Assalamu'alaikum!
Tak terasa kemarin pada hari Sabtu, 19 Januari 2019 telah dilaksanakan salah satu program kerja Ashabul Quds, yaitu Janah 81!
Janah dihadiri dari beberapa sekolah di sekitar SMAN 81 Jakarta. Acara dimulai dengan sambutan dari pembina rohis putri dan ketua pelaksana dari Janah 81. Setelah itu, dilanjutkan dengan pemberian materi oleh kak Novie dan kak Farah Qonita dengan materi yang menarik untuk para muslimah jaman sekarang.
Tidak hanya pemberian materi, namun diselingi dengan beberapa games yang mengasyikkan loh! Acara ditutup dengan pemberian doorprize dan foto bersama! Stress hilang, dakwah cemerlang!
Sampai jumpa di Janah berikutnya! Insya Allah π#IstiqomahHijrahMenujuJannah
Assalamuβalaikumπ
Alhamdulillah, terdapat 5 orang perwakilan pengurus Rohis Ashabul Quds SMA Negeri 81 Jakarta yang sedang mengikuti Satuasa Student Summit (SSS) di Wisma Arga Mulya, Cisarua, Bogor pada tanggal 23 β 25 Desember 2018 dengan tema βBuilding Your Future, From Nowβ.
Wah, siapa aja yang jadi perwakilannya, tuh?
1. Nandhita Zefania Maharani (XI MIPA 3) Ketua Keputrian
2. Adinda Epriliyani (X MIPA 2) Anggota Sektor HUMAS
3. Diah Ayuningtyas (X MIPA 6) Anggota Sektor HUMAS
4. Azril Multazam Pambudi (X MIPA 4) Anggota Divisi CEO
5. Akmal RIzqillah Syukri (X MIPA 4) Anggota Divisi MEDIS
Building your future from now? Apaan, tuh?
Nah, kita, sebagai pemuda milenial yang akan mewariskan masa depan, tentu saja harus membangun masa depan kita itu sendiri dari sekarang. Kenapa? Karena, sesuatu yang hebat hadir dengan banyak rencana. Acara luar biasa ini digelar untuk mempersiapkan generasi emas para pemuda pada tahun 2045, dimana kita biasa menyebutkan dengan bonus demografi. Bonus demografi itu apa sih?
Jadi, bonus demografi adalah fenomena dimana populasi penduduk suatu negara banyak diisi oleh penduduk usia produktif dengan dampak positifnya, yaitu : terbentuknya generasi emas dan meningkatnya laju perekonomian.
Terus, bagaimana caranya biar kita sebagai pemuda bisa mempersiapkan masa depan kita dengan sebaik β baiknya?
1. Manajemen waktu dengan disiplin β²
2. Berani menyampaikan pendapat dengan berkomunikasi terhadap orang lain π’
3. Memupuk rasa ingin tahu yang tinggi π€
4. Bertanggung jawab dan berani mengambil resiko apapun β
5. Tidak mudah mengeluh terhadap masalah dan ujian yang datang π₯
6. Menambah wawasan ilmu pengetahuan π
7. Beradaptasi untuk menyesuaikan diri dengan cepat di lingkungan yang baru π
. Kreatif dan selalu berinovasi π‘
9. Menjadi pendengar yang baik dengan memperhatikan orang lain π
10. Peduli terhadap sesama dan tidak mendahulukan ego masing β masing π€
11. Menjaga akhlak dan tingkah laku sesuai adab β adab dalam islam π
12. Reflektif dan punya resolusi dalam kehidupan
13. Tidak mudah menyerah
Bagaimana? Mungkin 13 poin tersebut terlihat mudah, namun akan menjadi sulit jika kita hanya membaca tanpa mereflesikannya dalam kehidupan. Jadi, tunggu apa lagi?
Yuk, kita menjadi generasi emas dengan bersiap β siap membangun masa depan kita bersama. Anggap saja 13 poin tersebut sebagai langkah awal kita untuk menciptakan suatu perubahan bagi islam, bangsa, dan negara. Ingatlah, islam membutuh pewaris dakwahnya dan bangsa ini membutuhkan para pemudanya untuk mewariskan segalanya.
Assalamu'alaikum sobat π
Alhamdulillah pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 15 dan 16 Desember 2018 Rohis Ashabul Quds telah mengadakan Mabit Internal di Villa Bale Djaro, Puncak, Bogor.
Mabit Internal tahun ini dinamakan Robin Hood, yaitu singkatan dari Rohis Bina Iman Untuk Hijrah dan Istiqomah di Jalan Dakwah.
Penasaran dengan kegiatan apa aja yang dilakukan Rohis Ashabul Quds?
Tak lepas dari kegiatan yang biasa dilakukan yaitu mentoring. Mentoring pada sesi pertama yang diisi oleh kak Yanuar dari Tim 8 dengan tema bertajuk pemuda, yang berisi motivasi serta cerita yang menarik, agar kita bersemangat untuk terus belajar serta berinovasi untuk diri kita dan bangsa ini kedepannya, bagaimana pemudalah yang seharusnya melek! Dan pada sesi kedua dilanjutkan dengan materi yang sama oleh kak Rahmat.
Setelah sesi pertama mentoring, kita juga mengadakan games loh! Waahh, asik banget yaa! Mulai dari permainan tebak-tebakan sampai permainan mengoper bola dengan mangkuk! Tidak lupa pada malamnya, dilaksanakan juga Shalat Qiyamullail.
Keesokan harinya kami mencoba memanah loh! Berhubungan dengan tema mabit internal tahun ini yaitu Robin Hood, yang merupakan seorang pemanah. Lalu juga dilaksanakan sebagaimana sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW. untuk diajarkan pada anak-anaknya. Apa hikmah memanah? Semua itu tergantung pada pemanahnya, entah dengan posisi apa dan bagaimana dia bisa fokus untuk bisa membidik target.
Dalam kehidupan nyata, kita bisa tarik maknanya bahwa dalam hidup ini kita harus mempunyai target atau tujuan yang jelas, serta dengan cara yang tepat serta berhati-hati agar tidak meleset dari tujuan. Dari memanah saja, ternyata banyak hikmahnya yaπ€
Kebersamaan yang disatukan dalam satu rasa, yaitu sebuah rasa iman yang tumbuh dalam hati. Ya Rabb bimbinglah kami dalam ketaatan dan perjuangan.
Alhamdulillah pada tanggal 1 September, 22 September, dan 20 Oktober 2018, Rohis Ashabul Quds SMA Negeri 81 Jakarta telah dilaksanakan program kerja Akademi Mentor bekerja sama dengan Yayasan Tunas Bangsa (Satu Asa).
Acara ini diselenggarakan oleh Rohis SMAN 81 Jakarta dan Yayasan Satuasa yang bertujuan untuk merintis generasi mentor selanjutnya dan memberikan pelatihan - pelatihan agar kedepannya para mentor diharapkan dapat menjadi mentor yang dapat membimbing mentee-menteenya.
Selain itu juga diadakan pelantikan dan pengukuhan mentor secara simbolis dengan disematkannya pin dan pengucapan janji sebagai mentor.
Assalamu'alaikum!
Alhamdulillah puji syukur kepada Allah, Rabb semesta alam, KAMUS (Kurban Bersama Al-Quds) telah dilaksanakan. Dimulai dari proses pemotongan sampai pemberian daging kurban telah terlaksana dengan baik. Kami berterimakasih atas semua pihak yang telah turut serta untuk menyumbang dan telah terlibat dalam kurban ini.
Tetapi, perlu diingat, bahwa bukan darah dan daging kurbanlah yang sampai ke sisi Allah Swt, melainkan ketakwaan kitalah yang sampai kepada sisi Allah.
"Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi Ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik." (Al-Hajj : 37)
Sebagaimana kita lihat dari kisah Nabi Ibrahim A.S. saat beliau di perintahkan oleh Allah untuk menyembelih putranya Ismail, maka dia melakukannya, namun Allah menggantinya dengan sebuah domba. Kisah ini adalah sebuah pelajaran bagi kita untuk taat kepada apa yang Allah perintahkan.