Jika kita adalah anak-anak Allah dan bagian hidup kita adalah memberitakan Injil. Bukankah seharusnya saat kita pergi memberitakan Injil, itu menjadi sebuah kesenangan bagi kita?
Tuhan serius dengan kebahagiaan manusia, maka Dia memberikan Taurat-Nya agar kita dapat mengalami kebahagiaan sejati. Oleh sebab itu, renungkanlah Taurat-Nya siang dan malam.
kebahagiaan dalam penginjilan bisa kita nikmati sejak saat pertama kita mau memberitakan Injil. Jika kebahagiaan juga diberikan dalam pemberitaan Injil, apakah masih ada alasan bagi kita untuk tidak memberitakan Injil?
Apa itu hari yang gelap? Apakah ini bicara tentang kesialan hidup? Kesedihan hidup? Atau siksaan?
Iman Kristen berdiri pada dasar bahwa Allah-lah yang merendahkan diri menjadi manusia, bukan sebaliknya. Hal ini menunjukkan inisiatif kasih Allah kepada manusia, bukan usaha manusia mencapai keilahian.
Di dalam komunitas orang percaya, terjadi kelimpahan anugerah: umat memperhatikan pekerja Tuhan, dan pekerja Tuhan pun memperhatikan umat. Terjalin hubungan saling membangun di antara mereka.
Injil bukan hanya tentang kasih Allah yang besar, tetapi juga tentang keadilan-Nya. Bersamaan dengankabar sukacita, ada juga peringatan keras dan ancaman bagi mereka yang menolak kebenaran.
Perbandingan Kota: Tirus & Sidon VS Khorazim, Betsaida, Kapernaum
Yesus menyampaikan penghakiman kepada kota-kota yang telah menyaksikan mujizat-Nya secara langsungnamun tetap menolak untuk bertobat.