Search this site
Embedded Files
KIMIASIANA
  • Home
  • Profil
  • Bahan Ajar
  • Bank Soal
  • Praktikum
  • SBU
KIMIASIANA
  • Home
  • Profil
  • Bahan Ajar
  • Bank Soal
  • Praktikum
  • SBU
  • More
    • Home
    • Profil
    • Bahan Ajar
    • Bank Soal
    • Praktikum
    • SBU

Praktikum

PRAKTIKUM TITRASI 

ASAM - BASA

I.  TUJUAN : Menentukan kadar asam asetat (CH3COOH) dalam cuka dapur 

II.  DASAR TEORI :

Titrasi merupakan suatu metoda untuk menentukan kadar suatu zat dengan menggunakan zat lain yang sudah dikethaui konsentrasinya. Titrasi biasanya dibedakan berdasarkan jenis reaksi yang terlibat di dalam proses titrasi, sebagai contoh bila melibatan reaksi asam basa maka disebut sebagai titrasi asam basa, titrasi redox untuk titrasi yang melibatkan reaksi reduksi oksidasi, titrasi kompleksometri untuk titrasi yang melibatan pembentukan reaksi kompleks dan lain sebagainya. (disini hanya dibahas tentang titrasi asam basa) Zat yang akan ditentukan kadarnya disebut sebagai “titrat” dan biasanya diletakan di dalam Erlenmeyer, sedangkan zat yang telah diketahui konsentrasinya disebut sebagai “titran” (larutan standard) dan biasanya diletakkan  dalam Buret. Baik titrat maupun titran biasanya berupa larutan. Pada saat titik ekuivalen, mol ekuivalent asam akan sama dengan mol ekuivalent basa.

mol ekuivalen asam = mol ekuivalen basa

mol  H+ = mol  OH - 

Va x Ma x a = Vb x Mb x b

keterangan :

Ma = Molaritas asam

Mb = Molaritas basa

Va = Volume asam

Vb = Volume basa

a   = Valensi asam (jumlah H+)

b   = Valensi basa (jumlah OH-)


III. ALAT DAN BAHAN :

ALAT :

1.   Gelas ukur 10 ml

2.   Labu ukur 100 ml

3.    Pipet tetes

4.   Labu Erlenmeyer

5.   Buret

6.   Statif & klem

7.   Corong

BAHAN :

1.      Cuka dapur di pasaran

2.      Larutan NaOH 0,1 M

3.      Indikator PP


IV. CARA KERJA : 

1.  Catat merk asam cuka dan kadar(%) cuka pada label botol.

2.  Ambil 5 ml cuka dengan gelas ukur dan tuangkan ke dalam gelas kimia.

3.  Encerkan cuka tersebut 20 X dengan menambahkan air hingga volumenya mencapai 100 ml, aduk larutan cuka hingga merata.

4. Ambil 20 ml cuka yang telah diencerkan tersebut dan tuangkan ke dalam labu Erlenmeyer. Tambah 3 tetes indikator PP.

5. Isi buret dengan larutan standart NaOH 0,1 M hingga titik 0 (bagian atas)

6. Buka kran buret pelan-pelan teteskan NaOH 0,1 M hingga larutan tepat mulai berwarna merah muda. Goyang Erlenmeyer hingga warna merah muda permanen.

7. Ulangi percobaan tersebut sebanyak 3X , hitung volume rata-rata NaOH dan lakukan perhitungan !


V. HASIL PENGAMATAN :

VI.  PERTANYAAN :

1. Mengapa dalam titrasi ini menggunakan indicator PP ?

2. Tentukan konsentrasi asam cuka (CH3COOH ) diencerkan !

V cuka x M cuka(diencerkan) x jml H+ = V(rata-rata) NaOH  x M NaOH x jml OH-

M cuka (diencerkan) = …….

3. Tentukan konsentrasi asam cuka (CH3COOH ) sebelum diencerkan !

( Ingat ! asam cuka diencerkan 20 X )

     M cuka (sebelum diencerkan) =  M cuka (diencerkan)  x 20

     M cuka (sebelum diencerkan) = ..........

4.  Tentukan kadar (%) asam cuka merk ….....

  Diketahui : M cuka murni = 17,4 M

               % Cuka = ...........

5. Tulislah persamaan reaksi yang terjadi pada titrasi tersebut ?


VII. KESIMPULAN

Buatlah kesimpulan dari hasil perobaan tersebut !


KLIK :

💢 TITRASI ASAM BASA

💢 KONSEP ASAM - BASA

Belajar bersama hebat semuaaa......
Google Sites
Report abuse
Page details
Page updated
Google Sites
Report abuse