Indeks Keterpaparan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi adalah instrumen pengukuran baru yang dikembangkan untuk memetakan sejauh mana masyarakat mendapatkan informasi, memahami, dan memiliki sikap positif terhadap program KBKR. Pada tahun 2026, indeks ini menjadi alat evaluasi krusial untuk memastikan intervensi pemerintah tepat sasaran, terutama dalam mendukung penurunan angka unmet need dan stunting.
AKUKAMU (Ajang Kespro untuk Kawula Muda) adalah kompetisi kreatif yang diselenggarakan Direktorat Bina Kesehatan Reproduksi untuk mengedukasi remaja mengenai kesehatan reproduksi berbasis siklus hidup, dengan tema "Sehat Reproduksi ku, Menyala Indonesia ku"
Kegiatan talkshow ini merupakan bagian dari Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) Kemendukbangga/BKKBN, diikuti peserta dari beragam instansi dan masyarakat. Di mana 300 peserta hadir secara luring di antaranya ASN dari 20 Kementerian/Lembaga, TNI, Polri, Dinas Damkar, Dinas PPAPP DKI Jakarta, BNPB DKI Jakarta, instansi swasta, FAPSEDU, media, Blackmores Indonesia, Klinik Metacare, serta tokoh masyarakat.
Memasuki masa perimenopause kerap kali menjadi masa yang sulit bagi perempuan, seperti halnya bagi anak yang memasuki masa pubertas. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi sosok laki-laki dalam perannya sebagai ayah dan suami.
Kedua masa tersebut tentunya membutuhkan dukungan penuh, namun seringkali pemahaman ayah masih minim sehingga mempengaruhi keharmonisan keluarga.
Perhatian kecil yang konstan dan komunikasi yang terbuka adalah kunci untuk menjaga hubungan yang sehat. "Seringkali yang dibutuhkan perempuan adalah hanya didengarkan ketika curhat, namun laki-laki cenderung fokus mencari solusi. Inilah yang juga sering menimbulkan konflik,”
Selain itu, keterlibatan ayah dalam pengasuhan memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kecerdasan moral remaja, kematangan emosi, serta kemandirian. “Semakin tinggi keterlibatan ayah, semakin tinggi kemandirian remaja,”