Cerpen atau cerita pendek adalah karya sastra berbentuk prosa naratif yang singkat dan padat. Cerpen biasanya hanya berfokus pada satu peristiwa, satu konflik, dan satu tokoh utama, sehingga alurnya lebih sederhana dibandingkan novel. Karena panjangnya terbatas, cerpen menuntut ketepatan dalam memilih kata dan efisiensi dalam penyampaian cerita. Meskipun singkat, cerpen tetap mampu menyampaikan pesan moral, kritik sosial, atau gambaran kehidupan secara kuat. Cerita pendek sering kali berakhir dengan kejutan atau akhir terbuka yang mengajak pembaca untuk merenung. Cerpen cocok dibaca dalam sekali duduk dan menjadi media yang efektif untuk mengekspresikan ide secara ringkas.
Cerpen juga memiliki struktur yang jelas, yaitu terdiri dari bagian pembuka, pengembangan konflik, klimaks, dan penyelesaian. Meski jumlah katanya terbatas, cerpen tetap mampu menyentuh emosi pembaca melalui penokohan yang kuat dan tema yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Bahasa dalam cerpen cenderung lugas, tetapi tetap bisa mengandung unsur keindahan atau gaya bahasa khas penulis. Cerpen sering dimuat di majalah, surat kabar, atau antologi, dan menjadi sarana yang baik bagi penulis pemula untuk mengasah keterampilan menulis. Karena sifatnya yang ringkas namun bermakna, cerpen tetap menjadi bentuk sastra yang digemari hingga kini.