Berdasarkan Rencana Induk Perkeretaapian Provinsi Bali (RIPDa) 2035 dan informasi terbaru, berikut adalah gambaran lengkap rencana jalur kereta api di Bali, mencakup jalur antarkota dan perkotaan yang dirancang untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung pariwisata berkelanjutan di pulau iniΒ
Berikut rencana jalur kereta antarkota di Bali yang akan menghubungkan wilayah barat, timur, utara, dan selatan:
Gilimanuk β Mengwi/Denpasar (103 km) β RIPNas
Mengwi/Denpasar β Padangbai (40 km) β RIPNas
Padangbai β Singaraja (107 km) β RIPNas
Singaraja β Gilimanuk (72 km) β RIPDa
Singaraja β Mengwi (51 km) β RIPDa
Seririt β Antosari (38 km) β RIPDa
Jalur ini dirancang untuk memperkuat konektivitas antarwilayah dan membuka akses ekonomi yang merata di seluruh Bali.
Jalur ini akan menghubungkan kawasan aktivitas utama di selatan dan tengah Bali:
Tabanan β Denpasar β Ngurah Rai β Nusa Dua β Jimbaran β Benoa β Gianyar β Bangli (37 km) β RIPNas & RIPDa
Cocok untuk wisatawan dan warga lokal yang membutuhkan akses cepat dan efisien antar pusat kegiatan.
Fase 1:
Rute: Bandara Ngurah Rai β Kuta β Pura Desa Adat β Central Park β Sunset Road
Panjang: 16 km
Fase 2:
Rute: Sunset Road β Seminyak β Canggu β Mengwi
Panjang: 13,5 km
MRT/LRT ini dirancang untuk mendukung mobilitas tinggi di kawasan wisata padat, dengan sistem bawah tanah untuk efisiensi ruang dan minim gangguan lingkungan.