benar sinkron dengan data di sekolah karena Verval PD kadang tidak langsung up-to-date."
Ada kabar yang sedang ramai di lapangan: katanya, prioritas utama perhitungan dana BOSP 2027 sekarang diambil dari data di SP Data Dik, bukan lagi sekadar Verval PD.
Namun perlu dicatat, informasi ini belum pasti kebenarannya secara regulasi resmi. Meski begitu, untuk jaga-jaga, kalian wajib memastikan jumlah siswa aktif di aplikasi lokal sama persis dengan yang tertera di menu Siswa - Aktif pada portal SP Data Dik. Kalau di Dapodik ada 112 siswa, di SP Data Dik pun harus muncul angka 112. Jangan sampai selisih satu orang pun!
Data residu atau NISN kosong adalah "hantu" yang bisa membatalkan hak siswa mendapatkan bantuan. Berikut cara mengatasinya:
NISN Kosong: Segera cek Verval PD. Jika siswa baru atau mutasi dari EMIS/sekolah lain belum muncul juga, jangan menunggu lama. Segera hubungi Dinas Pendidikan setempat untuk melakukan penarikan data secara manual.
Residu Ganda (Keduanya Aktif): Jika ada NIK/NISN ganda dan keduanya masih berstatus aktif, gunakan menu "Pengeluaran Data" pada Verval PD.
Residu Ganda (Salah Satu Tidak Aktif): Gunakan fitur "Merger Data" (seperti yang dijelaskan dalam video Q&A saya sebelumnya) untuk menggabungkan data tersebut menjadi satu identitas valid.
Data Rombongan Belajar (Rombel) dan jadwal mengajar guru akan dikunci untuk satu semester ke depan tepat setelah 31 Agustus. Ini sangat krusial bagi validasi Info GTK dan pencairan tunjangan sertifikasi guru.
Peringatan keras tapi santai buat Teman-teman: Tolong, jangan utak-atik lagi data Rombel, wali kelas, atau pembagian jam mengajar setelah tanggal cut-off. Salah sedikit saja di sini, urusannya bisa panjang sampai ke pencairan tunjangan rekan guru kita. Pastikan semuanya sudah "klik" sebelum sinkron terakhir.
Sekolah kita tidak mengusulkan PIP secara manual, tapi sistemlah yang menarik data berdasarkan apa yang kita input. Pastikan input pekerjaan dan penghasilan orang tua logis:
Kalau petani, penghasilannya berapa? Jangan diisi nol kalau masih bekerja.
Kalau orang tua sudah meninggal, pastikan keterangannya jelas sehingga status "tidak berpenghasilan" menjadi valid secara sistem. Validitas data ini menentukan apakah siswa tersebut layak mendapatkan bantuan sosial atau tidak. Jangan sampai mereka kehilangan haknya karena kita malas mengecek detail kecil ini.
Mungkin terdengar aneh, tapi ini nyata. Jika data Anda (Siswa Aktif, Rombel, Guru) sudah 100% benar dan sudah terbaca sempurna di SP Data Dik, Anda tidak wajib melakukan sinkronisasi ulang di hari-hari terakhir.
Kenapa? Untuk memberi kesempatan server melayani Teman-teman OPS lain yang masih berjuang mengatasi error. Jika sudah sinkron dan tidak ada perubahan data, lebih baik "diam itu emas" agar beban server nasional tidak semakin berat di detik-detik terakhir.
Dana BOSP tahun 2027 akan dikunci mati berdasarkan kondisi data per 31 Agustus 2026 pukul 23.59.
Skenario A: Siswa 100 orang di tanggal 31 Agustus? Dana BOSP 2027 dihitung untuk 100 orang.
Skenario B: Ada siswa baru masuk tanggal 2 September? Silakan diterima di sekolah, tapi mereka tidak akan menambah anggaran BOSP tahun 2027.
Skenario C: Ada siswa keluar tanggal 2 September? Dana BOSP yang sudah terhitung tidak akan berkurang.
Intinya, apa yang ada di sistem saat cut-off, itulah yang jadi uang sekolah kita tahun depan.
Perjuangan kita sebagai OPS memang berat, tapi ingatlah bahwa setiap data yang kita input adalah kunci kesejahteraan bagi siswa dan guru di sekolah kita. Dengan menuntaskan poin-poin di atas, Teman-teman sudah melakukan tugas mulia bagi keberlangsungan sekolah.
Tetap semangat, para Pejuang Data! Sebelum menutup laptop hari ini, mari lakukan satu pengecekan terakhir: Sudahkah jumlah siswa aktif di portal SP Data Dik Anda sama persis dengan yang ada di aplikasi Dapodik lokal?
Jika sudah sama, selamat beristirahat! Jika belum, mari kita selesaikan sekarang juga.
Salam Satu Nusa, Salam Satu Bangsa, Salam Satu Data!
Transisi menuju sistem e-Kinerja melalui portal Single Sign-On (SSO) BKN sering kali memicu kebingungan bagi PPPK Teknis Paruh Waktu. Proses ini bukan sekadar memindahkan data ke aplikasi, melainkan adaptasi terhadap ekosistem digital terintegrasi. Langkah awal dimulai dari portal asndigital.bkn.go.id, di mana Anda harus masuk menggunakan NIP dan password yang telah diatur, lengkap dengan kode autentikator untuk keamanan.
Setelah berhasil masuk, banyak yang bingung mencari di mana modul kinerjanya. Kuncinya adalah menyorot logo BKN, lalu memilih menu Layanan Individu ASN, dan barulah klik pada Kinerja. Dengan memahami alur ini, Anda tidak lagi terjebak di pintu masuk dan bisa mulai mengelola administrasi kinerja tanpa menjadikannya beban bulanan yang rumit.
Satu hal mendasar yang perlu dipahami adalah bahwa periode penilaian e-Kinerja tidak seragam. Tergantung pada kebijakan instansi atau daerah masing-masing, periode penilaian bisa bersifat bulanan, triwulanan, atau semesteran. Bagi PPPK Teknis Paruh Waktu, sangat penting untuk memeriksa menu "Penilaian" untuk melihat periode yang berlaku di wilayah Anda.
Bagi daerah yang menerapkan penilaian bulanan, terdapat batas waktu (deadline) yang sangat ketat. Sebagai contoh, untuk periode Januari, batas akhir pengisian rencana aksi dan bukti dukung biasanya jatuh pada tanggal 5 Februari. Konsistensi adalah kunci; jangan sampai lewat dari tanggal 5 setiap bulannya, karena keterlambatan akan mengunci akses pengisian dan menghambat penilaian oleh atasan (Kepala Sekolah atau Pimpinan OPD).
Penyusunan rencana aksi sering kali dianggap sebagai beban berat karena pegawai berpikir terlalu rumit. Strategi paling efektif bagi PPPK Teknis adalah berfokus pada indikator kuantitas. Rencana aksi pada dasarnya hanyalah tindakan nyata yang Anda lakukan untuk mewujudkan indikator tersebut.
Jika indikator Anda adalah "Jumlah laporan koleksi buku yang terdata," maka rencana aksinya cukup sederhana: "Melaksanakan penyusunan laporan koleksi baru." Jika target tahunan Anda adalah 12 laporan, maka dalam target bulanan, Anda cukup mencantumkan 1 laporan.
"Penulisan rencana aksi bagi yang belum terbiasa memang akan terasa sulit. Namun, jika sudah terbiasa, proses ini sebenarnya seperti 'ngarang bebas' apa yang perlu saya lakukan untuk merealisasikan dari indikator tadi."
Pengorganisasian bukti dukung yang rapi menentukan efektivitas penilaian. Sumber data utama menyarankan workflow yang sistematis: jangan mengunggah file satuan, melainkan gunakan tautan folder.
Berikut adalah struktur folder yang direkomendasikan:
Buat Folder Utama di Google Drive dengan nama tahun (misalnya: "Bukti Dukung Kinerja 2024").
Di dalamnya, buat sub-folder untuk setiap Rencana Hasil Kerja (RHK), seperti "Laporan Koleksi Baru" atau "Laporan Peminjaman Buku".
Unggah file laporan bulanan Anda ke dalam sub-folder tersebut.
Mengapa menggunakan Link Folder lebih unggul daripada Link File? Jika Anda menyadari ada kesalahan pada dokumen yang sudah diunggah, Anda cukup menghapus dan mengganti file di dalam folder Google Drive tersebut. Anda tidak perlu mengganti link di sistem e-Kinerja karena link foldernya tetap sama. Ini adalah cara cerdas untuk revisi instan tanpa prosedur administratif tambahan.
Langkah teknis yang paling sering terlupakan adalah mengatur privasi folder di Google Drive. Meskipun Anda sudah menempelkan link dengan benar, atasan tidak akan bisa melihat dokumen jika statusnya masih "Dibatasi" (Restricted).
Sebelum menyalin link, pastikan Anda mengubah akses folder menjadi "Siapa saja yang memiliki link" (Anyone with the link) dengan peran sebagai "Pengakses Lihat-Saja" (Viewer). Folder yang sudah siap dibagikan akan ditandai dengan ikon "orang" pada folder Google Drive Anda. Tanpa akses ini, atasan tidak dapat memberikan feedback berupa jempol atau narasi evaluasi, yang berarti nilai kinerja Anda tidak akan muncul.
Langkah terakhir yang krusial adalah mengisi kolom realisasi dan sumber data secara akurat pada tiga aspek: Kuantitas, Kualitas, dan Waktu. Sistem memerlukan input pada ketiganya agar atasan dapat memberikan feedback yang lengkap.
Aspek Kuantitas: Isi dengan jumlah output (misalnya: "1 laporan"). Sumber data bisa ditulis: "Dokumen laporan yang tersedia."
Aspek Kualitas: Isi dengan persentase pencapaian (misalnya: "95%"). Sumber data bisa divariasikan dengan narasi: "Dokumen laporan yang disampaikan."
Aspek Waktu: Karena penilaian bersifat bulanan, isi realisasi dengan "1 bulan." Sumber datanya adalah "Waktu yang digunakan."
Pengisian yang detail pada kolom Sumber Data membantu atasan memahami dasar klaim realisasi Anda. Setelah semua terisi, atasan akan memberikan feedback—baik berupa simbol jempol maupun catatan naratif—yang menandakan proses pengelolaan kinerja Anda untuk periode tersebut telah selesai.
Bagi PPPK Teknis Paruh Waktu, e-Kinerja bukanlah tentang melakukan pekerjaan administratif yang luar biasa setiap bulannya, melainkan tentang membangun rutinitas yang terstruktur. Setelah rencana aksi disusun dan struktur folder tertata di awal tahun, proses di bulan-bulan berikutnya hanyalah tinggal mengunggah file dan mengklik tombol realisasi.
Pertanyaan Reflektif: Sudahkah struktur folder dokumen pendukung Anda saat ini cukup rapi dan memiliki hak akses yang tepat, sehingga memudahkan atasan untuk memberikan feedback positif bagi kinerja Anda?
Tips Penting agar Dokumen Lengkap dan Sah bagi PPPK Paruh Waktu
Bagi Bapak/Ibu guru dan rekan-rekan PPPK, menavigasi sistem e-Kinerja sering kali terasa seperti memasuki labirin yang membingungkan. Terlebih bagi Bapak/Ibu dengan status PPPK Paruh Waktu, disiplin administrasi adalah fondasi utama bagi pengakuan kontrak dan profesionalisme Anda. Dokumen evaluasi kinerja bukan sekadar tumpukan kertas, melainkan bukti otentik pengabdian Anda yang harus diarsipkan dengan sempurna.
Sering muncul pertanyaan: "Mengapa grafik saya tidak muncul?" atau "Mengapa tombol unduh selalu eror?" Artikel ini akan membedah strategi teknis agar dokumen e-Kinerja Anda lengkap, sah, dan rapi secara administratif. Apakah arsip Anda sudah siap menghadapi audit kepegawaian hari ini?
Syarat mutlak yang tidak boleh ditawar sebelum mencetak dokumen adalah memastikan status penilaian sudah berada pada tahap "Final" (berwarna hijau). Jika Bapak/Ibu memaksakan mencetak saat status masih "Draf" atau belum difinalisasi, maka bagian Pola Distribusi akan kosong tanpa grafik atau kurva prestasi.
Berdasarkan sistem e-Kinerja, status ini sangat krusial karena berkaitan dengan validasi data di tingkat organisasi yang lebih tinggi.
"Kurva distribusi predikat kinerja pegawai pada form evaluasi kinerja pegawai akan tampil ketika sudah dilakukan finalisasi data capaian organisasi pada UNOR Induk Anda."
Perlu diketahui bahwa yang berwenang melakukan finalisasi capaian organisasi ini adalah Dinas Pendidikan. Jadi, jika grafik belum muncul, bersabarlah menunggu hingga instansi induk menyelesaikan proses finalisasi tersebut agar dokumen Anda sah secara visual dan data.
Banyak pengguna melaporkan kendala saat mengeklik tombol "Download" langsung dari sistem, di mana muncul notifikasi kegagalan seperti "check internet connection" meskipun koneksi stabil. Sebagai edukator digital, saya menyarankan Bapak/Ibu menggunakan metode "Save as PDF" yang jauh lebih reliabel:
Klik tombol Print (Ikon printer) yang tersedia di sistem, bukan tombol download.
Saat jendela pengaturan cetak terbuka, perhatikan kolom Destination (Tujuan).
Ubah pilihan printer menjadi Save as PDF (Simpan sebagai PDF).
Klik Save dan simpan di folder khusus.
Pro-Tip Administrasi: Sebagai spesialis kepegawaian, saya sarankan Bapak/Ibu membuat struktur folder yang rapi di komputer (Contoh: Arsip_SKP_2024 > 02_Februari). Gunakan format penamaan file yang konsisten seperti EKP_Februari_2024_NamaAnda untuk memudahkan pencarian di kemudian hari.
Bapak/Ibu wajib mencetak dua jenis dokumen berbeda untuk setiap periode penilaian (baik bulanan maupun triwulanan). Berikut perbandingannya:
Karakteristik
Evaluasi Kinerja Pegawai (EKP)
Dokumen Evaluasi Kinerja Pegawai (DEKP)
Tombol Akses
"Cetak Form Penilaian"
"Cetak Dokumen Evaluasi Kinerja"
Ciri Visual Utama
Memiliki Kurva Distribusi (Grafik)
Memiliki Logo Garuda Pancasila
Orientasi
Landscape (Mendatar)
Portrait (Tegak)
Jumlah Halaman
Beberapa halaman (tergantung deskripsi)
Biasanya hanya 1 halaman (ringkasan)
Pastikan kedua dokumen ini diunduh setiap periode agar rekam jejak kinerja Anda tidak terputus.
Penentuan tanggal adalah aspek teknis yang sering memicu kesalahan fatal. Logika dasarnya sederhana: Pejabat penilai harus memberikan penilaian terlebih dahulu sebelum pegawai menyetujuinya.
Tanggal Pejabat Penilai (Point 6): Tanggal ini harus sama dengan tanggal yang tertera pada dokumen EKP. Pastikan tanggal ini diambil setelah periode berakhir (misal: SKP Februari ditandatangani di bulan Maret) dan setelah status di sistem berubah menjadi "Final".
Tanggal Pegawai (Point 7): Ini adalah tanggal saat Bapak/Ibu menandatangani. Tanggal ini harus setelah tanggal pejabat penilai (misalnya H+1).
Visual Cue: Di dalam dokumen, perhatikan nomor urutannya. Nomor 6 adalah untuk Pejabat Penilai, dan Nomor 7 adalah untuk Pegawai yang dinilai. Urutan nomor ini menegaskan bahwa pejabat menilai lebih awal.
Penting untuk Diperhatikan: Pada kolom isian "Ancor Pegawai" dan "Ancor Pejabat", mohon untuk dikosongkan (blank) jika Bapak/Ibu menggunakan tanda tangan manual (basah). Kolom tersebut bersifat opsional dan hanya diisi jika Bapak/Ibu menggunakan Tanda Tangan Elektronik (TTE).
Mencetak dokumen secara rutin di setiap akhir periode adalah kunci efisiensi kerja. Jangan biarkan tugas ini menumpuk hingga akhir tahun, karena pada bulan Desember akan ada periode "Final" yang merangkum seluruh pencapaian selama satu tahun penuh.
Dengan mencetak secara berkala, Bapak/Ibu tinggal meminta tanda tangan atasan secara bertahap, sehingga tidak membebani atasan di masa-masa sibuk tutup tahun.
Sudahkah Bapak/Ibu memeriksa status e-Kinerja hari ini? Jika status sudah berwarna hijau, segera amankan dokumen Anda dan simpan dengan rapi sebagai bukti profesionalisme Anda sebagai PPPK yang berdedikasi.
Percepatan Masa Pemulihan Pembelajaran Melalui Strategi BRILIAN (Hybrid Literasi dan Amati Teman) di SD Negeri Daraulin 01 Kabupaten Bandung
Oleh Agus Ekada, M.Pd.
Selengkapnya disini
ADIWIYATA memiliki arti ataupun penafsiran selaku tempat yang baik serta sempurna dimana bisa diperoleh seluruh ilmu pengetahuan serta bermacam norma dan etika yang bisa jadi bawah manusia mengarah terciptanya kesejahteraan hidup kita serta mengarah kepada cita- cita pembangunan berkepanjangan. Tujuan program Adiwiyata merupakan mewujudkan masyarakat sekolah yang bertanggungjawab dalam upaya proteksi serta pengelolaan area hidup lewat tata kelola sekolah yang baik buat menunjang pembangunan berkepanjangan. Pada dasarnya terdapat 2( 2) prinsip penerapan program Adiwiyata ialah:
Partisipatif:
Segala masyarakat sekolah ikut serta dalam manajemen sekolah yang meliputi totalitas proses perencanaan, penerapan serta penilaian cocok tanggung jawab serta kedudukan.
Berkepanjangan: Segala aktivitas wajib dicoba secara terencana serta terus menerus secara komprehensif.
uat menggapai tujuan program Adiwiyata, hingga diresmikan 4( 4) komponen program yang jadi satu kesatuan utuh dalam menggapai sekolah Adiwiyata. Keempat komponen tersebut merupakan:
Kebijakan Berwawasan Lingkungan
Penerapan Kurikulum Berbasis Lingkungan
Aktivitas Area Berbasis Partisipatif
Pengelolaan Fasilitas Pendukung Ramah Lingkungan
Kompomen 1 serta 2 ialah kewenangan serta kebijakan dari Departemen Pembelajaran serta Kebudayaan, sebaliknya komponen 3 serta 4 ialah kewenangan serta kebijakan dari Departemen Area Hidup serta Kehutanan.
Komponen, Standar serta Implementasi program Adiwiyata meliputi:
Kebijakan Berwawasan Area, mempunyai standar:~ Kurikulum Tingkatan Satuan Pembelajaran( KTSP) muat upaya proteksi serta pengelolaan area hidup.~ RKAS muat program dalam upaya proteksi serta pengelolaan area hidup
Penerapan Kurikulum Berbasis Area, mempunyai standar:~ Tenaga pendidik mempunyai kompetensi dalam meningkatkan aktivitas pendidikan area hidup.~ Partisipan didik melaksanakan aktivitas pendidikan tentang proteksi serta pengelolaan area hidup.
Aktivitas Area Berbasis Partisipatif, mempunyai standar:~ Menjalakan kemitraan dalam rangka proteksi serta pengelolaan area hidup dengan bermacam pihak( warga, pemerintah, swasta, media, sekolah lain, alumni, dll).~Melaksanakan aktivitas proteksi serta pengelolaan area hidup yang terencana untuk masyarakat sekolah.
Pengelolaan Fasilitas Pendukung Ramah Area, mempunyai standar:~ Kenaikan mutu pengelolaan fasilitas serta prasarana yang ramah area di sekolah~ Ketersediaan fasilitas prasarana pendukung yang ramah area
Bersamaan berkembangnya teknologi yang terus menjadi pesat sama halnya bila kita memandang metode budidaya ayam pedaging, begitu pula dengan teknologi pertanian. Bukan cuma dari segi perlengkapan semacam perlengkapan bajak sawah, penyiram air otomatis sampai perlengkapan panen namun pula dengan teknologi pada sistem media tanam.
Dengan terus menjadi berkembangnya sistem teknologi pada media tanam, dikala ini kita tidak cuma dapat menanam dengan media tanah saja, kamu dapat menanam dengan media air sampai menggunakan benda sisa yang tidak terpakai. Dengan begitu kita hendak lebih gampang dalam menanam bermacam berbagai tumbuhan mulai dari tumbuhan, bunga, sampai sayur- mayur. Salah satu metode yang gampang serta instan dari kecanggihan sistem menanam sehingga banyak orang melaksanakan sistem ini ialah dengan metode hidroponik.
Secara simpel, ditinjau dari asal katanya, budidaya hidroponik berarti sesuatu tata cara budidaya tumbuhan tanpa memakai media tanah. Budidaya hidroponik menggunakan air/ larutan mineral bernutrisi yang dibutuhkan oleh tumbuhan serta bahan yang lain selaku pengganti media tanah. Bahan- bahan pengganti media tanah antara lain semacam serabut kelapa, serat mineral, pasir, pecahan genteng/ batu bata, serbuk kayu, serta lain sebagainya.
Berikut ini sebagian kelebihan dari hasil tumbuhan hidroponik ialah;
1. Lebih hemat
2. Mengoptimalkan Lahan terbatas
3. Ramah lingkungan
4. Tidak mengganggu tanah
5. Hasil dapat dimakan keseluruhan
6. Pangkal tumbuhan dapat ditilik/ dikontrol pertumbuhannya
7. Perkembangan lebih cepat
8. Tidak tergantung pada musim
9. Mengirit konsumsi pupuk
10. Tidak butuh banyak tengah
11. Area lebih bersih
12. Hama penyakit sedikit
Salah satu metode buat bertanam hidroponik dengan memakai sistem NFT( Nutrient Film Technique). Dengan sistem ini bahan- bahan yang dibutuhkan berbentuk pipa ataupun talang, mesin pompa, selang air, bak penampungan air( kapasitas 25 ltr), rockwool, netpot, kain flanel, baki pembibitan serta Nutrisi tumbuhan( A& B). Sebaliknya perlengkapan spesial selaku bonus berbentuk pH m( buat mengukur pH air) serta perlengkapan EC ataupun TDC m( buat mengukur kepekatan nutrisi yang sudah terlarut dalam air). Tiap tipe tumbuhan mempunyai kepekatan tertentu yang cocok buat pertumbuhannya. Buat itu sangat disarankan buat menjajaki petunjuk cocok dengan kebutuhan tiap- tiap tumbuhan yang telah tertera pada kemasan.
PERANGKAT PEMBELAJARAN