Anak berkebutuhan khusus adalah bagian berharga dari masyarakat kita yang memerlukan perhatian dan dukungan khusus. Mereka memiliki keunikan dan potensi yang luar biasa, meskipun dihadapkan pada tantangan dan keterbatasan tertentu. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi dunia anak-anak berkebutuhan khusus, mengapa inklusi dan dukungan mereka begitu penting, dan bagaimana kita semua dapat berperan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan mereka.
Anak-anak yang teridentifikasi mengalami gangguan kesehatan, atau kesehatan mental yang membutuhkan intervensi, jasa pendidikan khusus, atau layanan khusus lainnya yang mendukung, atau Anak-anak yang tidak teridentifikasi, tetapi membutuhkan layanan khusus, dukungan, atau pengawasan serta pemantauan.
Anak dengan gangguan fisik seperti cacat pada kaki, tangan dan anggota fisik lainnya Anak dengan gangguan mental intelektual biasanya anak yang memiliki usia kronologis berbeda dengan usia mentalnya, contohnya MR (Mental Retardasi).
Anak dengan gangguan sosial dan emosional : ADHD, conduct disorder, ODD.
Anak berkebutuhan khusus diklasifikasikan sebagai anak-anak yang mengalami masalah pada fisik, psikologis, dan permasalahan sosial.
Definisi lain anak Berkebutuhan khusus adalah: Anak yang dalam proses pertumbuhan atau perkembangannya secara signifikan (bermakna) mengalami kelainan atau penyimpangan baik itu dari segi fisik, mental-intelektual, sosial dan emosional di banding dengan anak lain seusianya sehingga mereka memerlukan pelayanan.
Bila dilihat lebih jauh anak berkebutuhan khusus sering dikaitkan dengan anak yang membutuhkan pendidikan khusus. Pendidikan khusus di rancang agar anak-anak yang membutuhkan bantuan atau support dapat mengikuti pendidikan dengan efektif.
Anak-anak yang membutuhkan pendidikan khusus diantaranya meliputi :
Physical disabilities seperti : buta, tuli, cacat fisik
Mental disabilities seperti : Down syndrome, mental retarded.
Inklusi dalam pendidikan adalah sebuah pendekatan untuk mendidik siswa dengan kebutuhan pendidikan khusus. Di bawah model inklusi, siswa dengan kebutuhan khusus menghabiskan sebagian atau semua waktu mereka dengan siswa yang normal. Pelaksanaan praktik-praktik ini bervariasi. Siswa terdiri dari anak berkebutuhan khusus ringan hingga berat.
Adapun Pendidikan inklusif" menurut UNESCO yaitu pendidikan inklusif dipandang sebagai "proses menangani dan merespons keragaman kebutuhan semua pembelajar melalui peningkatan partisipasi dalam belajar, budaya dan masyarakat, dan mengurangi eksklusi dari pendidikan
Tujuan dari pendidikan inklusi adalah bahwa seluruh sistem pendidikan akan memfasilitasi lingkungan belajar dimana guru dan peserta didik saling bekerjasama dan mengambil manfaat dari keanekaragaman. Dalam pendekatan pendidikan inklusif, lingkungan belajar mendukung kebutuhan individu terpenuhi dan setiap siswa memiliki kesempatan untuk berhasil.
Sumber : Mash, Eric j. & Wolfe, David A. (2016). Abnormal Child Psychology