Apa sih Keterbatasan Intelektual itu?
Keterbatasan intelektual atau Intellectual disability adalah gangguan perkembangan saraf, sekelompok kondisi dengan inset dalam periode perkembangan yang menghasilkan gangguan fungsi sosial, pribadi, akademik atau pekerjaan.
Disabilitas intelektual ini mencakup fungsi intelektual juga fungsi adaptif. Dimana fungsi adaptif mengacu pada seberapa efektif individu mengatasi tuntutan kehidupan sehari-hari dan seberapa mampu mereka hidup mandiri dan mematuhi standar komunitas.
Terdapat beberapa kemungkinan yang mungkin menjadi faktor penyebab seseorang mengalami disabilitas intelektual. Yaitu, kelainan genetik dan kecelakaan dalam kandungan (prenatal), prematuritas dan anoksia (kekurangan oksigen pada saat lahir) (perinatal), meningitis dan trauma kepala dan faktor lain setelah melahirkan (postnatal).
Beberapa disabilitas intelektual yang disebabkan oleh kelainan genetik, diantaranya: Downsindrome, Fragile-X syndrome, Prader Willi & Angelman syndrome, Single-Gene conditions, Klinefelers syndrome.
Menurut DSM IV (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders) klasifikasi disabilitas intelektual yaitu:
Disabilitas intelektual ringan, memiliki level IQ 50-55 hingga 70, sering disebut juga dengan mampu didik.
Disabilitas intelektual sedang, memiliki level IQ 35-40 hingga 50-55, sering disebut juga dengan mampu latih.
Disabilitas intelektual berat, kebanyakan tidak bisa berbicara atau berbicara dengan jumlah kosa kata yang sedikit, hanya dapat melakukan sedikit aktivitas secara mandiri, dan mereka mampu mengerjakan aktivitas yang sangat sederhana tetapi perlu pengawasan dan latihan secara terus menerus.
Disabilitas intelektual sangat berat, membutuhkan pengawasan dan bantuan secara total dan harus diasuh sepanjang hidup mereka, sebagian besar memiliki abnormalitas fisik berat serta kerusakan neurologis.
Beberapa ciri yang tampak pada anak yang mengalami disabilitas intelektual, diantaranya:
cenderung memiliki kemampuan berpikir konkret dan sukar berfikir
memiliki kesulitan dalam konsentrasi
kemampuan sosialisasinya terbatas
tidak mampu menyimpan instruksi yang sulit
tidak mampu menyimpan instruksi yang sulit
kurang mampu menganalisa dan menilai kejadian yang dihadapi
seseorang dengan disabilitas intelektual yang mampu didik, pada bidang baca, tulis, hitung prestasi tertingginya tidak lebih dari anak normal setingkat kelas III-IV sekolah dasar.
Sumber : Mash, Eric j. & Wolfe, David A. (2016). Abnormal Child Psychology