Tanpa Kata
Oleh: Mianti Firdayni
@miantfrdyni_
Tanpa kata, tanpa penjelasan,
Luka ini terukir dalam diam,
Kau pergi tanpa pesan terakhir,
Dan aku tetap bertahan dalam kehampaan.
Aku benci dirimu, tapi tidak kenangan kita,
Luka yang kau tinggalkan untukku,
Janji manis yang sudah kau ucapkan, membuat ku kecewa,
Namun, aku tetap menjalanin hidupku.
Kau pergi tanpa pamit,
Kau tinggalkan aku sendiri disini,
Luka yang kau beri begitu dalam,
Hingga aku sulit menerimannya.
Aku akan melupakanmu,
Mungkin akan sulit bagi ku,
Tapi aku ingin melepas rasa sakit ini,
Dengan melupakanmu dan kenangan bersamamu.
Aku tidak tahu kenapa kau pergi dariku,
Tanpa kata, tanpa pamit, kau tinggalkan aku,
Apapun alasan nya,
Tapi aku berharap kau selalu bahagia.
Tentang Penulis:
Hai, perkenalkan nama aku Mianti Firdayni, aku lahir pada tanggal 3 Oktober 2004. Aku mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, tepatnya di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Aku mengambil program studi Tadris Bahasa Indonesia dan sekarang aku sudah di semester 3. Aku mempunyai hobi yaitu membaca dan menulis.
Pahlawanku
Oleh: Mianti Firdayni
@miantfrdyni_
Ayah...
Kau adalah pahlawanku
Pahlawan yang tak kenal lelah
Pengerbananmu yang tak terhingga
Bekerja hingga tak kenal waktu
Mencari nafkah agar anakmu bisa bersekolah
Dari pagi hingga pagi
Aku bangga padamu ayah
Ayah...
Kau selalu tampak semangat dan ceria di depan anakmu
Padahal aku tau kau sedang capek dan lelah
Kau selalu ingin menjadi ayah terbaik untuk anak-anakmu
Kau adalah ayah terbaik bagiku
Ayah...
Kau yang selalu mengajarkan ku akan kebaikkan
Kau bimbing aku dalam meraih cita-citaku
Kau juga yang selalu memberiku semangat untuk menjalankan hidup ini
Maafkan aku ayah, jika selalu membuatmu marah
Karena kenakalan anakmu ini
Ayah...
Aku akan membalas jasamu
Aku akan membalas kebaikkanmu
Aku juga berjanji akan mewujudkan cita-citaku
Akan kubuat ayah bangga pada anakmu ini
Ayah do'a kan selalu anakmu ini
Agar bisa membanggakan dirimu
Terima kasih atas semua pengorbananmu selama ini ayah
Kau telah menjadi pahlawan terbaikku
Ayah...
Aku selalu berdo'a agar kau sehat hingga aku sukses nanti
Akan ku tunjukkan bahwa aku bisa berdiri sampai aku berhasil
Aku menyayangimu ayah
Tentang Penulis:
Hai, perkenalkan nama aku Mianti Firdayni, aku lahir pada tanggal 3 Oktober 2004. Aku mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, tepatnya di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Aku mengambil program studi Tadris Bahasa Indonesia dan sekarang aku sudah di semester 3. Aku mempunyai hobi yaitu membaca dan menulis.
PELUKAN SEORANG IBU
Oleh: Mianti Firdayni
@miantfrdyni_
Ibu...
Pelukkanmu yang terasa hangat,
Terasa nyaman didalam pelukkanmu,
Dalam dekapmu, dunia ku terasa aman.
Semua rasa takut ku menghilang ssat dipelukmu.
Setiap pelukanmu penuh makna,
Ada cinta yang tak terucap,
Disetiap sentuhanmu aku merasa bahagia,
Engkau adalah rumah untukku kembali saat duniaku hancur.
Ibu, pelukkan mu menghangatkan ku,
Do’a tulusmu selalu mengiringi langkahku,
Aku akan selalu pulang kepelukkanmu,
Karena pelukkan mu, aku menemukan kedamaian dan kenyamanan.
Quetes: "Pelukan seorang ibu adalah tempat di mana setiap anak menemukan kenyamanan dan kekuatan untuk menjalani hidup. Di dalam pelukkan ibu pula hanya ada cinta yang menghangatkan anaknya"
Tentang Penulis:
Hai, perkenalkan nama aku Mianti Firdayni, aku lahir pada tanggal 3 Oktober 2004. Aku mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, tepatnya di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). Aku mengambil program studi Tadris Bahasa Indonesia dan sekarang aku sudah di semester 3. Aku mempunyai hobi yaitu membaca dan menulis.
Sebuah Do’a
Oleh: Mianti Firdayni
@miantfrdyni_
Aku berdo’a bukanlah untuk kepentingan diriku
Aku berdo’a agar kau bahagia, meski bukan denganku
Mengikhlaskan semua rasa yang pernah ada
Menyerahkan semuanya kepada takhir
Sebab aku tau rencana tuhan itu baik
Dengan ikhlas aku relakan
Karena cinta sejati adalah kebahagiaanmu.
Keikhlasan bukan tentang tak merasa sakit,
Tapi tentang mengetahui bahwa hidup terus berjalan,
Walau kita harus kehilangan,
Dan aku siap melangkah,
Dengan lapang dada, meski kehilangan itu menggores hati.
Quetes: “Keikhlaskan sejati adalah mampu melepaskan seseorang yang kita cintai demi kebahagiaannya, meski itu menyakitkan bagi kita.”
Biodata Penulis:
Nama : Mianti Firdayni
Tempat/Tanggal Lahir : Pulo Jantan, 03 Oktober 2004
Hobi : Membaca dan Menulis
Saya mahisiswi dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, berada di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). Saya mengambil program studi Tadris Bahasa Indonesia, sekarang saya berada di semester 3.
Tetesan yang Membisu
Oleh: Mianti Firdayni
@miantfrdyni_
Saat hujan datang,
Aku mendengar bisu dalam setiap tetesnya,
Merekan membaca pesan-pesan yang tlah terlupakan,
Yang pernah kita ucapkan dilangit yang sama.
Setiap tetesan yang jatuh,
Seakan membawa waktu yang terhenti,
Menyentuh hati yang terlupakan,
Namun tak ada kata yang terucap,
Hanya diam dan hening.
Tetesan yang membisu,
Mengisi ruang yang kosong,
Seperti rindu yang tak terbilang,
Bergema di dalam senyam,
Hanya bisa dirasakan, tapi tidak terlihat,
Kenangan itu seperti hujan yang tak pernah berhenti,
Selalu hadir meskipun aku mencoba melupakan.
Tentang Penulis:
Hai perkenalkan aku Mianti Firdayni, sekarang aku sudah berumur 20 tahun, aku lahir pada tanggal 3 Oktober 2004, aku lahir di Pulo Jantan dan sekarang aku ngekost di Medan. Aku adalah mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara atau yang sering disebut UINSU. Aku berada di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), mengambil program studi Tadris Bahasa Indonesia dan sekarang aku sudah si semester 3. Aku memiliki hobi membaca, aku sangat suka membaca karena dengan membaca aku mendapatkan pengetahuan baru. Aku juga suka menulis, karena menulis membuat aku mampu berimajinasi dan ingin menuliskannya.