Beberapa orang mungkin bertanya-tanya tentang judul tulisan ini, apa hubungan antara komunikasi produktif dengan membangun tanggung jawab anak? Mengapa komunikasi menjadi bagian penting dalam membangun tanggung jawab anak? Atau mungkin ada yang malah beranggapan bahwa kedua hal ini sama sekali tidak berhubungan dan tak bisa dihubungkan.
Penggalian akar masalah yang dilakukan oleh Responsibilities SQuad mengarah pada satu hal penting yang memang tak pernah kami sangka-sangka sebelumnya. Ya poin itu adalah komunikasi produktif dalam keluarga. Mari kita mengingat kembali tentang semua usaha yang sudah pernah kita lakukan untuk membangun tanggung jawab dan seberapa baik pola komunikasi kita dengan anak-anak.
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan. Komunikasi dikatakan sukses jika pesan yang ingin kita sampaikan dapat diterima dengan baik. Perintah dapat dilaksanakan sesuai instruksi dan dikerjakan dengan baik.
Sebagai orang tua kita seringkali merasa sudah menyampaikan pesan dengan baik, namun anak-anak seperti tak kunjung mengerti tentang apa yang kita sampaikan. Jika demikian, maka sudah waktunya kita mengamati tentang apa saja yang menjadi penghalang dalam komunikasi kita dengan anak-anak dan segera memperbaikinya.
Kebiasaan orang tua untuk ceramah, mengomel, gemar memberi perintah, menyindir, menyalahkan, meremehkan, mengejek, membandingkan bahkan memberi label jelek pada anak merupakan penghalang-penghalang komunikasi antara orang tua dengan anak. Maka sebaiknya kebiasaan-kebiasaan tersebut harus segera dihilangkan dan diganti dengan pola komunikasi efektif.
orang tua bisa memberikan kesempatan pada anak untuk berbicara lebih banyak tanpa memotong, mendengarkan dengan aktif tanpa menghakimi, berkomunikasi secara sejajar dengan melakukan kontak mata, berbicara singkat, jelas dan menggunakan kalimat tunggal yang positif, merefleksikan perasaan dan arti yang disampaikan serta memperhatikan bahasa tubuh yang merupakan bentuk empati kita agar dapat berkomunikasi secara sehat dengan anak.
Peter F Drucker menyatakan bahwa hal yang paling penting dalam komunikasi adalah mendengarkan apa yang tidak dikatakan. Saat komunikasi kita dengan anak-anak berjalan baik, maka proses penanaman nilai-nilai keluarga akan lebih mudah dilakukan, pun dengan hal-hal yang berkaitan dengan membangun tanggung jawab anak.
Anak akan lebih mudah memahami apa yang kita sampaikan. Apa itu tanggung jawab, mengapa harus bertanggung jawab dan bagaimana mereka bisa bertanggung jawab, komunikasi menjadi kunci keberhasilan dalam membangun tanggung jawab anak dari rumah
Maka daripada itu, mari kita bersama-sama berusaha dengan sebaik-baiknya untuk memperbaiki pola komunikasi ini, supaya anak dapat dengan mudah memahami apa yang kita inginkan untuk masa depannya.
Fanny Yulia Puspitasari
Untuk
MeTaJabAR