Diambil dari kata 'retro' yang berasal dari bahasa Latin yang artinya ‘mundur’ atau ‘kembali ke masa lalu’ dalam konteks desain atau gaya, retro dipakai untuk menggambarkan sesuatu dari masa lalu (jadul atau klasik).
Sedangkan 'glyph' sendiri berasal dari kata hieroglyph, yang berarti simbol atau tulisan kuno. Kami mengambil nama ini karena kami membuat konsep desain bertema retro namun memiliki unsur tulisan atau tipografi (glyph) yang diharapkan tulisan tersebut dapat menjadi penyemangat, mood boster atau hanya sekedar motivasi untuk customer.
Bringing Back The Good Old Days adalah slogan produk Retroglyph. Kami memilih slogan ini karena relevan dengan tema kami yaitu retro yang berunsur masa lampau. Sehingga slogan ini dapat dimaknai sebagai harapan kami pada customer yang membeli produk kami dapat mengingat, mengenang atau membawa kembali serta bernostalgia akan hari-hari indah di masa lalu mereka.
Dua elemen utama dari logo kami adalah Disco ball dan microphone. 🪩🎤
Kami memilih bola disko karena merepresentasikan konsep retro. Disco ball adalah ikon musik pada tahun 70-an ke 80-an, simbol dari kebudayaan lagu pop klasik.
Sedangkan, mikrofon adalah simbol dari suara dan ekspresi karena kami memilih konsep tipografi, di mana terdapat tulisan untuk menyampaikan pesan, maka mikrofon di sini juga bukan hanya alat bicara, namun sebagai simbol bahwa tulisan (tipografi) bisa "bersuara". Kami ingin menyampaikan bahwa tipografi kami tidak hanya sebuah design, tapi juga pesan yang ingin kami sampaikan.
Kami memilih warna cerah agar logo tetap menarik dan sesuai dengan perkembangan zaman namun tetap relevan dengan konsep.
SMP Waringin Bandung
Jl. Kebon Jati no. 209
Aristawati Sekar Kinasih 9B-01
Caitlyn Jaya Rahmat 9B-03
Dave Rainer Demian 9B-06
Ephram Reinhart Kurniadi 9B-07
Jesslyn Keelia Jovanka 9B-16