Page 1
Sebagai seorang pemimpin kita harus mempunyai sikap yang mementingkan kepentingan orang banyak dibandingkan kepentingan individual. Seorang pemimpin harus lah bijak dalam mengambil sebuah keputusan karena akan berhubungan dengan kepentingan orang banyak yang akan merasakan imbas dan efeknya. Kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh seorang pemimpin haruslah menjadi hal utama dalam peningkatan pembelajaran murid. Kebijakan seorang pemimpin harus bisa menjadi kebaikan untuk semua warga bukan untuk individu. Perubahan yang transformational pasti akan ada halangan dan rintangan atau bahkan kritikan, disini kita haruslah bijak sebagai seorang pemimpin dalam membuat sebuah kebijakan agar bisa berlaku adil dan untuk kebaikan bersama.
Page 2
Pengalaman ini pernah saya alami, saat saya harus mengampu mata pelajaran yang memang bukan kompetensi keahlian saya, disini saya merasa tidak nyaman, tetapi dengan persiapan pembelajaaran dan kolaborasi saya bisa melewati dengan baik. Adakalanya yang kita rasa tidak baik ternyata memang bisa yang terbaik untuk kita. Saya lebih banyak belajar lagi sebelum pembelajaran, dan ada kelompok belajar yang saya bantu dengan saya mengajar di kelas tersebut. Mengedepankan kebutuhan murid adalah prioritas kita sebagai pendidik.
Page 3
Sebagai seorang pemimpin pengambilan keputusan haruslah didasarkan atas kepentingan bersama. Pengambilan keputusan haruslah dilakukan dengan pertimbangan-pertimbangan yang memberikan banyak manfaat untuk kepentingan bersama. Pengambilan keputusan disaat seorang pemimpin memberikan izin kepada guru melakukan sebuah pengembangan diri seperti mengikuti diklat adalah salah satu hal dilematis, dimana murid otomatis akan di tinggalkan, disini pengampu kebijakan haruslah memberikan kebijakan yang sama-sama menguntungkan untuk murid ataupun guru.
Page 4
Jika saya berada diposisi tersebut, saya sebagai kepala sekolah akan menyesuaikan dengan kebutuhan yang dibutuhkan oleh murid saya, karna buku yang diberikan kepada murid haruslah sesuai kurikulum yang sedang berjalan. Ini ditujukan untuk mementingan kebutuhan belajar siswa dan guru. Memberikan laporan kepada Yayasan akan prosedur pemensanan dan ada komisi yang diberikan penerbit yang akan dipergunakan untuk kepentingan sekolah kembali. Dengan sikap transparansi kepada Yayasan menjadikan kita pemimpin yang bisa bertanggung jawab akan apa yang sudah kita kerjakan.
Page 5
Saya pernah dihadapkan dimana siswa yang dinaikan nilai nya, karena orang tua siswa tersebut sudah memberikan gratifikasi pada wali kelas, agar siswanya mempunyai nilai yang baik. Disini saya dilematis karena walikelas tersebut merupakan rekan sejawat saya, tetapi akan tidak adil siswa yang biasa saja disamakan dengan siswa yang rajin dan mempunyai kemampuan lebih. Saya memberikan sebuah tantangan yang harus diselesaikan siswa tersebut agar siswa tersebut mendapatkan nilai dengan penuh perjuangan dan bisa mempunyai kemampuan yang lebih dari sebelumnya.
Page 6
Pernah saat saya memberikan nilai kepada siswa, apakah saya memberikan nilai yang lebih kepada siswa yang baik tersebut adalah hal yang tepat, jangan-jangan saya memberikan nilai secara subjektif yang mengakibatkan orang lainnya merasa di rugikan.
Page 7
Bagaimana menjadi seorang pemimpin pembelajaran yang adil? dan apa yang harus kita lakukan apabila bertemu kendala akan sebuah kebijakan yang bertentangan dengan prinsip kita?
Page 8
Harapan saya adalah selalu menjadi orang yang adil dalam membuat sebuah keputusan, dan bijak dalam mengambil sebuah keputusan. Manfaat yang saya rasakan yaitu, menjadi lebih paham akan pengambilan sebuah keputusan harus berdasarkan akan kepentingan bersama bukan kepentingan individu.
Page 1
Melalui pembelajaran tentang etika, pemimpin-pemimpin pendidikan masa depan akan lebih siap dalam mengenali, berefleksi, serta menghargai keberagaman. Dengan Etika dan Adab yang baik diharapkan semua akan berjalan baik dan teratur sesuai yang diharapkan.
Page 2
Etiket suatu masyarakat dapat sama, dapat pula berbeda. Lain halnya dengan etika, yang lebih bersifat ‘universal’ etiket bersifat lokal (Rukiyanti, Purwastuti, Haryatmoko, 2018). Dari pernyataan ini sama seperti kiasan "dimana langit dijunjung disitu bumi dipijak" dimana kita berada kita harus beradaptasi akan etiket suatu tempat. Sedangan Etika yang bersifat Universal kita juga harus bisa terapkan untuk kebaiakan kita sendiri dan yang lainnya.
Page 3
Nilai-nilai kebajikan universal bisa berupa antara lain Keadilan, Keselamatan, Tanggung Jawab, Kejujuran, Rasa Syukur, Lurus Hati, Berprinsip, Integritas, Kasih Sayang, Rajin, Berkomitmen, Percaya Diri, Kesabaran, Keamanan, dan lain-lain. dari nilai-nilai ini kita bisa menerapkan Etika yang secara Universal.
Page 4
Saya akan memperbolehkan guru tersebut melakukan les privat kepada siswa yang menginginkan materi tambahan dengan catatan pembiayaan les berdasarkan kerelaan orang tua memberikan uang lebih tanpa memberi patokan harga, sedangkan untuk penilaian, siapa pun yang mengikuti atau tidak privat haruslah mendapatkan hak nilai yang sama dengan penilaian secara objektif.
Page 5
Dasar keputusan yang diambil ada 3 unsur yaitu berpihak pada murid, berdasarkan nilai-nilai kebajikan universal, dan bertanggung jawab terhadap segala konsekuensi dari keputusan yang diambil. 3 unsur ini, menjadi penentuan kita apabila di hadapkan pada sebuah masalah yang menuntut untuk mengambil sebuah keputusan
Page 6
Kedua kasus tersebut membuat kita bisa mengalami yang namanya dilema etika (ethical dilemma) dengan bujukan moral(moral temptation). Kasus pertama kita akan bertemu dengan dilema etika (ethical dilemma), dimana saat kasus ini terungkap maka orang tersebut akan kehilangan bea siswa dan tidak bisa melanjutkan pendidikan selanjutnya. untuk kebaikannya saya akan menutup kasusnya. Walaupun secara etika mencontek itu tidak dibenarkan. Kasus kedua termasuk ke bujukan moral(moral temptation), menghilangkan kebiasaan buruk untuk menghasilkan kebiasaan yang baik kadang akan bertentangan dengan sebagian orang yang sudah terbiasa dengan zona nyaman.
Page 7
Kasus yang ada disekolah saya yaitu Dilema Etika. Dimana kita harus memberi nilai lebih kepada Anak dari teman atau rekan sejawat kita.
Page 8
4 paradigma dilema etika (ethical dilemma) yaitu : 1. Individu lawan kelompok (individual vs community) adalah konflik antara kepentingan pribadi lawan kepentingan orang lain, atau kelompok kecil lawan kelompok besar. 2. Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy) yaitu memilih untuk berlaku adil dengan memperlakukan hal yang sama bagi semua orang, atau membuat pengecualian dengan alasan kemurahan hati dan kasih sayang. 3. Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty) yaitu kita akan jujur menyampaikan informasi berdasarkan fakta atau kita akan menjunjung nilai kesetiaan pada profesi, kelompok tertentu, atau komitmen yang telah dibuat sebelumnya. 4. Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term) yaitu kita harus memilih keputusan yang kelihatannya terbaik untuk saat ini atau yang terbaik untuk masa yang akan datang.
Page 9
Kasus 1, #Siapa yang menghadapi dilema? Bu Dini, #Apakah dua kebenaran yang ada? Ada, #Adalah benar jika Bu Dini tidak mengikuti pelatihan karena tanggung jawab terhadap sekolahnya yang sedang mengalami keadaan tida baik-baik, Tapi benar juga jika Bu Dini mengikuti pelatihan karena untuk mengembangkan bisnisnya, dan itu jika bisnis Bu Dini semakin besar maka akan semakin banyak menyerap tenagakerja, #Paradigma mana yang terjadi pada kasus ini ? Dilema Individu lawan kelompok, #Dapatkah lebih dari satu dilema, berlaku untuk kasus yang sama? Bila iya, yang mana dan mengapa? Iya, jangka pendek lawan jangka panjang .
Kasus 2, #Siapa yang menghadapi dilema? Pak Pandu, #Apakah dua kebenaran yang ada? Ada, #Adalah benar jika Pa Pandu tidak mengizinkan Danang tidak ikut karena nilai keadilan siswa lain yang tidak ikut, Tapi benar juga jika dia mengizinkan Danang karena rasa kasihan, kalau tidak dizinkan Danang akan sangat kecewa karena ingin sekali ikut dan sudah bersiap untuk pergi, #Paradigma mana yang terjadi pada kasus ini ? Dilema keadilan lawan kasihan, #Dapatkah lebih dari satu dilema, berlaku untuk kasus yang sama? Bila iya, yang mana dan mengapa ? Iya, yaitu dilema individu lawan kelompok.
Kasus 3, #Siapa yang menghadapi dilema? Kepala Sekolah, # Apakah dua kebenaran yang ada? Ya, #Adalah benar Kepala Sekolah tersebut mengisi lembar rekomendasi apa adanya karena menjunjung tinggi kejujuran, Tapi benar juga jika Kepala Sekolah menulis tidak sejujurnya karena kasihan pada pak Doddy dan keluarganya, #Paradigma mana yang terjadi pada kasus ini ? Dilema kebenaran lawan kesetiaan, #Dapatkah lebih dari satu dilema, berlaku untuk kasus yang sama? Bila iya, yang mana dan mengapa? Ya, dilema Jangka Pendek Lawan Jangka Panjang. Jangka Pendek keluarga Pa Doddy membutuhkan Nafkah dari Pa Doddy, Jangka Panjang karakter buruk Pa Doddy akan merugikan sekolah yang baru.
Kasus 4, #Siapa yang menghadapi dilema? Pak Zulkarnaen, #Apakah dua kebenaran yang ada? Iya ada, #Adalah benar jika Pak Zulkarnaen memilih program pelatihan karena akan meningkatkan kompetensi guru dalam penggunaan teknologi, #Tapi benar juga jika dia memilih program out bond karena untuk memperkuat ikatan emosi, kerjaama tim dan semangat kerja, #Paradigma mana yang terjadi pada kasus ini ? Dilema Jangka Pendek Lawan Jangka Panjang, #Dapatkah lebih dari satu dilema, berlaku untuk kasus yang sama? Bila iya, yang mana dan mengapa? Tidak ada.
Page 10
Melakukan, demi kebaikan orang banyak. Pada akhirnya kita perlu mengingat, hendaknya setiap keputusan yang kita ambil didasarkan pada rasa penuh tanggung jawab, nilai-nilai kebajikan universal, serta berpihak pada murid.
Page 11
Prinsip pengambilan keputusan yaitu: 1. End-based thingking (utilitarianism) yaitu prinsip berpikir dengan mengerjakan apa yang dapat menghasilkan kebaikan terbesar untuk jumlah orang terbanyak. 2. Rule-based thingking (deontologis) yaitu prinsip berpikir yang tidak berbasis pada konsekuensi atau hasil akhir, namun berpatokan pada aturan yang berlaku, dan berfokus pada apa yang menjadi tugas/kewajiban kita. 3. Care-based thingking yaitu memerankan peran kunci sebagai pendidikan etika. Memberi batasan-batasan pada tindakan kita, juga mendukung kita untuk memikirkan orang lain sehingga memunculkan empati.
Page 12
Sebagai Pak Seto, sebagai kepala sekolah, pendekatan yang saya ambil adalah mendekati masalah dengan cara yang berfokus pada solusi dan pembelajaran. Saya akan memanggil Ibu Tati dan Ibu Sri untuk duduk bersama dan membicarakan masalah ini secara terbuka. Pertama, saya akan mendengarkan keluhan Ibu Sri tentang hukuman yang diberikan oleh Ibu Tati kepada muridnya. Saya akan mencoba memahami perspektif keduanya dan mengidentifikasi akar permasalahannya. Kemudian, saya akan mencoba mencapai kesepakatan yang adil dan konstruktif. Saya akan mengajukan saran untuk mempertimbangkan pendekatan alternatif dalam memberikan hukuman, seperti penggunaan strategi pembelajaran yang lebih positif dan memotivasi. Saya akan menegaskan bahwa hukuman fisik tidak diperbolehkan dalam lingkungan pendidikan, dan saya akan memberikan penjelasan kepada Ibu Tati tentang konsekuensi dari tindakan tersebut.
Page 13
ada 9 langkah yang dapat kita lakukan saat mebuat sebuah keputusan : 1. Mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan, 2. Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini, 3. Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini, 4. Pengujian benar atau salah, 5. Pengujian Paradigma Benar lawan Benar, 6. Melakukan Prinsip Resolusi, 7. Investigasi Opsi Trilema, 8. Buat Keputusan, dan 9. Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan.
Page 14
Selain keterampilan coaching, untuk mengambil keputusan yang bertanggung jawab, diperlukan kompetensi kesadaran diri (self awareness), pengelolaan diri (self management), kesadaran sosial (social awareness) dan keterampilan berhubungan sosial (relationship skills). Proses pengambilan keputusan seharusnya juga dilakukan dengan kesadaran penuh (mindful) dengan berbagai pilihan dan konsekuensi yang ada.
Page 15
Studi kasus dilema Etika pribadi: Rasa Keadilan Lawan Rasa Kasihan, #Kasus: Suatu hari, saya mendapatkan siswa yang merupakan anak dari teman sejawat. Saya dihadapkan pada dua pilihan: 1. Memberikan nilai apa adanya atau memberikan nilai bagus karena segan dengan orang tua anak tersebut sekaligus rekan sejawat. 2. Memberikan nilai bagus walaupun kemapuan anak tersebut pas-pasan. #Nilai-nilai yang Saling Bertentangan: #Kejujuran: Memberikan nilai seadanya padahal akan menjadi renggang hubungan antar teman. #Kesetiaan: Mendukung dan memberikan nilai besar untuk anak rekan sejawat. #Pihak yang Terlibat: #Saya #Teman Sejawat #Siswa, Fakta-fakta Relevan: #Pemberian nilai yang tidak objektif kepada siswa yang kemampuannya pas-pasan. # Membuat siswa lain merasa diperlakukan tidak adil dan tidak objektif. #Siswa tersebut kesulitan masuk ke perguruan tinggi yang di harapkan. Pengujian Benar atau Salah: #Mengungkap keadilan: Benar, karena memberikan perlakuan yang sama terhadap setiap siswa. #Bersikap Subjektif: Salah,
Bagaimana pandangan Ki Hajar Dewantara dengan Filosofi Pratap Triloka memiliki kaitan dengan penerapan pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin?
Prinsip Khd seorang pemimpin harus menjadi teladan dalam pengambilan keputusan sejalan dengan "Ing Ngarso Sung Tulodo". Prinsip Khd menjadikan setiap keputusan harus memberi semangat untuk kemajuan peserta didik sejalan dengan "Ing Madyo Mangun Karso". Prinsip khd menjadikan setiap keputusan haruslah untuk keberpihakan kepada peserta dididk sejalan dengan "Tut Wuri Handayani,"
Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan keputusan?
Nilai yang harus kita miliki dalam pengambilan keputusan haruslah bijaksana dan nilai-nilai kebajikan yang sesuai dengan moral dan peraturan yang berlaku.
Bagaimana materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan coaching (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil?
Coaching dengan menggunakan alur tirta merupakan kemampuan yang harus sering kita latih agar kita sebagai guru dapat membantu setiap kesulitan siswa, dalam pengambilan sebuah keputusan yang kita lakukan terhadap peserta didik akan lebih berpihak pada siswa.
Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial dan emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan khususnya masalah dilema etika?
Seorang guru harus bisa membuat sebuah keputusan bijak dimana keputusan yang kita ambil merupakan keputusan untuk hal yang terbaik bagi siswa kita dan untuk keberpihakan siswa, berdasarkan nilai-nilai kebajikan bagi siswa.
Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik?
Keputusan suatu pemimpin jelas harus bisa tegas apabila urusan dengan bujukan moral karena terkait dengan aturan yang berlaku. sedangkan untuk kasus dilema etika ini bisa ditimbang dengan kebijaksanaan seseorang dalam memutuskan suatu masalah yang mungkin hal tersebut banyak kebaikannya
Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman, dan nyaman?
Dengan pemberian keputusan yang bijak siswa pun akan senang dengan sebuah keputusan yang kita ambil karena merasa diberikan penghargaan yang sama dan bisa menciptakan budaya positif yang baik
Apakah tantangan-tantangan di lingkungan Anda untuk dapat menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Adakah kaitannya dengan perubahan paradigma di lingkungan Anda?
Tantangan dari sebuah pengambilan keputusan tentunya dari orang-orang yang memberi kritikan akan keputusan yang sudah kita ambil. dengan menimbang 4 paradigma yang ada, individu vs kelompok, keadilan vs rasa kasian, kebenaran vs kesetiaan, dan jangka pendek vs jangka panjang. meminimalisir dari pertentangan yang muncul dari keputusan yang akan akan di ambil
Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita? Bagaimana kita memutuskan pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang berbeda-beda?
pembelajaran diferensiasi adalah salah satu keputusan seorang guru yang bisa memberikan kebebasan kepada murid untuk mengembangakan bakatnya sesuai dengan minat yang ia miliki. memberikan opsi atau pilihan beragam yang bisa mengakomodir perbedaan dari setiap peserta didik adalah salah satu poin merdeka belajar.
Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?
Keputusan yang kita ambil sebagai seorang pendidik pasti akan direkam oleh peserta didiknya sampai kapan pun. sehingga keputusan apapun akan kita ambil jelas akan berdampak bagi mereka untuk kedepannya dan untuk jangka panjang.
Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?
Pengambilan keputusan seorang pendidik haruslah berpihak pada peseta didik seperti filosofi dari KHD. sebuah keputusan yang baik jelas akan menimbulkan budaya positif yang baik dan akan menjadi tauladan untuk semua nya dan untuk kemerdekaan pembelajaran pada murid-murid kita.
Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan?
pengambilan sebuah keputusan ternyata tidak bisa berdasarkan naluri kita saja, melainkan ada hal-hal yang harus kita tempuh sehingga pengambilan keputusan dapat menjadi solusi akan masalah yang ada. dengan pertimbangan 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah menjadikan keputusan yang diambil adalah yang terbaik.
Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema? Bilamana pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?
jelas pernah saya alami. perbedaan sebelum mempelajari saya mengambil sebuah keputusan berdasarkan akan hati saya dan sesudah mempelajari adalah pengambilan keputusan haruslah di dasarkan akan hal-hal yang memungkinkan akan terjadi kedepannya.
Bagaimana dampak mempelajari konsep ini buat Anda, perubahan apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini?
perubahan paradigma atau cara pandang dalam menghadapi sebuah masalah dan memutuskan suatu solusi dengan memikirkan prinsip-prinsip yang harus kitra ambil.
Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin?
sangat penting karena, menjadi bekal kita sebagai seorang pendidik minimal dalam mengambil sebuah
Mengingat-ingat ekosistem, bayangkan sekolah atau salah satu sekolah tempat Bapak dan Ibu bertugas.
Apa bagian-bagian yang ada dari sekolah tersebut sebagai sebuah ekosistem?
Ya bagian-bagian yang ada pada sekolah merupakan sebuah ekosistem
Apa saja yang bisa Anda sebut sebagai sumber daya yang dimiliki atau dapat dimanfaatkan oleh sekolah?
Perhatikan untuk tidak terpaku pada hal-hal yang kelihatan.
Sumber Daya Manusia, Lokasi Sekolah yang Strategis, Ketersediaan Sarana dan Prasarana, Ketersediaan Lingkungan Alam, Ketersediaan Finansial, Mayoritas Agama Islam
Refleksikan sosok pemimpin atau kepala sekolah yang memimpin sekolah tersebut.
Apa hal-hal yang paling diingat dari sosok pemimpin tersebut, terkait dengan perannya di ekosistem sekolah serta pelibatan/pemanfaatan sumber daya yang ada?
Mengelola sumber daya yang memang bisa dikelola dengan baik. Pengelolaan Finansial untuk Sarana dan Prasarana Sekolah. Pengelolaan Sarana yang bisa digunakan oleh umum.
Jadi, seperti apa peran pemimpin yang ideal itu, khususnya dalam hal memanfaatkan semua bagian dari ekosistem dan mengelola sumberdaya yang ada di dalam dan sekitar sekolah?
1. Bijaksana, 2. Amanah, 3. Jujur, 4. Mampu mengelola Sumber Daya yang ada, 5. Mampu mengatur Sumber Daya yang ada, 6. Mampu memanfaatkan Sumber Daya yang ada, dan 7. Mampu mempertanggungjawabkan Sumber Daya yang ada
Silakan refleksikan, posisi diri Bapak dan Ibu dalam ekosistem sekolah.
Sejauh mana Bapak Ibu sebagai guru atau peran lainnya telah memanfaatkan sumber daya sekolah?
1. Mengelola sumber daya yang ada dengan baik, 2. Menjaga kebersihan sumber daya yang ada, 3. Memanfaatkan sumber daya dengan maksimal untuk keberlangsungan pemebelajaran, dan 4. Memanfaatkan pembelajaran untuk keberpihakan pada peserta didik.
Apa saja harapan pada diri Bapak dan Ibu sebagai seorang pendidik, pemimpin, dan pada murid setelah mempelajari modul ini?
Diri sendiri, Murid dan Sekolah
Diri sendiri : mampu menjadi seorang pemimpin pembelajaran yang bijaksana dalam mengelola sumber daya yang ada
Murid : mendapatkan fasilitas-fasilitas yang memang semestinya didapatkan oleh para murid dalam proses pembelajaran
Sekolah : dapat lebih baik lagi dalam pengelolaan sumber daya yang ada demi melancarkan keberlangsungan proses pembelajaran yang berpihak pada murid atau peserta didik
Apa saja kegiatan, materi, manfaat, yang Bapak dan Ibu harapkan ada dalam modul ini?
Kegiatan nya yaitu Pengelolaan sebuah Sumber Daya yang ada pada Sekolah, Materinya mengenai Managemen Sumber Daya, Manfaat nya yaitu Sumber Daya dapat terinventaris dan dapat dikelola dengan Maksimal
Page 1
1. Kelompok biotik yaitu Guru atau tenaga Pendidik, TU atau tenaga kependidikan, Siswa, Laboran, Caraka, Satpam, Tanaman, dan Hewan, Kelompok abiotik yaitu Sarana dan Prasarana Sekolah, Kurikulum, Peraturan, Kebijakan, dan Dukungan dari Komite juga Warga Sekitar , 2. Kepala sekolah dapa mengelola secara maksimal sebuah Sumber Daya agar ditujukan pada keberpihakan murid atau siswa, 3. Kemampuan Managemen, 4. Menginventaris, Mengelola, Memanfaatkan dan Menjaga, 5. Sangat Banyak, karena sekolah Kejuruan otomatis saat praktek Pembelajaran membutuhkan banyak sekali Fasilitas yang di pergunakan saat pembelajaran, 6. Sudah makasimal untuk kebutusan proses pembelajaran, 7. Adanya Sosialisasi, Adanya Kerjasama dalam Pengelolaan, Adanya rasa menjaga akan sumber daya yang ada, dan 8. Sudah, Sarana ada di pergunakan untuk keberlangsungan pemebelajaran.
Page 2
Sekolah terdiri dari lingkungan Biotik dan Abiotik yang menjadi satu kesatuan utuh yang membentuk sebuah Ekosistem yang akan berkaitan satu dengan yang lainnya, serta menunjang keberlangsungan antara satu dengan yang lainnya.
Page 3
Pendekatan berbasis kekurangan/masalah (deficit-based approach) akan memusatkan perhatian kita pada apa yang mengganggu, apa yang kurang, dan apa yang tidak berfungsi dengan baik. Pendekatan berbasis aset (asset-based approach) adalah cara praktis menemukenali hal-hal yang positif dalam kehidupan. Dengan menggunakan kekuatan sebagai tumpuan berpikir, kita diajak untuk memusatkan perhatian pada apa yang berjalan dengan baik, yang menjadi inspirasi, yang menjadi kekuatan ataupun potensi yang positif. (Dr. Kathryn Cramer) Pendekatan berbasis aset ini juga digunakan sebagai dasar paradigma Inkuiri Apresiatif (IA) paradigma IA ini percaya bahwa setiap orang memiliki inti positif yang dapat memberikan kontribusi pada keberhasilan. Inti positif ini merupakan potensi dan aset organisasi. Dalam implementasinya, IA dimulai dengan menggali hal-hal positif, keberhasilan yang telah dicapai dan kekuatan yang dimiliki organisasi, sebelum organisasi menapak pada tahap selanjutnya dalam melakukan perencanaan perubahan.
Page 4
Asset-Based Community Development (ABCD) yang selanjutnya akan kita sebut dengan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (PKBA) ABCD dibangun dari kemampuan, pengalaman, pengetahuan, dan hasrat yang dimiliki oleh anggota komunitas, kekuatan perkumpulan lokal, dan dukungan positif dari lembaga lokal untuk menciptakan kehidupan komunitas yang berkelanjutan (Kretzman, 2010). Pendekatan PKBA menekankan pada nilai, prinsip dan cara berpikir mengenai dunia. Pendekatan ini memberikan nilai lebih pada kapasitas, kemampuan, pengetahuan, jaringan, dan potensi yang dimiliki oleh komunitas. Dengan demikian pendekatan ini melihat komunitas sebagai pencipta dari kesehatan dan kesejahteraan, bukan sebagai sekedar penerima bantuan. Pendekatan PKBA menekankan dan mendorong komunitas untuk dapat memberdayakan aset yang dimilikinya serta membangun keterkaitan dari aset-aset tersebut agar menjadi lebih berdaya guna. Kedua peran yang penting ini menurut Kretzman (2010) adalah jalan untuk menciptakan warga yang produktif.
Page 5
Karakteristik komunitas yang sehat dan resilien adalah sebagai berikut: 1. Mempraktikkan dialog berkelanjutan dan partisipasi anggota masyarakat, 2. Menumbuhkan komitmen terhadap tempat, 3. Membangun koneksi dan kolaborasi, 4. Mengenal dirinya sendiri dan membangun aset yang ada, 5.Membentuk masa depannya, 6. Bertindak dengan obsesi ide dan peluang, 7. Merangkul perubahan dan bertanggung jawab, dan terakhir 8. Menghasilkan kepemimpinan.
Page 6
Tujuh modal utama yang merupakan salah satu alat yang dapat membantu menemukenali sumber daya yang menjadi aset sekolah adalah 1. Modal Manusia, 2. Modal sosial, 3. Modal Politik, 4. Modal Agama dan Budaya, 5. Modal Fisik, 6. Modal Lingkungan atau Alam, dan 7. Modal Finansial.
Page 7
Kasus 1 merupakan contoh pendekatan berbasis kekurangan/masalah (deficit-based approach) Kasus 2 merupakan contoh pendekatan berbasis aset (asset-based approach) dari 2 contoh tersebut dapat disimpulkan ketika kita menerapkan pendekatan berbasis aset (asset-based approach) maka suasana yang diciptakan adalah penuh semangat, optimis, menggali setiap potensi yang dimiliki, dan akan tercipta kolaborasi dan muncul ide-ide kreatif.
Page 8
Video pertama merupakan contoh dari pendekatan berbasis kekurangan/masalah. Rapat dimulai dengan menjelaskan kekurangan yang dimiliki sekolah, dan penyelesaian yang ditempuh hanya dengan memilih keputusan untuk tidak melaksanakan perpisahan sekolah. Sedangkan video ke dua merupakan contoh dari pendekatan berbasis aset/kekuatan. pada video ke dua ini rapat perpisahan dilakukan dengan mengidentifikasi aset yang dimiliki sekolah. Dengan memanfaatkan aset-aset yang dimiliki sekolah, kegiatan acar perpisahan bisa dilaksanakan.
Page 9
Tergantung rapat mana yang dilakukan, kalau rapatnya bersama guru-guru keseluruhan yaitu memunculkan kekuatan yang sudah ada guna membangun motivasi dan semangat untuk guru-guru semua, adapun kekurangan yang dimunculkan sebagai bahan refleksi untuk guru-guru semua agar menjadi lebih peduli akan kekurangan yang ada. Untuk rapat kecil yang berisi managemen biasanya akan memunculkan kekurangan sekolah guna mebahas bagaimana solusi dari kekurangan yang sudah ada dan mempertahankan kekuatan yang sudah ada.
Page 10
Pada saat diskusi saya akan membahas keduanya baik kekurangan atau kelebihan yang memang menjadikan bahan pertimbangan dalam membuat sebuah keputusan saat pembelajaran selanjutnya.
Guru adalah Seorang pemimpin yang ditujukan untuk dapat mengelola sumber daya dengan upaya memaksimalkan potensi yang dimiliki peserta didik. Seorang pemimpin haruslah bisa mengatur sumber daya nya dengan maksimal agar dapat bisa mencapai tujuan yang berkualitas dan sesuai harapan.
Implementasi di dalam kelas, sekolah, dan masyarakat sekitar sekolah :
Di kelas
Pemimpin pembelajaran dalam pembelajaran dengan bisa mengatur sumber daya manusia dari potensi yang dimiliki siswa
Di Sekolah
Pemimpin pendidikan menjadi contoh yang baik untuk semua warga disekolah, agar dapat memaksimalkan sumber daya yang menjadi kekuatan di sekolah.
Di Masyarakat
pemimpin dalam lingkungan sosial dapat menjadi contoh dalam mengelola lingkungan sekitar rumah utamanya.
Hubungan pengelolaan sumber daya yang tepat akan membantu proses pembelajaran murid menjadi lebih berkualitas
Dengan pengelolaan pembelajaran yang baik proses pembelajaran menjadi nyaman bagi siswa, siswa bahagia, semangat dan menyenangkan saat belajar. Siswa yang senang dengan pembelajaran akan menjadi siswa yang berprestasi dan menghasilkan siswa-siswi yang berkualitas dan pembelajaran yang berkualitas juga.
Contoh bagaimana materi ini juga berhubungan dengan modul lainnya.
1. Pengelolaan sebagai seorang pemimpin pembelajaran berhubungan dengan modul 1 dimana kita bisa memimpin pembelajaran di kelas sehingga berpusat pada siswa.
2. Pengelolaan sebagai seorang pemimpin dilingkungan guru berhubungan dengan modul 2 dimana kita bisa memimpin sebuah komunitas belajar untuk memaksilmalkan potensi sumber daya rekan atau teman sejawat kita.
3. Pengelolaan sebagai seorang pemimpin di sekolah berhubungan dengan modul 3 dimana kita bisa memimpin atau mengelola Sumber-sumber kekuatan yang ada disekolah.
Bagaimana sebelum dan sesudah Anda mengikuti modul ini, serta pemikiran apa yang sudah berubah di diri Anda setelah Anda mengikuti proses pembelajaran modul ini ?
Sebelum mempelajari modul ini saya hanya berfokus pada kekurangan yang dimiliki sekolah.
Setelah mempelajari modul ini ternyata kita harus bisa memaksimalkan kekuatan-kekuatan yang dimiliki sekolah. guna bisa menjadi aset-aset yang bisa kembangan untuk kemajuan di sekolah
Page 1
1. Program yang berdampak positif pada murid dimana program ini ditujukan untuk keberpihakan pada siswa, siswa didorong menjadi siswa yang kreatif dan inovatif sehingga berdampak positif bagi siswa. 2. Kaitan antara program yang berdampak positif pada murid dengan kepemimpinan murid yaitu program yang berpusat pada siswa, sehingga siswa bisa berubah menjadi lebih baik dan berdampak positif bagi siswa tersebut.
Page 2
1. Program/kegiatan intrakurikuler merupakan merupakan program/kegiatan utama sekolah yang dilakukan dengan menggunakan alokasi waktu yang telah ditentukan dalam struktur program sekolah. 2. Program/kegiatan kokurikuler merupakan program/kegiatan yang dilaksanakan sebagai penguatan atau pendalaman kegiatan intrakurikuler. 3. Program/kegiatan ekstrakurikuler adalah program/kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar kegiatan intrakurikuler dan kegiatan kokurikuler, di bawah bimbingan dan pengawasan sekolah, dan diselenggarakan dengan tujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian murid.
Page 3
1. Kewirausahaan dengan berjualan makanan khas daerah dan Pengenalan Budaya Indonesia menggunakan atribut ciri khas daerah. 2. Menggagas adalah Sekolah bekerjasama dengan Ekternal atau Sponsor. 3. Saya berperan sebagai Ketua Penanggung Jawab Kegiatan. 4. Perasaan saya saat itu senang karena acara yang di gelar sukses dan lancar. 5. Berkesan karena pertama kali menjadi ketua pelaksana kegiatan. 6. Pengalaman yang didapatkan adalah komunikasi itu penting, terutama untuk koordinasi baik dengan pimpinan, guru-guru, dan juga juga mengelola siswa baik OSIS sebagai panitia dan siswa sebagai pelaksana. 7. Sangat berdampak positif, dimana saya bisa belajar untuk mengelola sumber daya yang ada disekolah, siswa pun berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut memunculkan dampak positif baik keatifitas ataupun ide-ide saat kegiatan berlangsung.
Page 4
Setelah membaca modul saya diharapkan bisa lebih baik lagi dalam memfasilitasi siswa yang menunjang siswa ke arah yang lebih baik lagi. Menjadi seorang guru yang bisa membuat sebuah program yang bisa menjadikan siswa lebih baik lagi dan lebih berubah ke arah yang berdampak positif.
Page 5
Alhamdulillah semangat di modul terakhir ini.
Page 1
1. Pemegang kendali terhadap proses pembelajaran murid adalah murid, dan guru sebagai penuntun agar siswa dapat aktif dan terarah ke yang lebih baik dan sesuai dengan harapan atau pun tujuan program. 2. Hal apa saja dan sebagai apa murid dapat mengambil kendali dalam berbagai program/kegiatan pembelajaran sekolah yaitu pelaksana kegiatan, dan mengarahkan untuk memunculkan ide kreatif dan inovatif dalam kegiatan. 3. Peran dan keterlibatan murid dalam berbagai program/kegiatan pembelajaran sekolah yaitu Siswa diharapkan menjadi siswa yang sesuai dengan misi sekolah siswa lebih berperan aktif, komunikatif, mempunyai ide-ide yang dapat menunjang siswa dan siswa mendapatkan imbah positif untuk siswa tersebut. 4. Melibatkan komunitas dalam mendorong tumbuhnya kepemimpinan murid dengan cara bekerjasama aktif dengan seluruh warga sekolah, dan menginformasikan secara jelas dan terarah agar kegiatan bisa dilakukan sesuai harapan.
Page 2
Program/kegiatan pembelajaran di sekolah, baik itu intrakurikuler, ko-kurikuler, atau ekstrakurikuler sebaiknya program yang dibuat berlandaskan akan siswa. Berpusat pada siswa adalah salah satu tujuan utama pada sebuah program. Sehingga disini akan lebih banyak keterlibatan siswa baik dari segi pembuatan keputusan dan peran siswa dalam pelaksanaan kegiatan.
Page 3
Guru memberikan kesempatan kepada murid untuk mengembangkan potensinya dalam mengelola pembelajaran mereka sendiri, sehingga potensi kepemimpinannya dapat berkembang dengan baik. Adapun peran guru adalah mendampingi murid agar pengembangan potensi kepemimpinan mereka tetap sesuai dengan kodrat, konteks dan kebutuhannya dan mengurangi kontrol kita terhadap mereka. Artikel Bandura juga menuliskan bahwa ada empat sifat inti dari human agency yaitu 1. I - Intensi = Kesengajaan (intentionality). 2. V - Visi = Pemikiran ke depan (forethought). 3. A - Aksi = Kereaktifan-diri (self-reactiveness). dan 4. R - Refleksi = Kereflektifan-diri (self-reflectiveness).
Page 4
Kepemimpinan murid adalah tentang murid yang bertindak secara aktif, dan membuat keputusan serta pilihan yang bertanggung jawab, daripada hanya sekedar menerima apa yang ditentukan oleh orang lain. Konsep kepemimpinan murid sebenarnya berakar pada prinsip bahwa murid memiliki kemampuan dan keinginan untuk secara positif mempengaruhi kehidupan mereka sendiri dan dunia di sekitar mereka. Kepemimpinan murid dapat dilihat sebagai kapasitas untuk menetapkan tujuan, melakukan refleksi dan bertindak secara bertanggung jawab untuk menghasilkan perubahan.
Page 5
Menumbuhkan kepemimpinan murid dalam proses belajar tentunya perlu didorong oleh guru, pilihan dan suara murid menjadi penting agar murid mempunyai rasa ‘memiliki’ proses pembelajaran mereka sendiri, melalui pilihan dengan rasa memiliki yang kuat, suara siswa kemudian dapat diwujudkan. Saat murid menjadi pemimpin dalam proses pembelajaran mereka sendiri, maka mereka sebenarnya memiliki suara (voice), pilihan (choice), dan kepemilikan (ownership) dalam proses pembelajaran mereka. Ketiga aspek ini harus disematkan dengan hati-hati dalam lingkungan belajar yang menumbuhkembangkan elemen-elemen tersebut. Lingkungan belajar yang seperti ini akan mensyaratkan seluruh anggota komunitas untuk ikut terlibat dalam prosesnya.
Page 6
Menumbuhkembangkan kepemimpinan murid akan memberikan kesempatan bagi murid untuk mengembangkan profil positif dirinya, yang kemudian diharapkan dapat mewujud sebagai pengaplikasian Profil Pelajar Pancasila dalam diri murid tersebut.
Page 7
Refleksi yang terkait dengan contoh di atas adalah bahwa sebagai seorang guru, kita harus selalu menghormati keputusan siswa, guru memberikan kebebasan bertindak atas keingginan siswa. Sebagai guru yang memfasilitasi siswa, kita memberikan penguatan dan bimbingan selama refleksi dan membantu siswa mengambil sebuah keputusan yang mereka ambil. Posisi kita yaitu sebagai mitra, tugas yang berbasis proyek yang dibuat dengan bantuan guru pasti akan bermakna dan berkesan bagi siswa, dan bahkan dapat digunakan sebagai pembelajaran untuk siswa pada masa yang akan datang.
Page 8
Page 9
Murid diharapkan dapat aktif dan memiliki peran yang penting pada proses pemebelajaran dan dapat mendapatkan dampak positif bagi murid. Guru diharapkan menciptakan lingkungan yang mendukung suara (Voice), pilihan (Choice), dan kepemilikan murid (Owership). Posisi guru yaitu sebagai mitra, tugas yang berbasis proyek yang dibuat dengan bantuan guru pasti akan bermakna dan berkesan bagi siswa, dan bahkan dapat digunakan sebagai pembelajaran untuk siswa pada masa yang akan datang.
Page 10
1.Lingkungan yang menyediakan kesempatan untuk murid menggunakan pola pikir positif dan merasakan emosi yang positif. 2. Lingkungan yang mengembangkan keterampilan berinteraksi sosial secara positif, arif dan bijaksana, di mana murid akan menjunjung tinggi nilai-nilai sosial positif yang berbasis pada nilai-nilai kebajikan yang dibangun oleh sekolah. 3. Lingkungan yang melatih keterampilan yang dibutuhkan murid dalam proses pencapaian tujuan akademik maupun non-akademiknya.. 4. Lingkungan yang melatih murid untuk menerima dan memahami kekuatan diri, sesama, serta masyarakat dan lingkungan di sekitarnya. 5. Lingkungan yang membuka wawasan murid agar dapat menentukan dan menindaklanjuti tujuan, harapan atau mimpi yang manfaat dan kebaikannya melampaui pemenuhan kepentingan individu, kelompok, maupun golongan. 6. Lingkungan yang menempatkan murid sedemikian rupa sehingga terlibat aktif dalam proses belajarnya sendiri. 7. Lingkungan yang menumbuhkan daya lenting dan sikap tangguh murid untuk terus bangkit.
Page 11
Peran Keterlibatan Komunitas dalam Menumbuhkembangkan Kepemimpinan Murid.
Guru diharapkan bisa membuat sebuah program yang berpusat pada siswa, Murid diharapkan dapat aktif dan memiliki peran yang penting pada proses pemebelajaran dan dapat mendapatkan dampak positif bagi murid. Guru diharapkan menciptakan lingkungan yang mendukung suara (Voice), pilihan (Choice), dan kepemilikan murid (Owership). Pembuatan sebuah projek guru dapat membuat sebuah rencana (planing), mengorganisasi (organizing), mengaplikasikan (actuating), dan mengawasi (controlling). Sebagai pusat dari proses pendidikan, murid ‘berada’ dalam lintas komunitas dan mereka dapat berada sekaligus pada: komunitas keluarga, komunitas kelas dan antar kelas, komunitas sekolah, komunitas sekitar sekolah, dan komunitas yang lebih luas.
Page 11
Peran Keterlibatan Komunitas dalam Menumbuhkembangkan Kepemimpinan Murid.
Guru diharapkan bisa membuat sebuah program yang berpusat pada siswa, Murid diharapkan dapat aktif dan memiliki peran yang penting pada proses pemebelajaran dan dapat mendapatkan dampak positif bagi murid. Guru diharapkan menciptakan lingkungan yang mendukung suara (Voice), pilihan (Choice), dan kepemilikan murid (Owership). Pembuatan sebuah projek guru dapat membuat sebuah rencana (planing), mengorganisasi (organizing), mengaplikasikan (actuating), dan mengawasi (controlling). Sebagai pusat dari proses pendidikan, murid ‘berada’ dalam lintas komunitas dan mereka dapat berada sekaligus pada: komunitas keluarga, komunitas kelas dan antar kelas, komunitas sekolah, komunitas sekitar sekolah, dan komunitas yang lebih luas.
Page 13
Alhamdulillah semoga kita sebagai guru dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan peserta didik kedepannya Aamiinnn.
Bagaimana perasaan Anda setelah mempelajari modul ini?
Perasaan saya paham akan segala sesuatu yang kita lakukan haruslah didasarkan untuk siswa.
Siswa menjadi salah satu patokan utama dalam sebuah pembuatan program.
Siswa yang harus mempunyai peran utama dalam sebuah program yang akan kita buat dengan melihat Voice, Choice dan Ownership
Apa intisari yang Anda dapatkan dari modul ini?
Modul ini berisi tentang bagaimana kita sebagai guru membuat sebuah program yang berpihak pada siswa.
Program yang dibuat harus berisi Voice atau Suara Siswa, Choice atau Pilihan Siswa dan Ownership atau Kepemilikan Siswa akan sebuah program yang akan ia jalankan atau lakukan nantinya.
Apa keterkaitan yang dapat Anda lihat antara modul ini dengan modul-modul sebelumnya?
Modul ini menegaskan bahwa setiap pembuatan program yang akan guru buat haruslah berdampak positif bagi siswa dan mengutamakan atau berdasarkan untuk siswa.
Seperti Modul 1 Filosofi KHD, Guru menuntun siswa dan menghamba pada siswa karena utamanya adalah siswa.
Seperti Modul 2 Praktik pembelajaran yang harus berpihak terhadap siswa.
Setelah melihat keterkaitan antara modul ini dengan modul-modul lainnya jelaskanlah perspektif Anda tentang program yang berdampak positif pada murid. Bagaimana seharusnya program-program atau kegiatan sekolah harus direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi agar program-program tersebut dapat berdampak positif pada murid?
Pembuatan Program Berdampak Positif bisa menggunakan Alur BAGJA.
Buat Pertanyaan Utama, Ambil Pelajaran, Gali Mimpi, Jabarkan Rencana, dan Atur Eksekusi.
Perencanaan yang matang untuk Program, Mengorganisir dengan pihak terkait akan program yang akan dibuat, Aplikasikan Program kegiatan dan Jangan lupa Evaluasi Program yang di buat.