Honing your skill in composing your ideas
Sentence fragment adalah kalimat yang tidak lengkap, biasanya karena tidak memiliki subject atau verb, atau berupa dependent clause saja.
Contoh salah:
Because the weather was very cold.
(Tidak ada main clause)
Perbaikan:
Because the weather was very cold, the game was cancelled.
Contoh lain:
❌ The students in the classroom.
✔ The students in the classroom are taking a test.
Parallelism berarti struktur yang sama digunakan dalam daftar atau perbandingan.
Contoh salah:
She likes reading, to swim, and jogging.
Perbaikan:
✔ She likes reading, swimming, and jogging.
Contoh TOEFL:
❌ The job requires typing skills, communication skills, and to organize files.
✔ The job requires typing skills, communication skills, and organizational skills.
Inversion
Inversi mengacu pada pembalikan posisi kata keterangan (adverb) dan kata kerja bantu (auxiliary verb), yang muncul sebelum subjek. Inversi biasanya digunakan untuk menekankan suatu tindakan atau kualitas dari subjek dan untuk membuat kalimat menjadi lebih ekspresif. Inversi dapat ditemukan dalam bahasa Inggris lisan maupun tulisan, terutama dalam konteks yang lebih formal seperti karya sastra, esai akademik, atau artikel berita.
Basic inversion formula in English:
Adverb + Auxiliary verb + Subject + Main verb
Example 1:
I haven’t ever felt so lonely. → Never had I felt so lonely.
Adverb: Never | Auxiliary verb: had
Example 2:
I met him only once. → Only once did I meet him.
Adverb: Only once | Auxiliary verb: did
There are several types of inversion structures based on the sentence form, verb tense, or specific vocabulary used. Below are the most essential inversion types to remember:
Negative adverbs such as barely, hardly, never, rarely, scarcely, seldom, little trigger inversion.
Structure: Never / Rarely / Seldom / Little + auxiliary verb + subject + verb
Examples:
Scarcely had she finished reading when she fell asleep.
Little did Casper know that this was the end of his career.
Structure:
No sooner + auxiliary verb + subject + verb + than + subject + verb
Hardly + auxiliary verb + subject + verb + when + subject + verb
Examples:
No sooner did I arrive home than my family started eating.
Hardly had I arrived home when the phone rang.
Structure: Not only + auxiliary verb + subject + verb, but subject also verb
Examples:
Not only is he nice, but he also plays football well.
Not only are mothers unpaid, but most of their work goes unnoticed.
Some negative expressions include:
At no time
In no way
On no condition
On no account
Under no circumstances
No longer
Nowhere
Structure: Negative phrase + auxiliary verb + subject + verb
Examples:
On no account did you do like that.
At no time does he go out with strangers.
In no circumstances should you leave home.
Structure: Not until / till + clause / time + auxiliary verb + subject + verb
Examples:
Not until I helped could she carry the bags.
Not till I told him did he realize he left his phone.
Structures:
Such + adjective + noun + that + clause
So + adjective/adverb + auxiliary verb + noun + that + clause
Examples:
Such an interesting movie that I have seen it three times.
So interesting is this movie that I have seen it three times.
Type 1 – Polite suggestions:
Structure: Should + subject + verb, subject + will/should/may + verb
Example:
Should an ice cube be melted, we will have water.
Type 2 – Hypothetical situations or polite advice:
Structure: Were + subject + to verb / Were + subject, subject + would/could/might + verb
Examples:
Were I you, I would change my phone.
Were I to earn more money, I would buy that dress.
Type 3 – Past unreal conditions:
Structure: Had + subject + past participle, subject + would/should/might have + past participle
Examples:
Had he chosen this company, he would have had more money.
Had John had a map, he would have found the way.
Structures and Examples:
Only after / Only once / Only if / Only when / Only then / Only in / Only with...
TOEFL sering menguji konsistensi waktu (tense).
Contoh:
❌ Yesterday she goes to campus.
✔ Yesterday she went to campus.
❌ When the teacher arrived, the students leave.
✔ When the teacher arrived, the students left.
Verb harus sesuai dengan subject (singular/plural).
Aturan dasar:
Singular subject → singular verb
Plural subject → plural verb
Contoh:
✔ The student studies every night.
✔ The students study every night.
Kesalahan umum TOEFL:
❌ The number of students are increasing.
✔ The number of students is increasing.
Passive Voice adalah bentuk kalimat di mana fokusnya bukan pada pelaku (subject), melainkan pada tindakan (verb) atau objek yang dikenai tindakan. Dalam struktur ini, objek dari kalimat aktif menjadi subjek dalam kalimat pasif.
Rumus:
Subject + be + past participle
Model verb pada Passive Voice mengikuti model Tense yang digunakan
Present Tense: S + be (is, am, are)+ past participle
Present Continuous: S + be (is, am, are) + being + past participle
Present Perfect: S + has/have + been + past participle
Past Tense: S + be (was,were) + past participle
Past Continuous: S + be (was,were) + being + past participle
Past Perfect: S+ had + been + past participle
Contoh:
Active:
✔ The committee approved the proposal.
Passive:
✔ The proposal was approved by the committee.
Contoh TOEFL:
❌ The book wrote by John.
✔ The book was written by John.
Gerund
Gerund adalah kata kerja yang diberi akhiran -ing (Verb-ing) dan berfungsi sebagai kata benda (noun) dalam sebuah kalimat. Meskipun bentuknya terlihat seperti kata kerja (sedang melakukan sesuatu), dalam tata bahasa, gerund diperlakukan sebagai benda tunggal (singular noun).
1. Fungsi Gerund dalam Kalimat
2. Kata Kerja yang Wajib Diikuti Gerund
Ada beberapa kata kerja tertentu dalam bahasa Inggris yang harus diikuti oleh gerund, bukan to-infinitive.
3. Gerund Setelah Frasa Khusus
Hati-hati dengan frasa yang berakhir dengan kata "to". Biasanya "to" diikuti Verb 1, tapi dalam frasa ini, "to" adalah preposisi sehingga wajib diikuti Gerund.
Look forward to: I look forward to meeting you.
Get used to / Be used to: I am used to waking up early.
Object to: They object to building the new mall.
Can't help: I can't help laughing.
It's no use: It's no use crying over spilled milk.
4. Perbedaan Gerund vs. Present Participle
Keduanya sama-sama berakhiran -ing, tapi fungsinya berbeda:
Gerund (Benda): I like running. (Lari adalah hal yang saya suka).
Present Participle (Aksi/Sifat): He is running. (Dia sedang berlari — Kata kerja/Tense).
5. Gerund vs. To-Infinitive (Perubahan Makna)
Beberapa kata kerja bisa diikuti keduanya, tapi maknanya berubah total:
Stop:
Stop smoking: Berhenti total dari kebiasaan merokok.
Stop to smoke: Berhenti (dari aktivitas lain) untuk tujuan merokok.
Forget/Remember:
Remember locking: Ingat bahwa kamu sudah mengunci (ingatan masa lalu).
Remember to lock: Ingat bahwa kamu harus mengunci (tugas ke depan).
6. With "Need" (Special Case)
Penggunaan, "need + gerund" memiliki makna pasif.
Contoh: The grass needs cutting (meaning: the grass needs to be cut).
Causative
Causative verbs adalah kata kerja yang digunakan untuk menunjukkan bahwa subjek menyebabkan orang atau benda lain melakukan suatu aksi. Subjek dalam kalimat ini tidak melakukan tindakan secara langsung, melainkan menyuruh, meminta, memaksa, atau memberi izin kepada pihak lain.
1. Active Causative (Menyebutkan Pelaku)
Struktur ini fokus pada siapa yang melakukan aksi tersebut (agent).
Pola Bare Infinitive (V1 tanpa "to"):
Digunakan untuk kata kerja have, let, dan make.
Rumus: Subject + have/let/make + Agent + V1
Contoh: The teacher made the students rewrite the essay.
Pola To-Infinitive:
Digunakan untuk kata kerja get, allow, force, permit, convince, dll.
Rumus: Subject + get/allow/force + Agent + to V1
Contoh: She got her brother to help with the laundry.
2. Passive Causative (Menyebutkan Hasil/Objek)
Struktur ini fokus pada aksi atau objek yang menerima tindakan, biasanya karena kita membayar untuk suatu jasa. Pelaku seringkali tidak disebutkan.
Rumus: Subject + have/get + Object + V3 (Past Participle)
Contoh:
I need to have my eyes tested.
He got his suit cleaned for the wedding.
We had the broken window fixed yesterday.
Pronoun & Antecedent
Pronoun (kata ganti) adalah kata yang menggantikan noun (kata benda).
Antecedent adalah kata benda yang digantikan oleh pronoun tersebut.
Rina bought a new bag. She likes it.
Penjelasan:
Rina = antecedent
She = pronoun yang menggantikan Rina
Pronoun harus sesuai dengan antecedent dalam:
Jumlah (number) → singular atau plural
Gender → laki-laki, perempuan, atau netral
Person → orang pertama, kedua, atau ketiga
Pronoun harus sesuai dengan jumlah antecedent.
Contoh salah
The student forgot their book.
Contoh benar
The student forgot his/her book.
The teacher explained the lesson. She spoke clearly.
The students finished their homework.
Singular noun → singular pronoun
Plural noun → plural pronoun
Pronoun harus sesuai dengan gender dari orang yang dibicarakan.
Andi is my brother. He is very kind.
Sinta is my cousin. She studies medicine.
My dog is very playful. It likes to run.
This is Mr. Hasan. He teaches mathematics.
Beberapa kata seperti berikut dianggap singular:
everyone
someone
anyone
nobody
each
everybody
Everyone must bring his or her ID card.
Someone left his or her phone on the table.
Each student must submit his or her assignment.
Jika dua kata benda dihubungkan dengan and, gunakan pronoun plural.
Rina and Dita forgot their books.
The teacher and the principal shared their ideas.
Ali and Budi finished their project.
Pronoun harus jelas menunjuk pada noun tertentu. Jika tidak jelas, kalimat menjadi membingungkan.
Ahmad told Budi that he was late.
Tidak jelas: he = Ahmad atau Budi?
Ahmad told Budi that Budi was late.
Dina met Sari after she finished school. ❌
Dina met Sari after Dina finished school. ✔
Pronoun tidak boleh menunjuk pada ide umum, harus noun yang jelas.
The school banned selling lottery tickets because it is illegal.
(It → tidak jelas)
The school banned selling lottery tickets because the sale is illegal.
The company increased prices, and this made customers angry.
Pronoun digunakan tanpa noun yang jelas.
When Maria saw the boat, it suddenly started blowing.
(It tidak jelas)
When Maria saw the boat, the wind suddenly started blowing.
Before publishing the book, Anna edited them all. ❌
Before publishing the book, Anna edited all the chapters. ✔
Collective entities atau collective nouns adalah kata benda yang menunjukkan sekelompok orang, hewan, atau benda yang dianggap sebagai satu kesatuan. Walaupun terdiri dari banyak anggota, kata ini biasanya diperlakukan sebagai singular (tunggal) dalam bahasa Inggris, terutama dalam American English.
Gunakan pronoun singular seperti it / its.
Contoh:
The team won its match.
The family moved to a new house, and it is very happy.
Penjelasan:
Team dan family dianggap satu unit.
Kadang collective noun dianggap plural, terutama jika menekankan anggota individu dalam kelompok.
Contoh:
The team are wearing their new uniforms.
The committee have shared their opinions.
Penjelasan:
Fokusnya pada anggota-anggota dalam kelompok, bukan kelompok sebagai satu unit.
The class finished its test early.
The committee announced its decision.
The class are discussing their answers.
The family are preparing their bags for the trip.
Modifier, sesuai dengan namanya, adalah kata yang memodifikasi. Secara khusus, Modifier adalah kata-kata yang mengubah makna kalimat. Bagaimana cara mendeskripsikan seseorang? Dengan modifier. Bagaimana cara menggambarkan suatu tindakan dilakukan? Dengan modifier. Bagaimana cara menyampaikan di mana, kapan, atau bagaimana sesuatu terjadi? Tepat sekali—dengan modifier.
Contoh:
They sing a song.
They sing an old song together with the original singer.
Kalimat kedua lebih deskriptif karena mengandung modifier. Pada dasarnya, tujuan modifier adalah membuat kalimat lebih deskriptif atau lebih rinci. Modifier dapat memperjelas makna kalimat, membuat kalimat lebih spesifik, atau sekadar membuatnya lebih menarik.
Kedua contoh kalimat di atas merupakan kalimat lengkap, tetapi hanya satu yang memberikan detail tambahan tentang lagu yang dinyanyikan. Detail ini, tergantung pada bagaimana kalimat tersebut cocok dalam percakapan yang lebih besar, bisa berfungsi sebagai petunjuk awal (foreshadowing), klarifikasi, pembeda dari pernyataan lain, atau cara untuk menarik perhatian pendengar.
Kalimat kedua mengandung baik sebuah Modifier (old) maupun sebuah Modifier Phrase (together with the original singer). Modifier adalah kata tunggal yang mengubah makna kalimat, sedangkan frasa modifier adalah frasa yang berfungsi sebagai modifier. Hal ini mirip dengan bagaimana adjective phrase berfungsi sebagai adjective, noun phrase berfungsi sebagai noun, dan frasa gramatikal lainnya berfungsi sebagai bagian ujaran tertentu.
Tipe-tipe Modifier:
Adjective phrases
Adjective clauses
Adjectives
Adverbs
Adverbial phrases
Adverbial clauses
Limiting modifiers
Misplaced modifiers
Prepositional phrases
Adjective Phrase
Adjective phrase merupakan gabungan kata yang berperan untuk menjelaskan sifat atau keadaan dari suatu benda maupun subjek dalam kalimat. Kata sifat di dalamnya bisa ditempatkan di berbagai posisi, baik sebelum maupun sesudah noun, atau setelah kata kerja penghubung. Fungsinya adalah memperjelas makna dengan memberikan deskripsi lebih detail.
Attributive adjective phrase (sebelum noun):
She wore a beautifully designed dress. (Dia mengenakan gaun yang dirancang dengan indah.)
I like very dark chocolate. (Saya suka cokelat yang sangat hitam.)
Predicative adjective phrase (setelah linking verb):
The house is extremely large. (Rumah itu sangat besar.)
Tommy is extremely smart. (Tommy sangat pintar.)
Adjective phrase membuat deskripsi lebih kaya dan ekspresif, sehingga kalimat terasa lebih jelas dan hidup.
Adjective Clause
Adjective clause adalah klausa yang berfungsi sebagai kata sifat untuk menjelaskan noun (kata benda) dalam kalimat. Klausa ini biasanya diawali dengan relative pronoun (seperti who, whom, whose, which, that) atau relative adverb (seperti where, when, why).
The man who is standing there is my uncle.
Adjective clause “who is standing there” menjelaskan noun “the man”.
I have a book that you might like.
Adjective clause “that you might like” menerangkan noun “book”.
She visited the place where she was born.
Adjective clause “where she was born” menjelaskan noun “the place”.
Adjective clause membantu membuat kalimat lebih detail dan informatif, karena noun yang digunakan tidak hanya disebutkan tetapi juga diberi deskripsi tambahan.
Adverbial Phrase
Adverbial phrase adalah kumpulan kata yang berfungsi sebagai adverb (kata keterangan) untuk menjelaskan verb (kata kerja), adjective (kata sifat), atau bahkan keseluruhan kalimat. Fungsinya adalah memberikan informasi tambahan tentang cara, waktu, tempat, alasan, atau tingkat intensitas suatu tindakan atau keadaan.
Cara (manner):
She sings with great passion. → frasa “with great passion” menjelaskan bagaimana dia bernyanyi.
Waktu (time):
We will meet in the morning. → frasa “in the morning” menunjukkan kapan pertemuan terjadi.
Tempat (place):
He is waiting at the bus stop. → frasa “at the bus stop” menjelaskan di mana dia menunggu.
Alasan (reason):
She left early because of the rain. → frasa “because of the rain” menjelaskan alasan dia pergi lebih cepat.
Tingkat intensitas (degree):
They worked to the fullest. → frasa “to the fullest” menunjukkan tingkat usaha mereka.
Adverbial phrase membuat kalimat lebih kaya makna karena menambahkan detail kontekstual yang memperjelas tindakan atau keadaan.
Adverbial Clause
Adverbial clause adalah klausa yang berfungsi sebagai kata keterangan dalam kalimat. Sama seperti adverbial phrase, adverbial clause memberikan informasi tambahan tentang waktu, tempat, cara, alasan, syarat, atau tujuan suatu tindakan. Bedanya, adverbial clause berbentuk klausa (ada subjek dan predikat) sehingga lebih kompleks dibandingkan phrase.
Waktu (time):
I stayed home because it was raining. → klausa “because it was raining” menjelaskan alasan.
She smiled when he arrived. → klausa “when he arrived” menjelaskan waktu.
Tempat (place):
You can sit wherever you like. → klausa “wherever you like” menjelaskan tempat.
Cara (manner):
He speaks as if he knows everything. → klausa “as if he knows everything” menjelaskan cara.
Syarat (condition):
I will help you if you ask me. → klausa “if you ask me” menjelaskan syarat.
Tujuan (purpose):
She studies hard so that she can pass the exam. → klausa “so that she can pass the exam” menjelaskan tujuan.
Adverbial clause membuat kalimat lebih detail dan ekspresif karena menambahkan konteks yang lengkap dengan subjek dan predikat.
Limiting Modifiers
Limiting modifiers adalah kata atau frasa yang membatasi makna dari noun, verb, atau adjective sehingga arti kalimat menjadi lebih spesifik. Mereka berfungsi untuk mempersempit cakupan atau menekankan batas tertentu pada kata yang dimodifikasi.
only → She is the only student who passed the test.
just → I want just one slice of cake.
even → He didn’t call me, not even once.
almost → We waited for almost an hour.
exactly → That’s exactly what I needed.
Perbedaan penting:
Regular modifiers menambahkan deskripsi (misalnya beautiful, quickly, very).
Limiting modifiers membatasi atau menekankan jumlah, waktu, atau kondisi (misalnya only, just, almost).
Dengan kata lain, limiting modifiers bukan sekadar memperindah kalimat, tetapi mengarahkan makna agar lebih fokus dan tidak ambigu.
Misplaced Modifier
Misplaced modifiers adalah kesalahan tata bahasa yang terjadi ketika sebuah modifier (kata atau frasa yang berfungsi memberi keterangan tambahan) ditempatkan terlalu jauh atau tidak tepat dari kata yang seharusnya diterangkan. Akibatnya, kalimat menjadi ambigu atau bahkan lucu karena makna yang dimaksud tidak tersampaikan dengan benar.
❌ She served sandwiches to the children on paper plates. (Seolah-olah anak-anaknya berada di atas piring kertas.)
✅ She served sandwiches on paper plates to the children. (Jelas bahwa sandwich yang disajikan ada di atas piring kertas.)
❌ Running quickly, the finish line was crossed by John. (Seolah-olah “finish line” yang berlari cepat.)
✅ Running quickly, John crossed the finish line. (Jelas bahwa John yang berlari cepat.)
Dangling modifiers adalah bentuk khusus dari misplaced modifiers, yakni ketika modifier tidak memiliki kata yang jelas untuk diterangkan.
Contoh:
❌ Walking down the street, the trees were beautiful. (Tidak jelas siapa yang berjalan.)
✅ Walking down the street, I saw the beautiful trees.
Dengan menempatkan modifier dekat dengan kata yang diterangkan, kalimat menjadi lebih jelas dan maknanya tidak salah arah.
Prepositional Phrase
Prepositional phrase adalah frasa yang diawali oleh preposition (kata depan) seperti in, on, at, by, with, about, for, to, dan diikuti oleh objek preposisi (biasanya berupa noun atau pronoun). Fungsinya adalah memberikan keterangan tambahan dalam kalimat, bisa menjelaskan waktu, tempat, cara, alasan, atau hubungan.
Tempat (place):
She is waiting at the bus stop.
Waktu (time):
We will meet in the evening.
Cara (manner):
He solved the problem with great patience.
Alasan (reason):
She left early because of the rain.
Hubungan (relation):
This gift is for my best friend.
Perbedaan dengan adverbial phrase:
Prepositional phrase selalu diawali preposition.
Adverbial phrase bisa berupa kata keterangan atau frasa lain yang berfungsi sebagai adverb, tidak harus diawali preposition.
Prepositional phrase sangat fleksibel karena bisa berfungsi sebagai adjective phrase (menjelaskan noun) maupun adverbial phrase (menjelaskan verb).
Preposisi adalah kata atau kelompok kata yang digunakan untuk menghubungkan kata benda, kata ganti, dan frasa dengan kata lain dalam sebuah kalimat.
Contoh preposisi berupa kata tunggal misalnya in, at, on, of, to, by, dan with, atau berupa frasa seperti in front of (di depan), next to (di samping), instead of (alih-alih).
Dalam bahasa Inggris, penggunaan preposisi paling sering ditentukan oleh ekspresi tetap (fixed expressions). Meskipun ada beberapa pedoman umum yang bisa diikuti, banyak preposisi digunakan secara idiomatis bersama kata kerja tertentu. Dalam kasus seperti ini, sebaiknya menghafal frasa secara keseluruhan, bukan hanya preposisinya saja.
Prepositions-Time
Prepositions – Place (Location and Direction)
Prepositions - Connections
Prepositions in Academic Writing
1. Indefinite Articles (A, An)
Digunakan untuk kata benda yang umum atau belum disebutkan sebelumnya. Hanya digunakan untuk kata benda tunggal yang dapat dihitung (Singular Countable Nouns).
Aturan Emas: Fokus pada bunyi pengucapan, bukan huruf tertulisnya.
A European (Bunyi 'Y')
An honest man (Bunyi 'O')
2. Definite Article (The)
Digunakan untuk kata benda yang spesifik, unik, atau sudah diketahui oleh pembicara dan pendengar. Bisa digunakan untuk tunggal, jamak, maupun yang tidak dapat dihitung (Uncountable).
Kapan menggunakan "The"?
Penyebutan kedua: I saw a cat. The cat was black.
Benda yang unik (hanya satu): The sun, the moon, the internet.
Superlatif: The tallest building, the best student.
Kelompok geografis: The Himalayas, the United States, the Nile.
Alat musik: Play the piano, play the guitar.
3. Zero Article (Tanpa Article)
Beberapa kondisi tidak membutuhkan a, an, atau the:
Nama Orang & Benua: Steve, Asia, Europe.
Bahasa: I speak English (Bukan: the English).
Olahraga: She plays tennis.
Konsep Umum/Abstrak: Love is beautiful. Water is essential.
Makan Hari (General): Let's have breakfast.
Independent and Dependent Clause
Klausa independen dan klausa dependen adalah dua jenis utama klausa dalam bahasa Inggris, dan setiap klausa termasuk salah satunya. Perbedaannya adalah klausa independen dapat berdiri sendiri sebagai sebuah kalimat lengkap, sedangkan klausa dependen (juga dikenal sebagai klausa subordinat) harus bergabung dengan klausa independen untuk membentuk kalimat yang lengkap.
The sun sets behind the mountains.
She bought a new laptop yesterday.
We will meet at the library after lunch.
Although the sun sets behind the mountains
Although the sun sets behind the mountains, the valley remains bright for a while.
Because she bought a new laptop yesterday
Because she bought a new laptop yesterday, she spent the evening setting it up.
After we meet at the library
After we meet at the library, we’ll start working on the project together.
Perhatikan bagaimana klausa dependen dimulai dengan Subordinating Conjunctions! Kata-kata seperti although (walaupun), because (karena), after (setelah) menandakan bahwa gagasan tersebut belum lengkap sampai digabungkan dengan klausa independen.
Subordinating Conjunctions
Coordinating Conjunctions
Coordinating conjunction adalah kata yang menghubungkan dua atau lebih unsur dengan jenis tata bahasa yang sama. Kata coordinating secara khusus berarti menyatukan hal-hal pada tingkat yang setara; inilah yang membedakan kata sambung koordinatif dari kata sambung subordinatif, yang menghubungkan unsur-unsur dengan kedudukan tata bahasa yang tidak setara.
Unsur yang digabungkan oleh kata sambung koordinatif bisa berupa kata, frasa, atau klausa. Tujuh kata sambung koordinatif yang paling umum adalah for, and, nor, but, or, yet, so—huruf awalnya membentuk akronim yang mudah diingat: FANBOYS.
For
And
Nor
But
Or
Yet
So
Examples:
For – I stayed home, for it was raining heavily.
And – She cooked dinner and cleaned the kitchen afterward.
Nor – He doesn’t like coffee, nor does he enjoy tea.
But – I wanted to join the trip, but I had too much work.
Or – Would you prefer to watch a movie or read a book tonight?
Yet – The task was difficult, yet she managed to finish it on time.
So – It was late, so we decided to take a taxi home.
Conjunctive Adverbs
Adverbia konjungtif (conjunctive adverbs) adalah kata keterangan yang berfungsi menghubungkan dua klausa independen sekaligus menunjukkan hubungan logis di antara keduanya. Berbeda dengan kata sambung koordinatif (FANBOYS), adverbia konjungtif biasanya muncul setelah titik koma (;) atau di awal kalimat baru, lalu diikuti koma (,). Kata-kata ini menandakan transisi seperti sebab-akibat, pertentangan, urutan, atau perbandingan.
Examples:
I wanted to go for a walk; however, it started raining.
→ Saya ingin berjalan-jalan; namun, hujan turun.
She studied hard; therefore, she passed the exam.
→ Dia belajar dengan giat; oleh karena itu, dia lulus ujian.
We were tired; nevertheless, we continued working until midnight.
→ Kami lelah; walaupun demikian, kami tetap bekerja sampai tengah malam.
Perbedaan Coordinationg Conjunction, Subordinating Conjunction, dan Conjunctive Adverb
Conditional Sentence
Conditional Sentences (kalimat pengandaian) adalah kalimat yang digunakan untuk menyatakan sebab-akibat, kemungkinan, atau imajinasi. Kalimat ini terdiri dari dua bagian: If-Clause (syarat) dan Main Clause (hasil).
1. Type 0: General Truth (Kebenaran Umum)
Digunakan untuk menyatakan fakta ilmiah, hukum alam, atau kebiasaan yang pasti terjadi.
Rumus: If + Present Simple, Present Simple
Makna: Fakta / Pasti terjadi.
Contoh: If you heat ice, it melts. (Jika kamu memanaskan es, ia mencair.)
2. Type 1: Real Possibility (Kemungkinan Nyata)
Digunakan untuk situasi yang sangat mungkin terjadi di masa depan jika syaratnya terpenuhi.
Rumus: If + Present Simple, Will + Verb 1
Makna: Mungkin terjadi (Likely to happen).
Contoh: If it rains, I will stay at home. (Jika hujan, saya akan tinggal di rumah.)
3. Type 2: Hypothetical/Unreal (Khayalan Saat Ini)
Digunakan untuk membayangkan situasi yang berlawanan dengan fakta sekarang atau sangat sulit terjadi.
Rumus: If + Past Simple, Would + Verb 1
Makna: Berlawanan dengan fakta sekarang (Unreal present).
Catatan: Gunakan "Were" untuk semua subjek (I, You, She, He, It).
Contoh: If I were rich, I would buy a private jet. (Kenyataannya: Saya tidak kaya sekarang.)
4. Type 3: Regret (Penyesalan di Masa Lalu)
Digunakan untuk membayangkan kejadian berbeda di masa lalu yang sudah tidak bisa diubah (penyesalan).
Rumus: If + Past Perfect (had + V3), Would have + Verb 3
Makna: Berlawanan dengan fakta masa lalu (Unreal past/Regret).
Contoh: If I had studied harder, I would have passed the exam. (Kenyataannya: Dulu saya tidak belajar keras dan tidak lulus.)