Melli Marina
Halo! Aku Melli, seorang pelajar SMK tingkat ketiga yang lagi seru-serunya belajar teknologi, because my favorite group is NCT. Sama seperti teknologi yang selalu di update, aku juga terus belajar dan berkembang.
Melli Marina
Halo! Aku Melli, seorang pelajar SMK tingkat ketiga yang lagi seru-serunya belajar teknologi, because my favorite group is NCT. Sama seperti teknologi yang selalu di update, aku juga terus belajar dan berkembang.
Aku berasal dari dunia imajinasi, tempat dimana semua ide-ide baru singgah. Saat ini aku sedang menempuh pendidikan di jurusan Sistem Informasi, Jaringan, dan Aplikasi untuk menyalurkan ide dan kemampuan yang aku miliki. Hobiku menonton drama dan mendengarkan musik yang membantu aku menyelam lebih dalam pada sebuah momen. Fun Fact, aku bisa hidup sehari tanpa nasi, tapi nggak bisa sehari tanpa diksi.
Aku sering kali melihat sekitar, kebanyakan orang terlalu sibuk menjatuhkan orang lain, tapi kesuksesan ada pada orang yang tak pernah menyerah pada kegagalan, maka:
"Jadilah matahari, meski ia dinanti tenggelamnya namun sinarnya selalu indah."
Refleksi:
Bagaimana Google Sites mencerminkan konsep Software as a Service?
Melalui penggunaan Google Sites, aku jadi paham bagaimana layanan ini mencerminkan konsep Software as a Service (SaaS). Google sites tidak perlu diinstal di perangkat, cukup melalui internet kita sudah bisa mengakses dan menggunakannya. Hal ini menunjukkan bahwa aplikasi berjalan di cloud dan bisa diakses kapan saja serta di mana saja.
Selain itu, Google yang mengelola pemeliharaan, pembaruan, dan keamanan sistem, sehingga pengguna tidak perlu repot melakukan update sendiri. Pengalaman kolaborasi di Google Sites juga memperlihatkan ciri khas SaaS, karena beberapa orang bisa mengedit website secara bersamaan sehingga mempermudah dalam pengerjaan.
Dari sini, aku menyadari bahwa Google Sites bukan sekadar alat untuk membuat web, tapi juga contoh nyata bagaimana teknologi SaaS memudahkan kita: praktis, fleksibel, dan mendukung kerja sama.
Apa kendala yang dihadapi saat praktik, dan bagaimana solusinya?
Internet yang tidak stabil dan wifi yang tidak dapat terkoneksi, tapi ini bisa diatasi dengan merestart laptop.
Fitur yang masih awam, jadi diawal masih sedikit bingung. Seiring pengerjaan semua jadi lebih mudah dipahami dan diaplikasikan.
Tampilan kurang responsif di perangkat lain. Aku melakukan cek preview pada semua perangkat sebelum publish, lalu merapihkan kembali.
Perbedaan pendapat tim untuk pemilihan desain pengerjaan desain yang terkadang bentrok karena mengedit bagian yang sama. Solusinya dengan berdiskusi dan menggabungkan ide yang ada sehingga hasil lebih maksimal, serta membagi tugas masing-masing.